Hindari Gangguan Saraf di Usia Muda dengan Jalani Pola Hidup Sehat
Menerapkan pola hidup sehat di usia muda dapat mencegah gangguan saraf di kemudian hari, kata dokter spesialis saraf.
Gangguan saraf merupakan masalah kesehatan yang semakin umum dijumpai, tidak hanya pada usia lanjut tetapi juga di kalangan anak muda. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan saraf, termasuk gaya hidup yang tidak sehat, stres, dan penggunaan gadget yang berlebihan. Dilansir dari ANTARA, menurut dokter spesialis saraf RSPAD Gatot Subroto, Letkol CKM dr. Andrie Gunawan Sp.N F-NR, menerapkan perubahan pola hidup sehat di usia muda dapat mencegah gangguan saraf saat memasuki usia lanjut.
“Kalau kita mau hidup sehat, ya berpola hidup sehat. Pola hidup sehat apa saja? Mulai dari pola makan, pola minum, pola tidur, pola pikir, pola gerak meliputi termasuk olahraga. Ini lima pola hidup sehat yang seimbang,” kata Andrie saat ditemui media pada acara peresmian alat terapi demensia Transcranial Pulse Stimulation (TPS) di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
Ia menekankan pentingnya mengontrol lima pola tersebut, karena pergeseran pola penyakit dari usia tua ke usia muda semakin nyata. Saat ini, penyakit degeneratif seperti stroke dan demensia tidak lagi hanya ditemukan pada orang tua, tetapi juga pada individu yang masih muda.
Faktor Risiko Gangguan Saraf di Usia Muda
Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan saraf di usia muda antara lain:
- Gaya Hidup Tidak Sehat: Kebiasaan seperti kurang olahraga, pola makan buruk, kurang tidur, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan saraf.
- Stres: Tekanan dari pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dapat memicu stres kronis yang merusak saraf.
- Penggunaan Gadget Berlebihan: Aktivitas berulang seperti menggunakan gadget dalam waktu lama dapat menyebabkan tekanan pada saraf.
- Pekerjaan dengan Gerakan Berulang: Pekerjaan yang menuntut gerakan berulang dapat memicu gangguan saraf.
- Diabetes: Penderita diabetes memiliki risiko tinggi terkena neuropati.
- Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan gangguan saraf juga meningkatkan risiko.
Cara Mencegah Gangguan Saraf di Usia Muda
Pencegahan gangguan saraf dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya omega-3, vitamin B1, B6, B12, dan magnesium. Perbanyak buah, sayur, dan kacang-kacangan, serta batasi makanan olahan.
- Olahraga Teratur: Lakukan olahraga ringan hingga sedang secara teratur, minimal 30 menit per hari.
- Istirahat Cukup: Tidur 7-9 jam per malam dan matikan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.
- Kelola Stres: Temukan cara untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau melakukan hobi.
- Hindari Merokok dan Alkohol: Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol.
- Jaga Berat Badan Ideal: Menjaga berat badan ideal dapat mengurangi risiko gangguan saraf.
- Periksa Kesehatan Secara Berkala: Rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memantau kesehatan saraf.
Gejala Awal Gangguan Saraf
Penting untuk mengenali gejala awal gangguan saraf, seperti:
- Kesemutan
- Kebas
- Kram
- Mudah lelah
- Sering lupa
- Gangguan konsentrasi
- Gangguan gerakan
- Sakit kepala
Jika Anda mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Andrie menambahkan, jika sel dalam otak banyak mengalami kerusakan akibat pola hidup yang tidak sehat, risiko terjadinya gangguan saraf akan lebih cepat. “Endingnya kalau degeneratif ini banyak yang mengalami kerusakan mulai lah menimbulkan suatu gejala, kumpulan gejala itulah yang akhirnya menjadi suatu demensia,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk memperbaiki pola hidup sejak dini agar tidak mengalami demensia yang parah di usia lanjut. “Mawas diri dan perbaiki pola hidup agar saat memasuki usia lanjut tidak mengalami demensia yang memengaruhi kualitas hidup,” tutup Andrie.