4 Tips Mudik bagi Penderita GERD agar Puasa Tetap Nyaman dan Lancar
Beberapa tips mudik bagi penderita GERD agar puasa tetap berjalan lancar. Simak empat cara berikut ini!
Masyarakat, termasuk pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), biasanya melakukan perjalanan mudik Lebaran sambil menjalankan puasa Ramadan.
Untuk memastikan perjalanan mudik aman dan puasa tetap lancar, dokter spesialis penyakit dalam yang juga merupakan subspesialis gastroenterologi hepatologi, Hasan Maulahela, memberikan beberapa tips.
1. Jangan Lewatkan Sahur
Selalu pastikan untuk sahur meskipun sedang dalam perjalanan. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat tinggi dengan porsi yang cukup. Usahakan untuk tidak terburu-buru saat makan dan minum agar pencernaan berjalan lancar.
2. Hindari 'Balas Dendam' Saat Buka Puasa
Ketika berbuka puasa, hindarilah kebiasaan 'balas dendam' dengan makan dalam porsi besar. Lebih baik mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering, daripada sekali makan besar yang bisa membuat lambung terkejut.
3. Jangan Tidur Usai Makan
Setelah makan, jangan langsung tidur. Berikan jeda minimal tiga jam setelah sahur atau buka puasa sebelum berbaring agar sistem pencernaan tidak terganggu.
4. Kelola Stres dengan Baik
Stres yang muncul akibat perjalanan macet dapat meningkatkan asam lambung, jadi penting untuk mengelola stres dengan baik. Cobalah untuk tetap tenang dan beristirahat secara berkala di rest area.
"Jangan biarkan GERD mengganggu perjalanan mudik Anda dan momen kebersamaan dengan keluarga saat Lebaran. Dengan menjaga pola makan dan melakukan deteksi dini melalui endoskopi, Anda tetap bisa menjalani mudik dan ibadah puasa dengan nyaman," ungkap dokter yang bertugas di RS Pondok Indah -- Pondok Indah dalam keterangan pers yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 18 Maret 2026.
Jika GERD Kambuh Saat Mudik
Hasan juga menambahkan bahwa jika GERD kambuh saat mudik, ada tiga langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan.
Longgarkan Pakaian
Jika Anda mengenakan ikat pinggang atau pakaian yang ketat, segera longgarkan. Tekanan pada perut dapat memperburuk aliran balik asam lambung.
Atur Posisi Duduk
Pastikan posisi duduk tegak dan hindari membungkuk atau meringkuk. Jika memungkinkan, sandarkan punggung dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut untuk memanfaatkan gaya gravitasi agar asam lambung tidak terus naik.
Lakukan Pernapasan Dalam
Tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan buang perlahan melalui mulut. Teknik ini dapat membantu merelaksasi otot saluran cerna dan mengurangi rasa panik yang mungkin memperburuk produksi asam lambung.
Jika situasi tidak membaik
Apabila kondisi tidak membaik dan muncul gejala berat seperti nyeri hebat di ulu hati yang disertai muntah atau sesak napas, sebaiknya Anda tidak memaksakan diri. Segeralah berbuka dengan air hangat, hindari air dingin atau es, dan konsumsi obat jika diperlukan.
Perlu diingat untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat memperburuk keadaan.
"Namun, jika gejala GERD yang Anda alami tak berangsur pulih, segera kunjungi unit Emergency rumah sakit terdekat untuk penanganan yang tepat. Penting untuk mengetahui alamat-alamat rumah sakit di jalur mudik yang Anda lewati," saran Hasan.
Beberapa faktor dapat memicu kambuhnya GERD saat mudik
GERD, atau yang dikenal sebagai penyakit refluks asam lambung, merupakan gangguan pencernaan yang terjadi ketika cairan asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi pada lapisan dalam saluran pencernaan.
Ketika mengalami kekambuhan, penderita GERD sering merasakan rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam) serta sensasi nyeri atau panas di dada dan area ulu hati (heartburn). Selain itu, mereka juga dapat mengalami mual, muntah, perut kembung, nyeri dada, bahkan masalah pernapasan.
Dalam perjalanan, sejumlah faktor dapat memicu kondisi GERD. Beberapa di antaranya adalah:
- Terburu-buru saat makan dan minum, baik saat sahur maupun berbuka puasa di perjalanan.
- Pola makan yang mencakup makanan pedas, berlemak, atau konsumsi minuman berkafein secara berlebihan.
- Posisi duduk yang terlalu lama, yang dapat menyebabkan tekanan pada perut dan mendorong asam lambung untuk naik.
- Stres dan kelelahan yang dialami selama perjalanan.