Demi Masuk Sekolah Kedokteran, Pria India Nekat Potong Kaki Sendiri
Ternyata, pria asal India ini melakukan amputasi secara nekat karena alasan tertentu yang mendasarinya.
Kepolisian India sedang menyelidiki sebuah kasus yang mengejutkan, di mana seorang pemuda berusia 20 tahun bernama Suraj Bhaskar diduga sengaja memotong kakinya sendiri. Tindakan ekstrem ini dilakukan untuk meningkatkan peluangnya diterima di sekolah kedokteran melalui jalur kuota penyandang disabilitas, seperti yang dilaporkan oleh Oddity Central pada Selasa (10/2/2026).
Suraj, yang berasal dari desa Khalilpur di negara bagian Uttar Pradesh, sebelumnya telah gagal dua kali dalam ujian masuk sekolah kedokteran nasional, National Eligibility cum Entrance Test (NEET). Kegagalan ini diduga menjadi pemicu bagi Suraj untuk melakukan tindakan drastis agar bisa diterima di perguruan tinggi kedokteran tanpa harus mengikuti ujian lagi.
Kasus ini terungkap setelah kakak Suraj, Akash Bhaskar, melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa Suraj diserang oleh orang yang tidak dikenal hingga pingsan dan ditemukan dengan satu kaki terputus. Polisi kemudian mencatat laporan tersebut dan melanjutkan penyelidikan. Namun, saat proses penyelidikan berlangsung, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dan ketidakkonsistenan dalam keterangan yang diberikan oleh Suraj.
"Tersangka berusaha menyesatkan penyelidikan dengan cerita palsu, tetapi klaimnya tidak terbukti selama pemeriksaan dan pengujian bukti yang berkelanjutan," kata seorang juru bicara kepolisian kepada wartawan.
Diduga Pakai Mesin
Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa polisi menemukan buku harian Suraj yang bertuliskan, "Saya akan menjadi dokter MBBS pada tahun 2026," serta keterangan dari pacarnya yang menunjukkan obsesinya untuk masuk ke sekolah kedokteran. Selain itu, terungkap bahwa Suraj sempat berusaha mengurus dokumen penyandang disabilitas beberapa bulan sebelum kejadian, tetapi usahanya gagal.
Berdasarkan laporan medis, pemotongan kaki Suraj dilakukan dengan sangat rapi, diduga menggunakan mesin, yang tidak sesuai dengan pola luka akibat serangan senjata tajam. Selain itu, jarum suntik yang ditemukan di ladang dekat lokasi kejadian menunjukkan bahwa Suraj mungkin telah menggunakan anestesi untuk membius kakinya sebelum melakukan amputasi.
"Korban beberapa kali mengubah pernyataannya dan mencoba mengelabui petugas," ujar seorang perwira polisi. Saat ini, Suraj Bhaskar telah dirujuk ke pusat trauma untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut, sementara kaki yang terputus hingga kini belum ditemukan.
Meskipun polisi meyakini bahwa Suraj sengaja melukai dirinya sendiri untuk memanfaatkan kuota disabilitas, yang menurut hukum India sebesar 5 persen di institusi pendidikan tinggi negeri dan yang didukung oleh pemerintah, pihak aparat masih mempertimbangkan langkah hukum yang mungkin diambil. Kasus ini dianggap tidak biasa dan telah menarik perhatian publik yang luas.