Sejumlah Fakta untuk Cegah Infeksi Saluran Kemih dan Batu Ginjal Menurut Dokter Spesialis Urologi

dr. Davis Jouwena Sp., spesialis urologi dari RS EMC Grha Kedoya ungkap sejumlah fakta penting untuk mencegah infeksi saluran kemih (ISK) dan batu ginjal.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Sejumlah Fakta untuk Cegah Infeksi Saluran Kemih dan Batu Ginjal Menurut Dokter Spesialis Urologi
Sejumlah Fakta untuk Cegah Infeksi Saluran Kemih dan Batu Ginjal Menurut Dokter Spesialis Urologi (Merdeka.com)

 Kesehatan ginjal dan saluran kemih merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu indikatornya adalah proses buang air kecil atau berkemih. Kita perlu waspada terhadap tanda-tanda yang tidak normal, seperti urin yang keruh, berdarah, atau berwarna pekat, karena hal ini bisa menunjukkan adanya masalah pada ginjal atau saluran kemih. Infeksi saluran kemih (ISK), misalnya, sering terjadi dan bisa disebabkan oleh kontaminasi dari luar ke dalam, terutama pada wanita. Salah satu faktor risikonya adalah kebersihan yang kurang tepat, seperti penggunaan toilet duduk dengan shower yang mengalir dari belakang ke depan, sehingga kotoran dari anus dapat mencapai saluran kemih. Namun, ISK bisa dicegah dan bahkan reda dengan konsumsi air yang cukup, sehingga urin menjadi bening dan infeksi terdorong keluar. 

Selain itu, batu ginjal juga menjadi perhatian karena dapat menyebabkan nyeri pinggang yang hebat. Batu ini terbentuk dari endapan seperti kalsium oksalat—yang bisa dipengaruhi oleh konsumsi kopi, teh, atau cokelat—dan memiliki berbagai warna, mulai dari kuning kecoklatan, hitam, hingga putih, tergantung kandungannya. Dalam wawancara dengan Juncto Podcast, dr. Davis Jouwena Sp., spesialis urologi dari RS EMC Grha Kedoya, menjelaskan secara rinci tentang kencing normal, penyebab ISK, serta fakta seputar batu ginjal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. 

Kencing yang normal itu sebenarnya seperti apa dok? Dari segi intensitas dan warna ya. Karena kan banyak orang yang suka bingung nih gitu ya. Kalau warna seperti ini tuh artinya apa gitu. Kalau keseringan apa, kalau jarang kencing itu apa? Gimana? 

Jadi intinya kalau kita kencing, buang air kecil itu kita mau mengeluarkan sisa-sisa metabolismo dari dalam tubuh kita yang diolah sama organ ginjal. Dan itu dari organ ginjal, udah diproduksi air kencing, dia akan mengalir menuju saluran kencing kita untuk keluar. Nah proses berkemih namanya. 

Nah kalau menanyakan proses berkemih secara langsung, dia ada sensasi dulu pertama. Kita ada rasa pengen kencing gak? Nah itu ada sinyal yang memberikan kita ke otak kita bahwa kita butuh kencing nih. 

Ini udah penuh nih kandung kemihnya. 

Kebelet ya dok? 

Kebelet, kepingin. Biasanya kalau kandung kemih kosong, dia gak ada rasa kepingin-kencing. Nanti kalau udah produksi, kandung kemihnya terisi, biasanya di atas 150 mili udah mulai-mulai sampai 400 mili udah penuh gitu. 

Baru dia kasih tau, oh saya kepingin-kencing nih. Nah udah terasa seperti itu, baru dimulailah proses namanya berkemih. Kalau berkemih itu nanti ada tekanan dari kandung kemihnya, lalu si saluran bagian kemih itu pintunya terbuka ya keluarlah air kencing. 

Intinya seperti itu. Saat kencing itu kita bisa menilai sebetulnya yang baik itu seperti apa sih kencingnya. Jadi kita di toilet untuk laki-laki atau perempuan, jadi kita buka celana, mengeden sedikit, terus kencingnya lancar, keluar, tidak ada hambatan. 

Lalu terasa setelah selesai kencing, lampias, kosong gitu. 

