Pemeriksaan Penglihatan Anak Perlu Pendekatan Ramah Usia Sejak Dini
Sejumlah orang tua memilih menunda pemeriksaan mata anak meski gejala awal telah muncul, karena kekhawatiran anak mengalami stres saat pemeriksaan.
Pemeriksaan penglihatan pada anak masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait faktor psikologis dan lingkungan layanan kesehatan. Suasana ruang pemeriksaan yang kaku, penggunaan peralatan medis, serta metode komunikasi yang kurang sesuai usia kerap memicu kecemasan pada anak dan berdampak pada kualitas pemeriksaan.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan deteksi gangguan penglihatan. Sejumlah orang tua memilih menunda pemeriksaan mata anak meski gejala awal telah muncul, karena kekhawatiran anak mengalami stres saat pemeriksaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan layanan kesehatan anak mulai mengarah pada penyesuaian metode pemeriksaan dengan kebutuhan perkembangan psikologis anak. Pada layanan pemeriksaan penglihatan, pendekatan ini diterapkan melalui penyesuaian alur layanan, lingkungan fisik, serta cara komunikasi tenaga kesehatan dengan pasien anak.
Salah satu praktik yang diterapkan adalah memberikan waktu adaptasi sebelum pemeriksaan dilakukan, sehingga anak dapat merasa lebih tenang dan kooperatif. Penyesuaian ini dinilai penting untuk mendukung akurasi hasil pemeriksaan serta mengurangi resistensi anak terhadap layanan kesehatan.
Direktur Operasional Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, menyatakan bahwa pengalaman awal anak dalam layanan kesehatan dapat memengaruhi sikap mereka terhadap perawatan kesehatan di masa depan.
"Pengalaman pertama anak saat diperiksa akan membentuk persepsi mereka terhadap layanan kesehatan. Karena itu, pendekatan yang digunakan perlu disesuaikan agar anak tidak merasa tertekan," ujarnya, Kamis (29/1).
Selain lingkungan layanan, kompetensi tenaga kesehatan juga menjadi faktor kunci. Pelatihan khusus bagi Refraksionis Optisien dan tenaga pemeriksa mata anak mencakup teknik komunikasi, pendekatan empatik, serta pemahaman perilaku anak dalam situasi pemeriksaan.
Suasana dan Metode Penyampaian
Head of Marketing Optik Tunggal, Fira Basuki, menilai bahwa ketidaknyamanan anak saat pemeriksaan sering kali dipicu oleh suasana dan metode penyampaian yang tidak sesuai dengan usia pasien.
"Banyak anak merasa tidak nyaman bukan karena alat pemeriksaan, tetapi karena suasana dan cara penyampaian yang tidak sesuai dengan usia mereka," kata Fira.
Pendekatan Ramah Anak
Penguatan pendekatan ramah anak dalam layanan pemeriksaan penglihatan dinilai sejalan dengan upaya pencegahan gangguan kesehatan sejak usia dini. Deteksi dan penanganan masalah penglihatan pada anak berkontribusi terhadap kualitas tumbuh kembang, proses belajar, serta kesehatan jangka panjang.
Ke depan, pendekatan layanan yang mempertimbangkan aspek psikologis anak diharapkan dapat menjadi bagian dari standar pelayanan kesehatan anak, termasuk dalam pemeriksaan penglihatan, guna meningkatkan akses, kualitas, dan keberlanjutan layanan kesehatan dasar.