Jangan Panik! Ini Cara Cepat Atasi GERD Kambuh di Perjalanan Mudik Lebaran
Jika gejala GERD muncul saat mudik Lebaran, segera lakukan langkah pertolongan pertama seperti minum air putih hangat dan menghindari makanan pedas.
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat kembali muncul saat mudik Lebaran. Dalam situasi seperti ini, dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi, Hasan Maulahela, memberikan tiga langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan.
Pertama, Longgarkan Pakaian. Jika Anda mengenakan ikat pinggang atau pakaian yang ketat, segeralah untuk melonggarkannya. Tekanan yang dihasilkan pada perut dapat memperburuk aliran balik asam lambung, sehingga penting untuk menghindari pakaian yang terlalu ketat.
Kedua, Atur Posisi Duduk. Pastikan posisi duduk Anda tegak dan hindari membungkuk atau meringkuk. Jika memungkinkan, sandarkan punggung Anda sehingga posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut. Dengan cara ini, Anda dapat memanfaatkan gaya gravitasi untuk mencegah asam lambung naik lebih lanjut.
Ketiga, Lakukan Pernapasan Dalam. Cobalah untuk menarik napas melalui hidung dan mengeluarkannya perlahan melalui mulut. Teknik ini dapat membantu merelaksasi otot-otot di saluran cerna serta mengurangi rasa panik yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Mudik Lebaran memang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pasien GERD, terutama jika perjalanan dilakukan saat masih menjalankan ibadah puasa.
"Perubahan jam makan, kelelahan fisik, hingga stres selama di perjalanan sering kali memicu naiknya asam lambung. Karenanya, penting untuk mengetahui penanganan yang tepat jika kondisi GERD kambuh di perjalanan," kata dokter yang bertugas di RS Pondok Indah -- Pondok Indah dalam keterangan pers yang dikutip pada Selasa (17/3/2026).
Jika Situasi Tidak Membaik
Jika kondisi tidak membaik dan muncul gejala berat seperti nyeri ulu hati yang sangat parah disertai dengan muntah atau sesak napas, sebaiknya Anda tidak memaksakan diri. Segeralah berbuka puasa dengan air hangat, hindari air dingin atau es batu, dan konsumsi obat jika diperlukan. Selain itu, penting untuk menghindari makanan atau minuman yang dapat memperburuk keadaan Anda.
Hasan memberikan saran, "Namun, jika gejala GERD yang Anda alami tak berangsur pulih, segera kunjungi unit Emergency rumah sakit terdekat untuk penanganan yang tepat." Mengingat pentingnya kesehatan, sangat disarankan untuk mengetahui alamat-alamat rumah sakit di jalur mudik yang Anda lalui agar dapat segera mendapatkan bantuan medis jika diperlukan.
Beberapa Faktor Penyebab GERD Kambuh Saat Mudik
GERD, atau yang dikenal sebagai penyakit refluks asam lambung, merupakan gangguan pada sistem pencernaan yang ditandai dengan naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan.
Hal ini menyebabkan iritasi pada lapisan dalam saluran pencernaan yang dilalui oleh asam lambung. Ketika terjadi kekambuhan, penderita GERD biasanya merasakan rasa asam atau pahit di mulut, yang dikenal sebagai regurgitasi asam, serta sensasi perih atau rasa terbakar di bagian dada dan ulu hati, yang sering disebut heartburn. Selain itu, gejala lain yang sering dialami oleh pasien meliputi mual, muntah, perut kembung, nyeri dada, bahkan masalah pernapasan.
Selama perjalanan, kondisi GERD dapat dipicu oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah:
- Terburu-buru saat makan dan minum, terutama saat sahur atau berbuka puasa di perjalanan.
- Mengonsumsi makanan yang pedas, berlemak, atau minuman berkafein dalam jumlah berlebihan.
- Posisi duduk yang terlalu lama, yang dapat memberikan tekanan pada area perut dan mendorong asam lambung untuk naik.
- Stres dan kelelahan yang dialami selama perjalanan.