Oh ini kencingnya bisa sampai keluar sampai tuntas. Terus kita bisa setelah selesai lihat ke toilet, ini kencingnya warnanya yang bagus seperti apa tadi. Apakah kita harus hati-hati juga ada, apakah jernih, ataukah ada darah, atau keruh, nah itu bisa mendadakan sesuatu yang gak bagus pada organ ginjal atau saluran kencing kita. 

Jadi kita bisa nilai satu dari pada saat kita berkemihnya, ada keluhan, gak ada. Kok ini waktu kencing jadi nyeri? Kok ini saya buka celana harus tunggu lama sih baru bisa keluar kencingnya? 

Atau saya baru kencing bentar harus balik lagi ke kamar mandi, itu gak lampias, itu menandakan ada sesuatu. Atau di samping itu kok warna, kencingnya sih lancar aja, gak ada masalah. Tapi waktu saya lihat di WC, kencingnya warnanya merah, atau kencingnya kok warnanya keruh, itu bisa menandakan sesuatu ada masalah di ginjal atau saluran kencing kita. 

Tadi dokter bilang kan kantong kita itu biasanya isinya itu 150-400an ya dok ya, kalau misalnya kemudian muncul hasrat ingin buang air kecil itu ya?! 

 Jadi kalau misalnya dalam keadaan seperti sekarang nih, kita gak ada rasa dorongan mau ke belakang untuk kencing, biasanya kosong. Nanti udah mulai ada isinya kan produksi terus dari ginjal, masuk ke kantong kami disimpen, biasanya udah 150 tuh udah mulai kerasa ada isi, tapi masih bisa ditahan. 

Biasanya kalau udah 150 ke atas sampai 400 isinya, biasanya sih kita gak ukur secara spesifik ya, tapi kita kan cuma bisa rasa aja nih ada nih gitu. Ada orang yang kencingnya gak bisa keluar sama sekali, macet kan karena tersumbat, apa karena prostat, apa karena batu tersumbat, waktu dipasang selang kencing keluarnya bisa setengah liter, 500 gitu bisa. 

Tadi aku tuh pengen tanya gini dong, di jumlah mililiter itu, mililiter air itu, itu normalnya berapa lama jeda orang pipis dari satu waktu ke waktu berikutnya? 

Biasanya sih jeda itu gak ada yang spesifik berjam ya. Semuanya tergantung dari konsumsi cairan kita. Konsumsi cairan kita itu merepresentasi nanti si kencing itu. 

Konsumsi cairan, lalu keadaan organ tubuh, keadaan tekanan darah itu juga nanti mempengaruhi. Keadaan konsentrasi darah, gula darah mempengaruhi juga. Jadi jumlah urin dan banyaknya kandungan di dalam urin itu dipengaruhi oleh banyaknya cairan yang kita konsumsi dan juga keadaan organ tubuh kita. 

Salah satunya yang paling sering ya tekanan darah. Kalau tekanan darahnya biasanya rendah, biasanya kencingnya orang-orang yang sedang dehidrasi itu, dia minum banyak kok masih kurang ya kencingnya. Butuh cairan lebih, terus kita lihat tekanan darahnya turun. Biasanya itu mempengaruhi juga. 

Tadi kan dokter juga bilang warna juga mempengaruhi ya dok. Itu bisa dijelasin nggak dok? Parameter warna itu dari yang sehat sampai sedang sampai yang nggak sehat itu seperti apa dok? 

Kalau kita mau menilai sendiri, misalnya dari warna urin kita bisa nilai apa aja sih. Yang pertama mulai dari warna urin yang bagus itu seperti apa. Kita bisa menilai kecukupan cairan kita. Misalnya kalau kita makin bagus minumnya, urin akan semakin, warnanya itu semakin bening, semakin putih. Kalau kita minumnya sedikit, urinnya akan semakin itu pekat. 

Jadi sama seperti kalau kita bikin kopi misalnya. Kalau kopinya banyak tapi airnya sedikit kan dia akan semakin kental ya si kopinya. Mirip-mirip kayak gitu. Jadi kalau kita minumnya semakin sedikit, biasa urin kita akan terlihat kok ini warna urinnya semakin kuning pekat. Nah itu menandakan kita kurang minum bisa. Itu dari warna ya. 

Terus yang kedua kalau dia kuning jernih itu warnanya bagus tuh. Kalau misalnya yang kedua ada warnanya kok warnanya pink atau merah atau berdarah. Itu mungkin ada sesuatu. Apakah ada batu ginjal yang bergerak terus menimbulkan berdarah atau ada benjolan tumor di saluran kemih menimbulkan berdarah atau infeksi juga bisa. Jadi ada beberapa keadaan yang bisa menyebabkan itu. Tapi itu kedua. 

Lalu yang ketiga kok warnanya kayak keruh. Seperti air cucian beras gitu. Nah itu kadang-kadang ada infeksi bisa menimbulkan reaksi radang. Jadi menimbulkan urinnya warnanya keruh gitu. Atau infeksi yang lama tuh bisa tuh seperti itu. 

Nah dok urin tuh kadang ya kalau pipis ada yang berbusa ada yang enggak gitu. Ya artinya itu gimana dok? 

Saya rasa kalau berbusa kita bedakan dulu memang itu berbusa karena kan kita lihatnya udah di toilet nih. Kalau memang kita lihat berbusa terus arahnya keruh apakah itu ada kebocoran protein atau apa ya bisa saja. 

Tapi atau di sisi lain memang berbusa karena akibat waktu terkena cairan di toilet jadi berbusa juga bisa. Jadi tetap kalau kita ragu memang paling objektif kita cek urin di lab. Ini berbusa atau memang keruh. 

Oh ternyata ada kebocoran protein. Oh ternyata ada infeksi. Nah itu bisa kita nilai dari periksa cek urin itu. Kalau kita mau make sure. 

Kalau kita bangun pagi kan langsung buang air kecil tuh ya. Pasti air kencing itu lebih pekat ya. Lebih berwarna. Lebih kuning gitu ya. Itu karena tadi memang aktivitas kita itu minimnya sedikit ya dok. Jadi enggak perlu khawatir kemudian kok ini tiba-tiba bangun pagi udah kuning gitu ya. Jangan-jangan ada apa-apa enggak ya dok. Kalau misalnya ibaratnya air kencing pagi itu memang normalnya seperti itu ya?

 

Iya betul. Kita misalnya tidurnya berapa jam? 8 jam, 10 jam. Ya itu kan kita enggak minum selama kita tidur. Itu bisa menyebabkan kencingnya jadi lebih pekat bisa. 

Terus dok ada gak sih pengaruh misalnya kita habis makan sesuatu terus pipisnya jadi berwarna gitu dok. Dipengaruhi enggak dari makanan?

Makanan-makanan tertentu bisa. Buah naga. Jadi intinya itu karena memang ginjal kan fungsinya untuk mengeluarkan zat yang kita udah tidak dianggap tubuh gak terpakai nih dibuang dari situ. Jadi kadang-kadang yang berwarna-berwarna minum vitamin C yang berlebihan dosisnya kuning atau vitamin kuningnya jadi kuning. Vitamin bisa. 

Nah salah satu juga penyakit yang sering orang keluhkan terkait dengan aktivitas kencing ini adalah infeksi saluran kencing ya dok ya. Infeksi saluran kemih gitu ya dok ya. Nah itu apa sih penyebabnya dok ya? Apa benar nih? Karena katanya banyak mitos dan faktanya juga ya dok ya. 

Katanya karena, lihat tadi intensitas buang air kecilnya yang tidak teratur, suka menahan pipis gitu ya dok ya. Sebenarnya apa penyebabnya dok? 

Ya kalau kita bilang infeksi biasanya adanya namanya bisa berupa bakteri, bisa berupa virus. 

Intinya ada invasi dari bakteri atau virus atau benda asing lah intinya gitu. Itu dinamakan infeksi saluran kemih diurin. Nah penyebabnya apa aja gitu. Nah penyebabnya bisa ditimbulkan dari arah luar ke dalam. 

Misalnya nih saluran kencing wanita kan deket-deketan sama lubang. Kalau kita lihat anatomi kemih wanita dia ada lubang kemih, saluran kencing, terus di bawahnya ada lubang vagina, lalu ada lubang BAB. 

Nah itu kan lubangnya berdekatan. Bisa kontaminasi bisa dari bakteri dari lubang daerah sana. Itu yang paling sering pada wanita tuh biasanya. Atau dari vagina juga bisa. 

Pernah ada konten di media sosial atau baca artikel tuh termasuk apa namanya WC duduk itu sekarang kan ada shower yang di belakangnya itu ya dok ya sama bersihnya itu, itu juga katanya berpotensi membuat jadi kotoran dari lubang anus kita itu ke atas gitu ya dok?! 

Ya biasanya kalau kita memberikan alirannya tuh dari lubang anus ke lubang kencing jadi alirannya dari belakang ke depan nah itu bisa kontaminasi. Makanya kadang-kadang disarankan kalau ada yang bilang kalau untuk ceboknya dari depan ke belakang katanya bisa menghindari bisa juga. Karena supaya nggak kontaminasi ya. 

Seperti itu berarti nggak usah dipakai ya dok? Jadi kalau showernya? 

Ya bisa, harusnya bisa diadjust sih. Karena ada yang bisa langsung ke arah lebih maju gitu yang bisa diadjust ada juga gitu. Ya itu yang jadi anatomi wanita lah itu yang sering memang infeksi itu lebih sering sejujurnya pada wanita gitu. 

Dok termasuk penggunaan kayak pantyliners atau kadang-kadang kan orang tuh juga nggak tau nih ya pantyliners mungkin perempuan iya ya tapi ada juga sebagian orang baik perempuan laki-laki tuh malas ganti celana dalem ya nggak sih? Nah itu ada bisa potensi juga nggak? 

Kalau menurut saya kalau secara langsung jadi infeksi saluran kencing sih nggak terlalu ya mungkin lebih ke arah daerah eksternal luarnya kulitnya lebih lembab atau terinfeksi bakteri di daerah kulit sekitar kemaluan genitalia gitu. Tapi kalau masuk ke dalem sih agak jarang khususnya wanita mungkin lebih mungkin kalau laki-laki lebih susah soalnya laki-laki tuh salurannya kan panjang dia untuk menginfeksi ke dalem akibat daerah-daerah luar agak lebih susah. Jadi pesannya buat wanita berarti ya lebih sering. 

 Tapi faktor gaya hidup mungkin nggak dok? Misalnya kayak makanan, minuman gitu ya ataupun mungkin jarang minum air putih gitu. 

Kalau berbicara yang mengenai infeksi dan fungsi ginjal ke dokter urologi pasti pesannya minumnya yang cukup konsumsinya. Balik lagi ke analogi yang tadi kalau misalnya minumnya kurang produksi kencing urinnya kan makin pekat. Nah pekat tuh undapannya makin banyak infeksi makin mudah terjadi. 

Kalau kita minumnya cukup terus urinnya makin bening, kencingnya makin sering kan infeksi juga terdorong jadi bisa menghindari terjadinya infeksi. Jadi kalau kita kurang minum pun kemungkinan infeksi juga lebih besar ya. 

Dan juga kurang gerak ya dok? 

Kurang gerak ya itu kalau misalnya nggak berhubungan langsung kalau kurang gerak tapi memang disarankan kalau udah duduk lama banyak bergerak juga. Karena kalau endapan itu udah ada di suatu posisi bagian tubuh kalau kita diamlah terus dia akan menetap di sana kan. Analoginya kira-kira seperti itu. 

Kalau kita bergerak, jalan-jalan diharapkan bisa dia nggak mengendap di bagian tubuh itu apa di ginjal atau di saluran. Dan itu orang-orang pekerja kayak kita ya. Duduk pager banget untuk ngambil minum. 

Dok, tapi biasanya ciri-ciri kita merasakan bahwa kita sedang mengalami infeksi ada infeksi di saluran kencing kita apa ya dok? 

Ya biasanya kita lihat timbul gejala. Gejalanya yang tadi yang awal-awal. 

Jadi waktu kita kemih kita sebenarnya belum terlalu penuh si kan kemihnya. Tapi udah kepengen kencing. Cuma waktu kita duduk di toilet atau kita lagi kencing kok keluarnya cuma sedikit. Itu bisa. Terus kencingnya harus mengedan karena nggak nyaman. Lalu ketiga ada waktu kencing terasa nyeri. 

Terus udah kencing selesai masih kepengen lagi kencing. Padahal udah keluar semua perasaan udah kosong ya. Jadi dindingnya ada rasa seperti itu karena iritasi infeksi di dinding kandung kemihnya atau saluran kencingnya bisa. Menyebabkan kita kepengen kencing walaupun udah kosong ya. Nah itu tanda-tandanya yang paling sering seperti itu. 

Apa ini yang disebut dengan anyang-anyangan itu dok? 

Ya bisa. Biasanya gitu. 

Tapi infeksi itu durasi sakitnya itu berapa lama? Atau seberapa serius gitu dok? 

Nah kalau membicarakan infeksi harus kita cari tahu dulu infeksinya oleh bakteri yang seperti apa. 

Kalau bakteri yang dilihat satu jumlahnya, dua bakterinya yang kuat apa yang ringan nih gitu. Kalau jumlah bakterinya yang nggak banyak dengan sensitivitas ke obat antibiotik juga ringan biasanya sih nggak lama bisa. Tapi ada juga jenis bakteria menginfeksi yang kuat. 

Jadi penyembuhannya butuh waktu lebih lama, minum obatnya juga jenisnya yang lebih kuat bisa. Jadi tergantung infeksinya oleh konsentrasi bakterinya berapa banyak koloninya dan juga dia sensitif nggak sama antibiotiknya. Atau dia yang udah multiple tidak sensitif atau resistant namanya gitu. 

Dok kadang tuh ya orang suka kalau sakit gitu ya dok males untuk takutlah untuk dibawa ke dokter dikasih tahu gitu. Nah dari dampak terparah dari ISK ini ada nggak dok? Kalau seandainya udahlah biarin aja didiemin gitu. Apakah bisa kencing nanah dok? 

Kalau misalnya ISK-nya dia ditimbulkan oleh misalnya kuman-kuman yang menyebabkan inflamasi nanah gitu bisa. Kalau didiemin terus dia bisa menyebabkan uretritis. 

Kalau didiemin terus apalagi pada laki-laki bisa menyebabkan penyempitan uretra atau saluran kemihnya. Jadi ya memang nggak boleh dianggap sepele penyakit infeksi apalagi kan bisa mengganggu aktivitas juga kan keluhan kencing itu. 

Dok tapi gejalanya cuma kayak tadi ya cuman lebih keanyangan-anyangan aktivitas kencing kita aja ya? Bukan kayak sampai mungkin apa perut mendadak sakit apa kayak ada yang nggak enak gitu ada sampai kayak gitu atau sekadang memang durasi? 

Dalam fase-fase yang berat infeksi bisa sampai nyeri perut bawah bisa. 

Sampai demam bisa atau ini dari awalnya di saluran kencing dikandung kemih lalu dia saking beratnya dia naik merambat ke arah ginjal sampai ginjalnya juga infeksi bisa juga. Jadi memang infeksi ini harus kita nggak boleh didiemin karena kalau dibiarin juga bisa menyebabkan gangguannya menyebar gitu atau demamkan sepsis juga bisa. 

Dok ada nggak durasi mungkin orang awam ini kayaknya udah berapa hari ini kondisi kayak gini periksa atau paling juga besok udah sehat? 

Biasanya sih kalau kondisinya masih bisa kita beraktifitas, masih bisa ditahan, coba aja minum yang banyak dulu satu dua hari. Tapi kita lihat kalau kita mau beraktifitas tuh sudah mengganggu banget ya. 

Mau ke kantor, mau lakukan aktivitas kerja udah nggak bisa, bener-bener mengganggu sebaiknya langsung cek. Jadi indikator yang paling, ya paling bagus sih jangan ditahan-tahan terus di cek gitu. Tapi kalau kita mau lihat seberapa berat ya kalau biasanya bener-bener udah mengganggu aktivitas nggak bisa ngapa-ngapain tuh biasanya berat tuh, baiknya di cek gitu. 

Patokannya sih gitu aja yang paling gampang. Kalau masih bisa melakukan perjalanan berjam-jam, bisa tahan kencing lama, nyerinya nggak terlalu mengganggu mungkin kemungkinan sih biasanya ringan ya. Tapi kalau benar-benar mengganggu aktivitas kita ya baiknya di cek langsung. 

Dok, tadi kan penyakit urin dan ginjal ini tuh kayak satu bagian yang tidak terpisah kan? Benar? Apalagi kalau salah ya dok? Nah, ketika kita mungkin mengalami infeksi saluran kemih, bisa nggak kemudian ujungnya muncul yang namanya batu ginjal gitu sih dok? Atau itu dua kondisi yang berbeda? 

 Jadi biasanya kalau infeksi itu bisa aja infeksi aja apalagi pada wanita tidak temukan batu ginjal gitu. 

Biasanya gitu. Tapi kalau kita memiliki kondisi batu ginjal atau batu saluran kencing hampir pasti biasanya ada infeksi gitu. Jadi bakterinya, infeksinya bersarang di endapan batu tersebut bisa. 

Jadi ada namanya infeksi pada wanita ya infeksi non-complicated, uncomplicated. Jadi infeksi aja isolated sendiri tanpa batu ginjal gitu. Atau ada juga infeksi yang komplikata. 

Jadi ada infeksi dengan adanya batu di saluran kemih juga bisa. Jadi ya kira-kira hubungannya seperti itu. Oke, batu di saluran kemih dan batu di ginjal. 

Bentuk batunya beneran batu? Dari mana ya dok? Warnanya? 

Warnanya macem-macem. Ada yang kuning kecoklatan kayak warna urine gitu di kita lihat ya. Atau ada yang warna hitam ada. 

Terus warna putih ada. Tergantung penyusunnya ya. Jadi batu ginjal, batu saluran kemih itu biasanya sering kandungannya itu kayak namanya oksalat, kalsium oksalat. 

Biasa kalau dari minum kopi, teh, coklat. Biasanya kandungannya itu bisa untuk membentuk batu ginjal. Atau yang jenis yang lainnya batunya terbentuk karena asam urat. 

Misalnya kita punya kondisi ini di cek asam uratnya kok tinggi ya. Ternyata waktu di USG ketemu batu ginjal ternyata kandungannya dari batu asam urat bisa. Jadi memang ada beberapa macam penyebab yang itu yang paling sering dua itu sih. 

Itu batu itu sebenarnya munculnya dari mana? Apa awalnya itu kayak bakteri atau lemak atau apa? 

Jadi waktu di produksi urine itu di proses kan ada cairan yang dikeluarkan dan juga kandungannya. 

Jadi kayak tadi pernah kali ngomongin kopi kan ada airnya sama ada kopinya. Ada endapannya yang kan mengandung di urine itu kan. Nah ketika urine itu endapannya terlalu banyak di dalam ginjal atau di saluran kencing, dia bisa mengkristal dan akhirnya berkumpul menjadi batu. 

Dan dibiarkan lama-lama akhirnya endapannya itu menjadi batu ginjal. Yang paling besar ada, yang besar sekali ada. Coba nanti di-google aja batu ginjal yang sering ditemuin, yang sebesar ginjal juga ada. 

Biasanya itu karena apa? Lebih ke makanan? Gaya hidup? 

Bisa makanan, bisa gaya hidup, bisa kurang minum, bisa manis-manis. Ya nggak secara langsung tapi bisa. Terus bisa juga bawaan memang pH urine-nya bawaan atau bawaan anatominya ada sesuatu yang menyebabkan timbulnya batu. 

Kalau dari minuman yang paling berdampak itu minuman seperti apa dong? 

Minuman itu tadi kopi, teh yang mengandung oksalat itu tadi. Kopi kekinian ya nggak pukul rata lah semua kopi kali ya. 

Itu mungkin nggak ketika orang kena batu ginjal dia juga kena batu kemih ya? 

Ya batu itu biasanya bisa terbentuk di ginjal atau di kandung kemih terbentuknya. Nanti kalau batunya terbentuk di ginjal, misalnya dia terdorong ke saluran kemih nah baru terasa gejala nyuri. 

Biasanya kadang-kadang kalau batu baru terbentuk biasanya tidak ada gejala apalagi di ginjal. Kalau misalnya tidak ada sumbatan penyumbatan saluran kencing di atas saluran ureter biasanya nggak ada gejala. Nah setelah batunya terbentuk terus batunya pindah ke saluran, saluran ureter itu yang dari ginjal ke kandung kemih biasanya baru timbul gejala. 

