Bikin Geger, Ikan Mas di China Bisa Berenang Meski Tanpa Kepala
Awalnya, banyak yang mengira bahwa video ikan mas tanpa kepala itu hasil rekayasa AI. Namun, ternyata video tersebut adalah asli dan nyata.
Sebuah video yang menunjukkan seekor ikan mas berenang tanpa kepala telah memicu perdebatan yang luas di media sosial. Di tengah maraknya konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), banyak pengguna internet yang curiga bahwa rekaman tersebut adalah hasil editan. Namun, para ahli serta laporan dari media lokal telah memastikan bahwa video itu adalah asli dan dapat dijelaskan secara ilmiah berdasarkan anatomi ikan. Video ini pertama kali diunggah pada akhir Januari oleh seorang pemilik akuarium di China.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seekor ikan mas yang berenang di dalam akuarium dengan lubang besar di bagian kepalanya, tepat di area yang seharusnya terdapat mata dan mulut. Pemilik ikan tersebut menyatakan bahwa kondisi ini telah berlangsung selama beberapa hari, tetapi ikan tersebut tetap berenang seolah tidak terpengaruh, meskipun sebagian besar kepalanya, termasuk mata dan mulut, sudah hilang.
Pemilik ikan menjelaskan bahwa jaringan di bagian kepala ikan mengalami nekrosis atau kematian jaringan, yang diduga diakibatkan oleh infeksi atau kualitas air yang buruk.
Seiring dengan membusuknya jaringan tersebut, ikan lain di akuarium mulai mematuk tubuh ikan yang sakit, hal ini memperparah luka dan memicu proses berantai yang pada akhirnya membuat ikan tersebut kehilangan hampir seluruh bagian kepalanya, dikutip dari laman Oddity Central, Minggu (8/2/2026).
Meskipun terdengar mustahil, para ahli menjelaskan bahwa kemampuan ikan mas untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem ini berkaitan erat dengan struktur anatominya. Berbeda dengan manusia dan mamalia lainnya yang memiliki otak terpusat di kepala, sistem saraf ikan mas bersifat lebih memanjang.
Struktur otaknya terbagi sepanjang tubuh, dan fungsi-fungsi vital tidak sepenuhnya bergantung pada bagian depan kepala. Bagian depan otak ikan memang berperan dalam fungsi tingkat tinggi seperti penciuman, memori, dan penglihatan. Namun, fungsi-fungsi dasar yang menopang kehidupan, seperti pernapasan dan sirkulasi darah, dikendalikan oleh batang otak yang letaknya lebih ke belakang, dekat sambungan dengan sumsum tulang belakang. Selama batang otak tersebut masih utuh, ikan tetap dapat bernapas melalui insang dan menjaga fungsi tubuh dasar.
Bertahan Hidup 2 Pekan
Di dalam video tersebut, kemampuan ikan untuk terus berenang dan menghindari tabrakan dijelaskan secara ilmiah. Gerakan berenang pada ikan sebagian besar dihasilkan oleh jaringan saraf otomatis yang terdapat di sumsum tulang belakang, sehingga tidak memerlukan perintah terus-menerus dari otak.
Selain itu, ikan dilengkapi dengan sistem garis rusuk, yaitu jaringan sensor tekanan yang terletak di sepanjang sisi tubuh, yang memungkinkan mereka mendeteksi pergerakan air dan menghindari rintangan, bahkan tanpa mengandalkan penglihatan.
Menurut pemiliknya, ikan mas tanpa kepala tersebut dapat bertahan hidup selama kurang lebih dua minggu sebelum akhirnya mati. Kematian ikan ini disebabkan bukan hanya oleh luka parah yang dialaminya, tetapi juga oleh kegagalan organ akibat ketidakseimbangan cairan tubuh. Sebagai ikan air tawar, tubuh ikan mas memiliki kadar garam yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya.
Normalnya, kulit dan sisik berfungsi untuk membatasi masuknya air, sementara ginjal bertugas untuk membuang kelebihan cairan. Namun, dengan adanya luka terbuka yang besar di bagian kepala, air tawar terus-menerus masuk ke dalam aliran darah ikan, sehingga mengencerkan cairan tubuh dan mengacaukan keseimbangan elektrolit yang ada.
Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan kegagalan organ dan kematian. Media di China yang melaporkan kejadian ini menyebut kasus tersebut sebagai contoh ekstrem dari ketahanan mekanisme bertahan hidup dasar pada ikan. Hal ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perawatan lingkungan akuarium yang layak untuk mencegah penderitaan hewan. Dengan memahami aspek-aspek ini, kita dapat lebih menghargai kehidupan ikan dan pentingnya menjaga habitat mereka agar tetap sehat.