Mataram, 16 Januari 2026 – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mengutamakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Imbauan ini disampaikan sesuai dengan anjuran kesehatan yang menyatakan ASI sebagai nutrisi terbaik dan paling aman bagi pertumbuhan bayi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa penggunaan susu formula sebaiknya hanya dilakukan jika memang diperlukan dan sesuai dengan indikasi medis yang jelas. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap informasi yang beredar luas di masyarakat dan media mengenai dugaan keberadaan toksin cereulide pada produk susu formula.
Dugaan toksin ini dikaitkan dengan produk susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1. Oleh karena itu, Dinkes Mataram menekankan kembali pentingnya ASI eksklusif sebagai pilihan utama untuk menjamin kesehatan dan keamanan bayi dari potensi risiko tersebut.
Advertisement
Advertisement
Bacillus cereus adalah jenis bakteri yang secara alami dapat ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk tanah, udara, dan bahan pangan. Meskipun sebagian besar strain bakteri ini tidak berbahaya, terdapat sebagian kecil strain yang dalam kondisi tertentu mampu menghasilkan toksin berbahaya atau menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia.
Salah satu toksin yang dihasilkan oleh bakteri ini adalah cereulide, yang dapat terbentuk dalam makanan atau minuman. Pembentukan toksin ini seringkali disebabkan oleh proses produksi, penyimpanan, atau distribusi yang tidak sesuai dengan standar kesehatan.
Hal yang perlu diwaspadai adalah sifat toksin cereulide yang tahan panas, sehingga tidak akan hilang meskipun produk makanan atau susu diseduh dengan air panas. Paparan toksin cereulide dapat memicu gejala keracunan makanan, seperti mual, muntah, dan nyeri perut.
Advertisement
Dalam kasus yang sangat jarang, bakteri bacillus cereus dalam bentuk hidup juga dapat menyebabkan infeksi serius seperti sepsis atau meningitis. Risiko ini terutama mengancam bayi baru lahir, bayi prematur, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah.
Advertisement
Mengingat potensi risiko kesehatan dari toksin cereulide, dr. H. Emirald Isfihan menegaskan bahwa risiko utama yang harus diwaspadai, khususnya pada bayi dan anak-anak, adalah dehidrasi akibat muntah berulang. Oleh karena itu, ASI eksklusif menjadi pilihan nutrisi yang paling aman dan lengkap untuk bayi.
Terkait dengan isu ini, masyarakat, termasuk para pemilik toko yang menjual produk susu formula, diimbau untuk memperhatikan informasi penarikan produk susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1. Informasi penarikan ini sangat krusial untuk mencegah penyebaran produk yang berpotensi terkontaminasi.
Apabila masyarakat menemukan atau memiliki produk dengan nomor batch yang sesuai dengan daftar penarikan, penggunaan produk tersebut harus segera dihentikan. Selanjutnya, laporan mengenai keberadaan produk tersebut wajib disampaikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Dinas Kesehatan setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kota Mataram, melalui Dinas Kesehatan Kota Mataram, terus melakukan pemantauan ketat dan berkoordinasi aktif dengan berbagai instansi terkait. Koordinasi ini juga melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama bayi dan anak-anak.
Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko dan memastikan bahwa setiap kasus yang terkait dengan dugaan toksin ini dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keamanan pangan dan kesehatan publik.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun selalu waspada terhadap informasi yang beredar. Penting bagi publik untuk hanya mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh instansi berwenang, seperti BPOM dan Dinas Kesehatan, guna menghindari kepanikan dan informasi yang tidak akurat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews