Ketahui Tanda Terjadinya Infeksi Saluran Kemih pada Anak
Terjadinya infeksi saluran kemih pada anak perlu disadari orangtua dengan cepat untuk mencegahnya jadi parah.
Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak adalah kondisi yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Dokter spesialis anak konsultan nefrologi anak Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, dr. Ina Zarlina, Sp.A(K), menyatakan bahwa terdapat beberapa tanda yang bisa dikenali berdasarkan usia anak jika mereka menderita ISK.
"Biasanya, bayi di bawah usia tiga bulan bisa mengalami demam, muntah-muntah, lemas, kurang menyusu, kesulitan menaikkan berat badan saat kontrol ke dokter, kulit kuning, atau urin yang berbau tidak seperti biasa," ungkap Ina dilansir dari Antara.
Pada bayi di bawah tiga bulan, infeksi saluran kemih sering kali disertai dengan hematuria, atau adanya darah dalam urin. Gejala ini bisa menjadi indikasi awal adanya masalah serius yang memerlukan perhatian medis segera.
Tanda-Tanda pada Anak Usia 3 Bulan hingga 3 Tahun
Untuk anak-anak berusia tiga bulan hingga tiga tahun, gejala yang paling sering ditemukan adalah demam di atas 38,5 derajat Celsius tanpa sebab yang jelas. Selain itu, mereka mungkin mengalami nyeri saat buang air kecil, pipis yang tidak tuntas, nyeri perut, muntah-muntah, dan nyeri di atas area kemaluan.
Menurut dr. Ina, pada anak-anak di bawah dua tahun yang mengalami demam, kemungkinan mereka menderita infeksi saluran kemih adalah sekitar 3 sampai 5 persen. Pada anak perempuan di bawah satu tahun, angkanya bisa mencapai 7 persen, sementara pada anak laki-laki sekitar 3 persen.
Kesulitan Diagnosis Dini
Ina mengakui bahwa gejala awal ISK sering kali tidak terdiagnosis sejak awal karena kesulitan dalam mengambil sampel urin dan kecenderungan menganggap gejala tersebut sebagai diare. "Sayangnya, gejala awal ini sering kali tidak terdiagnosis sejak awal karena sulit mengambil sampel urin dan banyak yang berasumsi gejala-gejala ini adalah karena diare," kata Ina.
Faktor Risiko dan Pengobatan
Pada bayi yang lebih kecil, faktor lain seperti kelainan bawaan anatomi juga harus dipertimbangkan untuk menentukan metode pemeriksaan yang tepat. "Bayi-bayi yang lahir dengan kelainan bawaan yang mempunyai risiko ada kelainan anatomi, itu memang kita indikasikan untuk pemeriksaan kultur urin. Kelainan anatomi ini biasanya bisa terjadi pada bayi dalam kandungan yang penyebabnya sampai saat ini kita tidak ketahui," jelas Ina.
Pengobatan ISK pada bayi biasanya melibatkan pemberian antibiotik oral selama dua hingga empat hari, yang dapat diberikan secara infus atau injeksi untuk mencegah infeksi menyebar ke ginjal.
"Antibiotik itu ada yang namanya terapeutik atau antibiotik pada pengobatan, ada juga antibiotik untuk pencegahan. Jadi memang efek sampingnya dia takutnya ada resistensi. Tetapi kita harus memberikan dalam jangka panjang dengan dosis rendah," tambah Ina.
Pentingnya Tindakan Cepat dan Tepat
Pada bayi usia enam bulan hingga tiga tahun dengan infeksi saluran kemih atipikal yang memiliki kelainan anatomi, tindakan cepat sangat diperlukan. USG harus segera dilakukan jika kondisi tidak membaik setelah 48 jam pengobatan. Tindakan cepat ini penting untuk memastikan infeksi tidak menyebar lebih lanjut dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.