Infeksi Saluran Kemih Rentan Terjadi pada Lansia: Penyebab, Gejala Tak Biasa, dan Cara Mengatasinya
Lansia lebih rentan terhadap ISK karena sistem imun yang melemah dan perubahan fungsi kemih. Kenali penyebab, gejala tak biasa, serta cara efektif mengatasinya.
Infeksi Saluran Kemih (ISK) menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur pada sistem kemih, termasuk ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. ISK pada lansia seringkali menunjukkan gejala yang tidak khas, sehingga sering terabaikan atau salah didiagnosis.
Mengapa lansia lebih rentan terhadap ISK? Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh melemah, perubahan anatomi dan fungsi sistem kemih terjadi, serta adanya kondisi kesehatan lain seperti diabetes atau inkontinensia. Faktor-faktor ini meningkatkan risiko infeksi pada saluran kemih lansia.
Lantas, bagaimana cara mengatasi dan mencegah ISK pada lansia? Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai penyebab ISK pada lansia, gejala yang perlu diwaspadai, metode pengobatan yang efektif, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Lansia
Lansia lebih rentan terhadap ISK karena beberapa faktor yang saling berkaitan. Menurut tinjauan Juli 2020 di jurnal Drugs in Context, perubahan normal pada sistem kekebalan tubuh membuat lansia memiliki pertahanan yang lebih lemah terhadap bakteri penyebab infeksi.
Selain itu, lansia juga lebih mungkin memiliki penyakit kronis seperti diabetes, yang meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Tinggal di lingkungan seperti panti jompo dan penggunaan kateter juga meningkatkan risiko ISK pada kelompok usia ini.
"Penurunan kadar estrogen pada wanita pascamenopause juga memungkinkan pertumbuhan bakteri yang lebih banyak," kata Shikta Gupta, MD, seorang ahli geriatri dari Montefiore Medical System di Bronx. Melemahnya otot dasar panggul atau pembesaran prostat juga dapat menghalangi pengosongan kandung kemih sepenuhnya, sehingga urine yang tertahan dapat memicu pertumbuhan bakteri.
Gejala ISK pada Lansia yang Sering Terabaikan
Gejala umum ISK meliputi rasa terbakar saat buang air kecil, demam, menggigil, nyeri perut, serta frekuensi buang air kecil yang meningkat. Namun, lansia seringkali menunjukkan gejala yang tidak biasa dan mudah terlewatkan.
"Gejala-gejala ini termasuk kebingungan, agitasi, lesu, mengantuk, kesulitan bangun, kehilangan nafsu makan, dan inkontinensia," jelas Dr. Gupta. Karena infeksi ini dapat memengaruhi kondisi mental seseorang dan menyebabkan gejala yang tidak jelas, banyak lansia tidak menyadari adanya masalah.
Jika Anda adalah seorang perawat atau anggota keluarga yang merawat lansia, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda melihat tanda atau gejala tersebut. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih pada Lansia
Diagnosis ISK dilakukan melalui urinalisis, yaitu tes urine sederhana. Pengobatan ISK pada lansia umumnya sama dengan kelompok usia lain, yaitu dengan pemberian antibiotik.
"Kuncinya adalah mencari tahu antibiotik mana yang tepat, karena resistensi bakteri terhadap antibiotik semakin meningkat," kata Dr. Gupta. Pemilihan antibiotik akan bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan riwayat ISK pasien.
Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan antibiotik sesuai resep dokter, meskipun gejala sudah mereda. Menghentikan pengobatan sebelum waktunya dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.
Tips Mencegah ISK pada Lansia
Bagi lansia yang rentan terhadap ISK berulang, beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko infeksi. Kantor Kesehatan Wanita mendefinisikan ISK berulang sebagai dua infeksi dalam enam bulan atau tiga infeksi dalam setahun.
Salah satu langkah penting adalah minum air yang cukup. "Usahakan untuk minum enam hingga delapan gelas air per hari untuk menjaga kandung kemih tetap terhidrasi, sehingga mengurangi risiko bakteri menetap di kandung kemih," saran Dr. Gupta.
Selain itu, perhatikan arah membersihkan diri setelah buang air. Wanita harus membersihkan dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari rektum masuk ke uretra. Penggunaan krim estrogen vagina juga dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri berlebih pada wanita pascamenopause.
Komplikasi Infeksi Saluran Kemih yang Tidak Diobati
Jika tidak diobati, ISK dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan infeksi ginjal. "Infeksi ginjal menyebabkan morbiditas yang jauh lebih buruk dan dapat membuat lansia dirawat di rumah sakit," kata Dr. Gupta.
Dalam kasus yang parah, ISK yang tidak diobati atau terlambat diobati dapat menyebabkan infeksi aliran darah yang disebut sepsis, yang mengancam jiwa. Sebuah studi Februari 2019 di The BMJ menyoroti risiko serius dari komplikasi ini.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jika Anda atau orang yang Anda rawat mengalami gejala ISK, termasuk tanda-tanda infeksi yang kurang jelas seperti kebingungan, agitasi, atau penurunan nafsu makan, segera jadwalkan janji dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Catatan: Informasi ini bersifat umum dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.