Mengenal 7 Jenis Bunga yang Bisa Dimakan: Solusi Berkebun dan Memasak dalam Satu Langkah
Gabungkan keindahan dan rasa dengan 7 bunga edibel ini yang cocok untuk pemula dan hobi berkebun.
Bunga tak hanya memperindah taman, tapi juga bisa memperkaya cita rasa masakan. Bagi banyak orang, menyisipkan bunga ke dalam makanan terdengar seperti sesuatu dari dunia fine dining.
Sejumlah bunga yang bisa dimakan ternyata mudah ditanam di rumah dan menyimpan manfaat kuliner hingga kesehatan. Yuk, kenali lebih dekat bunga-bunga yang bisa mempercantik taman sekaligus dapur Anda.
Dilansir dari realsimple.com, artikel ini mengulas tujuh jenis bunga edibel yang tak hanya cantik, tapi juga lezat dan bergizi—cocok untuk pemula maupun pecinta kebun berpengalaman.
Memahami Manfaat dan Potensi Bunga Edibel
Bunga edibel atau bunga yang bisa dimakan merupakan pilihan alami yang penuh warna untuk menambah nilai gizi dan estetika makanan. Banyak di antara bunga ini yang kaya antioksidan, vitamin, dan memiliki sejarah penggunaan dalam pengobatan tradisional.
Salah satu alasan mengapa bunga edibel semakin populer adalah karena fleksibilitas penggunaannya. Anda bisa menyajikannya dalam koktail, salad, sup, atau sebagai hiasan pada kue dan minuman. Dengan bentuk dan warna yang beragam, bunga mampu mengubah tampilan hidangan biasa menjadi sesuatu yang memikat mata dan lidah.
Selain itu, menanam bunga edibel juga memberi manfaat ekologis. Sebagian besar bunga ini menarik lebah dan kupu-kupu yang membantu penyerbukan tanaman lain di taman. Jadi, menanam bunga bukan hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kelestarian lingkungan. Menariknya, semua bunga dalam daftar ini termasuk tanaman yang mudah dirawat, cocok bagi pemula sekalipun.
1. Nasturtium (Tropaeolum majus)
Nasturtium menjadi primadona bagi mereka yang baru memulai menanam bunga edibel. Tumbuhan ini tumbuh cepat dan memiliki warna cerah yang memikat. “Seluruh bagian tanaman—dari daun hingga bunga—bisa dimakan,” jelas Andrew Bunting dari Pennsylvania Horticultural Society. Rasanya mirip arugula, tajam dan sedikit pedas, sangat cocok untuk salad. Cocok ditanam dalam pot kecil di jendela, nasturtium mudah ditanam dari biji dan dapat dinikmati dalam waktu singkat.
2. Pansy
Bunga cuaca dingin ini tak hanya menawan tetapi juga menyenangkan untuk dikonsumsi. “Pansy hadir dalam berbagai warna, seperti merah muda, ungu, biru, kuning, hingga kombinasi warna yang memikat,” ungkap Bunting. Rasa manis yang ringan menjadikannya sempurna sebagai hiasan pada kue atau salad musim panas. Jika ditanam dalam ruangan, pastikan suhu tetap sejuk dan pencahayaan tidak langsung namun terang.
3. Calendula (Calendula officinalis)
Sering disalahartikan sebagai marigold, calendula memiliki kelopak berwarna cerah dari oranye hingga kuning lembut. “Kelopaknya memiliki rasa tajam dan pedas, cocok untuk sup dan risotto,” kata Tess Kuracina dari New York Botanical Garden. Selain fungsinya dalam masakan, calendula juga dikenal dalam dunia pengobatan herbal. Sebagai varietas warisan (heirloom), ia memiliki nilai historis dan estetika tinggi.
4. Bunga Daun Kucai (Chive Blossoms)
Bunga ungu dari tanaman kucai ini sering muncul pada akhir musim semi. Rasanya seperti bawang namun lebih ringan, sehingga cocok untuk campuran mentega majemuk, telur, atau saus. Agar tumbuh optimal, chive membutuhkan sinar matahari 4–6 jam sehari serta tanah yang lembap. Potong secara rutin untuk mendorong pertumbuhan bunga dan daun yang baru.
5. Eastern Redbud (Cercis canadensis)
Tidak seperti bunga lain dalam daftar ini, redbud berasal dari pohon kecil yang umumnya tumbuh di hutan bagian timur Amerika Serikat. “Bunganya kecil, berwarna magenta kemerahan, dan memiliki rasa tajam yang cantik untuk salad,” ujar Bunting. Meskipun lebih jarang ditemukan, redbud bisa ditanam di pot besar atau dikumpulkan dari halaman belakang jika tersedia. Bunga tumbuh langsung dari batang, menciptakan tampilan yang dramatis di awal musim semi.
6. Borage (Borago officinalis)
Dengan bentuk seperti bintang dan warna biru langit yang menawan, borage menawarkan rasa unik seperti mentimun. Sangat cocok untuk hidangan musim panas, termasuk yogurt, gazpacho, atau air infus. “Borage merupakan varietas warisan yang jarang dijual di toko besar,” kata Kuracina, sehingga benihnya biasanya ditemukan di komunitas tukar benih atau situs khusus daring. Meski bukan tanaman invasif, borage mudah menyebar melalui bijinya.
7. Marigold (Tagetes spp.)
Beberapa jenis marigold dapat dimakan dan memiliki rasa sitrus yang menyegarkan. Kelopaknya yang cerah sering digunakan untuk menambah warna pada nasi, teh, dan salad. Selain nilai kulinernya, marigold juga dikenal ampuh mengusir hama, menjadikannya tanaman pelindung alami untuk kebun. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan dan tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh.
Menanam bunga yang bisa dimakan adalah cara sederhana untuk menghadirkan keindahan sekaligus kelezatan di rumah. Dengan perawatan mudah dan manfaat beragam, tujuh jenis bunga ini dapat memperkaya pengalaman berkebun dan memasak, sekaligus membawa warna baru di dapur maupun halaman Anda.