6 Manfaat Talas atau Umbi Keladi untuk Kesehatan, Ketahui Cara Tepat Mengonsumsinya
Talas tidak hanya berguna sebagai bahan makanan, tetapi juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh karena kandungan nutrisi yang kaya senyawa esensial.
Umbi keladi, yang juga dikenal sebagai talas, merupakan tumbuhan umbi-umbian yang sering disebut sebagai singkong raksasa (Colocasia esculenta). Selain itu, tumbuhan ini memiliki nama lain seperti keladi, kimpul, dan suweg. Asal usul talas berasal dari Asia Tenggara dan India Selatan, namun kini tanaman ini dapat ditemukan tumbuh subur di berbagai wilayah seperti Afrika, Amerika, dan Asia. Di Indonesia, talas tidak hanya berfungsi sebagai bahan makanan, tetapi juga merupakan bagian penting dari warisan kuliner lokal. Talas mudah diperoleh karena dapat ditanam di hampir semua daerah di tanah air. Selain sebagai sumber pangan, talas juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini disebabkan oleh kandungan nutrisi yang dimiliki oleh talas, yang kaya akan senyawa penting.
Setiap porsi talas yang dimasak seberat 150 gram mengandung sekitar 150 hingga 200 kalori. Selain itu, talas juga menyimpan berbagai nutrisi penting seperti serat sebanyak 5 hingga 7 gram, protein 4 gram, kalsium 15 hingga 170 miligram, kalium 450 hingga 600 miligram, magnesium 30 hingga 50 miligram, dan fosfor 60 hingga 70 miligram. Umbi ini juga kaya akan antioksidan, karbohidrat kompleks, serta vitamin C, vitamin B, vitamin A, dan mineral seperti zat besi dan tembaga. Dengan beragam nutrisi tersebut, talas tidak hanya menyenangkan selera tetapi juga berkontribusi besar dalam menjaga kesehatan serta fungsi organ tubuh. Menurut informasi dari situs resmi Pemprov Jambi dan sumber lainnya, berikut adalah enam manfaat kesehatan dari talas.
1. Meningkatkan Energi Talas memiliki indeks glikemik rendah, menjadikannya pilihan ideal untuk meningkatkan energi tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang mendadak. Oleh karena itu, banyak atlet yang memilih talas sebagai bagian dari menu mereka saat persiapan kompetisi.
2. Meningkatkan Kesehatan Mata Kandungan antioksidan seperti beta-karoten dan cryptoxanthin dalam talas tidak hanya memberikan warna pada umbinya, tetapi juga berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Senyawa-senyawa ini melindungi mata dari radikal bebas yang dapat menyebabkan masalah seperti degenerasi makula atau katarak.
3.Membantu Menurunkan Berat Badan
Talas, yang kaya akan serat dan karbohidrat kompleks, dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Dengan demikian, talas membantu mengurangi keinginan untuk ngemil atau mengonsumsi makanan yang tinggi kalori, sehingga mendukung upaya menjaga berat badan ideal. Selain itu, talas juga sering dipilih sebagai bahan makanan oleh mereka yang sedang menjalani program diet.
4. Mengontrol Gula Darah
Talas memiliki kandungan serat dan pati resisten yang berfungsi dalam pengendalian gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa serat dapat memperlambat proses pencernaan serta penyerapan karbohidrat, sehingga kadar gula darah tidak meningkat secara mendadak, yang membuatnya cocok untuk penderita diabetes.
5. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Kandungan serat dan pati resisten dalam talas berperan dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Konsumsi serat yang tinggi berkaitan erat dengan pengurangan risiko penyakit jantung. Selain itu, pati resisten juga berkontribusi dalam menurunkan kadar kolesterol, yang berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa potasium yang terdapat dalam talas dapat membantu mengatur detak jantung serta tekanan darah. Potasium berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah dengan mengurangi dampak natrium di dalam tubuh.
6.Memperlambat Penuaan
Penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan, seperti vitamin A, C, dan E, serta polifenol, berperan penting dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit dan memperlambat proses penuaan. Selain itu, talas juga kaya akan protein, bebas gluten, tidak mengandung kolesterol, dan memiliki kandungan sodium yang rendah.
Walaupun talas menawarkan banyak manfaat kesehatan, penting untuk mengonsumsinya dengan cara yang tepat dan bijaksana. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: Pertama, pastikan talas dicuci dengan bersih dan dimasak dengan baik sebelum dikonsumsi. Ini penting untuk menghindari risiko kontaminasi dan memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Kedua, seperti halnya makanan lainnya, sebaiknya konsumsi talas sesuai dengan kebutuhan harian Anda. Mengonsumsi makanan secara berlebihan, termasuk talas, dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Ketiga, meskipun talas memiliki banyak manfaat, penting untuk menjaga keberagaman dalam pola makan. Gabungkan talas dengan berbagai jenis makanan lain yang seimbang untuk memastikan asupan nutrisi yang lengkap. Keempat, talas dapat diolah menjadi berbagai jenis hidangan, mulai dari rebusan, oseng-oseng, hingga keripik. Pilihlah metode pengolahan yang sehat agar Anda dapat memaksimalkan manfaat kesehatan yang diperoleh.
7.Makanan yang Cocok untuk Pasien Diabetes
Talas adalah sumber karbohidrat yang kaya akan energi. Menariknya, umbi-umbian ini sangat baik untuk dikonsumsi oleh pasien diabetes. "Talas menjadi istimewa karena indeks glikemiknya yang rendah yakni dibawah 55. Artinya talas baik untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes," ucap pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, seperti yang dikutip dari kanal Health Liputan6.com pada Rabu, 22 Januari 2025. Indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dapat mempengaruhi kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi tidak disarankan untuk pasien diabetes.
"Talas memang mengandung karbohidrat, tetapi ia tidak akan langsung berubah menjadi gula dalam tubuh. Itu yang membuatnya baik dikonsumsi penderita diabetes," jelas Ahmad dalam acara Jelajah Gizi 2019 yang diselenggarakan bersama Danone Indonesia di Bogor, Jawa Barat. Selain itu, talas juga mengandung protein meskipun dalam jumlah yang sedikit. Meskipun harganya terjangkau, talas tetap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Selain menjadi sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah, talas juga dapat membantu melancarkan sistem pencernaan. Hal ini disebabkan oleh kandungan serat yang cukup tinggi dalam talas. "Talas bisa mencukupi sekitar 10 persen serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Serat yang terkandung di dalam talas juga sebagian bersifat probiotik, yang berfungsi untuk menghimpun bakteri baik bagi pencernaan," tambah Ahmad.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4362086/original/043378800_1679041132-Cerita_akhir_pekan.jpg)