Nah gejalanya itu yang sering kita alami namanya sakit pinggang. Biasanya pasien selain gangguan kencing datang ke urologi juga kok ada keluhan sakit pinggang. Jadi dia curiga nih kok ada nyuri pinggang. 

Nyerinya, nyeri banget ya, nyuri kolik gitu. Jadi biasanya mendadak terus di belakang nih kiri atau kanan menjalar. Nah biasanya itu batunya tadinya di ginjal terus dia menyumbat, bisa timbul itu. 

Buat yang sakit-sakit pinggang ini hati-hati nih ya, jadi mulai sakit ya. Mendadak jadi sakit ya. Ini kasus batu ginjal ini tadi cirinya itu adalah pertama kayak ada yang nggak enak di pinggang gitu ya dok? 

Kalau yang pertama bisa tanpa gejala tadi, terus nyeri pinggang. 

Lalu kalau dia ada bersertai infeksi temannya bisa demam juga penyumbatannya. Lalu kalau dia pindah lagi ke arah saluran bawah, itu tadi saluran atas kan? Dia maju lagi ke saluran bawah bisa gangguan kencing, anyangan-anyangan bisa. 

Atau kencingnya jadi susah, atau kencingnya nyuri karena batunya udah ada di daerah bawah. Atau kencingnya berdarah. 

Cowok apa cewek yang paling banyak kena batu ginjal? 

Sebetulnya lebih banyak laki-laki tapi cewek juga ada aja. 

Salah satu pengobatan yang aku sering dengar soal batu ginjal itu adalah yang ditembak ya dok ya? Tapi kok banyak juga kasus yang sudah ditembak pun tetap ada gitu ya. Artinya dia memang nggak pernah bisa sembuh total ketika orang sudah pernah kena batu ginjal? 

 Jadi kalau kita punya riwayat sakit batu ginjal, udah diterapi, udah abis lah, udah di USG, udah tuntas. 

Kita memiliki resiko terbentuk lagi batu ginjal itu lebih besar 30% dibanding orang yang nggak pernah kena riwayat batu ginjal. Kira-kira gitu. Jadi lebih besar resikonya. 

Misalnya ibu pernah batu ginjal, ibu yang ini nggak pernah. Ibu resiko lebih besar. Jadi harus minumnya yang cukup sama rajin-rajin cek juga jangan-jangan timbul lagi ya batunya gitu. 

Pengobatannya selain ditembak obat? 

Jadi pengobatan batu ginjal itu tergantung dari satu letaknya ada di mana. Apakah di ginjal, saluran ginjal ureter, atau di kandung kemi, atau di saluran kencing bagian bawah. 

Itu posisi. Kedua ukuran. Batunya seberapa besar nih? 1 cm, 2 cm, atau yang milimeter. Nah berdasarkan itu nanti baru kita tentukan. Apakah operasinya harus, apakah terapinya harus obat aja, atau operasi, atau apa yang lainnya. 

Tadi ada yang ditembak, ada yang ini. Kalau misalnya memang batunya kecil sekali, kadang-kadang cuma milimeter, dan nggak ada penyumbatan pasir di ginjal, nggak ada tersumbat ya biasanya mau ditunggu aja, dibiarin dulu, observasi juga boleh. Tapi kalau batunya menimbulkan penyumbatan, biasanya kita ada terapi aktif gitu. 

Apa, mau ditembak dari luar, dari luar bisa namanya ESWL. Ditempel alatnya, alat USG sama X-ray, nanti kelihatan ginjalnya, terus dikasih getaran dari luar. Supaya batunya pecah gitu. 

Itu buat batu ginjal, batu ureter bisa. Cuma batunya nggak diambil. Udah pecah, yaudah kan kelihatan di USG-nya, X-ray. Nanti banyak minum, terus kita harapkan batunya bisa keluar. 

Itu ya ditembak dari luar. Ini batunya penyumbatan, tapi letaknya udah di bawah, terus penyumbatannya berat. Ini di ESWL nggak bisa nih. Jadi ditropong dari lubang kencing. Nah kalau ini harus dibius nih biasanya. Dari lubang kencingnya dimasukin kamera kecil. 

Ketemu batunya kan dari lubang kencing. Nah di laser ditembak juga tapi dari dalam. Sekalian batunya dikeluarin, dibersihin. Bisa cara itu. Atau batunya diginjal terus ukurannya besar juga. Bisa dioperasi PCNL. Atau bisa di-laser juga kayak yang tadi ya. Dari bawah kita masukin kameranya sampai ginjal. 

Jadi ya terapinya nanti disesuaikan. Kondisi pasiennya, lalu kondisi individu pasien, lalu kondisi anatominya, lalu batunya, ukurannya, letaknya di mana. 

Mitos dan Fakta Kesehatan Kandung Kemih 

Apakah jengkol sebabkan kristal di ginjal atau kandung kemih? 

Jengkol mitos kalau kristal. Memang kita kalau konsumsi jengkol yang tinggi bisa namanya intoxikasi ya. Tapi kalau dia menyebabkan kristal saya rasa sih nggak. Itu apa? Mitos aja. Bisa kayak orang keracunan ya. Kalau kita dosisnya terlalu banyak makan jengkol bahaya juga tuh. Tapi kalau kristal nggak ya. 

Terus menggunakan pakaian ketat. Nah biasanya nih suka ya nggak cewe ya celana jenis ketat gitu-gitu kan. Jamannya ini dok soalnya. Itu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih? 

Mitos. Mungkin pengaruhnya secara nggak langsung jadi meningkatkan kelembapan di daerah. Jadi yang tadi waktu kita bahas di bagian luarnya di daerah kemaluan bisa aja dia lebih infeksi. Tapi kalau secara langsung menimbulkan infeksi saluran kemih menurut saya nggak. 

Tapi menekan kantong kemih gitu dok? 

Menekan kantong kemih juga. Tapi nggak menimbulkan infeksinya kan. Infeksinya terjadi karena ada kontaminasi apakah dari mana gitu. 

Apakah ISK dapat sembuh sendiri? 

Untuk ISK yang ringan, nonkomplikata, kalau kita minumnya cukup bisa sembuh sendiri. 

Kalau naikin kaki ke atas gitu biar mengontrol aktivitas buang air kecil itu? Katanya gitu kalau kita udah anyang-anyangan atau gimana tuh? 

Mitos. Memang ada keadaan buat para wanita. Wanita tuh kalau proses berkemih kan dia otot panggulnya membuka nanti udah selesai kemih dia tutupkan pintunya gitu tuh. 

Ya ada senam-senam yang memperkuat supaya tetap kuat. Karena dia kalau udah mulai-mulai usia wanita apalagi udah menepos 60 tahun ke atas. Sering suka ngompol gitu kalau batuk atau apa. Nah itu ada tuh senamnya. Apakah itu termasuk senam itu saya nggak tahu juga ya. Cuman biasanya senam kayak, senam itu ada. 

Apakah sering berhubungan seks dok bisa sebabkan ISK? 

Jadi yang justru kita harus hati-hati dalam ISK ini adalah penularan lewat hubungan seksual. Jadi pertanyaannya bukan sering hubungan seksnya sering atau enggak. Tapi apakah partner hubungan seks kita itu mempunyai infeksi. Kalau kita berhubungan dengan orang yang sedang memiliki infeksi menular seksual atau ISK. Ya kita beresiko dong untuk tertular. 

 Kalau memang, kalau infeksi menular seksual kan infeksi kan berarti ada kumannya. Yang paling, kalau seksual biasanya selain bakteri bisa juga kita kena virus. Yang paling kita takutkan apa? Virus HIV, hepatitis yang melalui hubungan seksual, hepatitis B, hepatitis C gitu. Atau penyakit menular seksual yang berat. Seperti bakteri-bakteri yang sering kan. Bakteri gonorrhea, bakteri virus yang herpes. Itu banyak tuh kalau menular seksual. Ya partner kita terinfeksi bisa menularkan. Jangan berhubunganah seksual dengan berganti atau ini yang beresiko menularkan. Itu intinya.

https://youtu.be/eIwqbV1uzp0?si=x2eyLeiVwc4Mu_jR
Rekomendasi