Fokus Administrasi Pemerintahan, Prabowo Bangun 10 Kampus Baru untuk Cetak Birokrat Unggul

Presiden Prabowo Subianto berencana membangun 10 kampus baru, salah satunya khusus administrasi pemerintahan, untuk mencetak birokrat unggul dan pemimpin masa depan. Pembangunan Kampus Baru Prabowo ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia berk

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fokus Administrasi Pemerintahan, Prabowo Bangun 10 Kampus Baru untuk Cetak Birokrat Unggul
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Return On Assets (ROA) Danantara mencapai 7 persen, mendorong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ini fokus pada proyek 'high return' dengan standar investasi lebih tinggi. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana ambisiusnya untuk membangun 10 universitas baru di Indonesia, dengan satu di antaranya akan secara spesifik berfokus pada bidang studi administrasi pemerintahan. Inisiatif ini bertujuan untuk mencetak calon-calon birokrat unggul yang siap memimpin dan melanjutkan roda pemerintahan di masa mendatang. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor publik.

Pengumuman penting ini disampaikan oleh Presiden Prabowo saat berbicara dalam forum Indonesia Economy Outlook (IEO) 2026 di Jakarta, pada Jumat (14/2). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan komitmennya untuk melakukan regenerasi di jajaran birokrasi. Ia mengingatkan bahwa birokrat yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan visi pemerintah akan diganti dengan talenta-talenta baru yang lebih adaptif dan inovatif.

Selain administrasi pemerintahan, kampus-kampus baru yang akan dibangun juga akan memprioritaskan bidang sains, teknologi, rekayasa (STEM), dan kedokteran. Fokus pada bidang-bidang ini didasari oleh penilaian Presiden Prabowo bahwa Indonesia masih kekurangan ahli di sektor STEM serta dokter, khususnya dokter spesialis dan subspesialis, yang krusial bagi kemajuan bangsa.

Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan keinginannya untuk menyiapkan bibit-bibit unggul yang akan melanjutkan kepemimpinan pemerintahan di masa depan. Pembangunan lembaga khusus untuk administrasi pemerintahan menjadi pilar utama dalam visi ini, guna memastikan ketersediaan birokrat yang berkualitas dan berintegritas.

Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada jajaran birokrat yang tidak mau beradaptasi dengan visi kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa regenerasi akan dilakukan, karena tidak ada individu yang tidak dapat digantikan dalam sistem pemerintahan.

Untuk mendukung visi ini, Presiden Prabowo telah memberikan wewenang penuh kepada pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta seluruh kementerian/lembaga lainnya. Wewenang ini mencakup penggantian pejabat yang tidak mampu mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

Selain fokus pada administrasi pemerintahan, kampus-kampus baru yang akan dibangun pemerintah juga akan mengutamakan bidang sains, teknologi, rekayasa (engineering), dan matematika (STEM), serta kedokteran. Hal ini didasari oleh kebutuhan mendesak Indonesia akan lebih banyak ahli di bidang-bidang tersebut.

Presiden Prabowo menyoroti bahwa Indonesia masih sangat kekurangan tenaga ahli STEM, serta dokter, khususnya dokter spesialis dan subspesialis. Kekurangan ini menjadi perhatian serius mengingat peran vital bidang-bidang tersebut dalam mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, mahasiswa-mahasiswa terpilih yang akan menempuh pendidikan di kampus-kampus baru tersebut akan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Ini merupakan upaya untuk menarik talenta terbaik dan memastikan akses pendidikan berkualitas tanpa hambatan finansial.

Tidak hanya itu, Presiden juga mengemukakan bahwa kampus-kampus baru ini akan membuka kesempatan bagi dosen dan profesor dari luar negeri untuk mengajar. Kehadiran pengajar internasional diharapkan dapat memperkaya wawasan dan standar pendidikan di Indonesia, sejalan dengan praktik terbaik global.

Presiden Prabowo menargetkan kampus-kampus baru ini dapat mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 2028. Persiapan intensif akan dilakukan untuk memastikan infrastruktur dan kurikulum siap menyambut generasi penerus bangsa.

Rencana pembangunan kampus-kampus baru ini telah diungkapkan oleh Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan, termasuk setelah kunjungannya ke Inggris. Dalam lawatan tersebut, Prabowo menjajaki kerja sama dengan kampus-kampus papan atas Inggris untuk mendukung pembangunan universitas-universitas baru di Indonesia.

Kolaborasi internasional ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengadopsi standar pendidikan global terbaik. Dengan demikian, diharapkan lulusan dari kampus-kampus ini memiliki daya saing tinggi di kancah nasional maupun internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi