10 Kandungan pada Label Nutrisi yang Harus Dicermati dan Dihindari saat Berbelanja
Pada label nutrisi di makanan yang kita temui, terdapat sejumlah kandungan yang perlu dihindari.
Saat berbelanja di supermarket, Anda mungkin sering memeriksa label nutrisi untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kalori, mendukung berat badan ideal, dan mengandung nutrisi yang bermanfaat. Namun, ada satu bagian penting yang sering terlewat: daftar kandungan bahan. Padahal, informasi ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam mengenai manfaat dan potensi risiko dari produk yang Anda beli.
Makanan kemasan memang menawarkan kemudahan, rasa yang menggoda, dan kadang-kadang nutrisi yang diperlukan. Namun, untuk menciptakan rasa, warna, dan umur simpan yang menarik, produsen sering menggunakan bahan tambahan yang patut diwaspadai. Dilansir dari Eat This, berikut adalah 10 kandungan pada label nutrisi yang harus Anda cermati dan hindari demi kesehatan Anda:
1. Sirup Jagung Tinggi Fruktosa (High Fructose Corn Syrup)
Bahan ini sering ditemukan dalam minuman bersoda, jus, buah kalengan, sereal, dan produk susu. Sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) digunakan sebagai pemanis murah yang juga membantu menjaga tekstur dan kelembapan makanan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi HFCS dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik.
The American Heart Association merekomendasikan pembatasan gula tambahan, termasuk HFCS, hingga kurang dari 25 gram per hari untuk wanita dan 36 gram per hari untuk pria. Membaca label nutrisi dengan cermat adalah langkah penting untuk menghindari bahan ini.
2. Natrium Nitrit
Bahan ini biasanya ditemukan dalam daging olahan seperti sosis, dendeng, dan daging BBQ. Natrium nitrit digunakan untuk mempertahankan warna alami daging, tetapi juga dapat menghasilkan senyawa karsinogenik yang meningkatkan risiko kanker.
Kini, banyak merek menawarkan daging olahan bebas nitrat. Pilihan ini lebih aman dan layak dipertimbangkan untuk menjaga kesehatan.
3. Pewarna Makanan Merah No. 3 (Red No. 3)
Pewarna ini sering digunakan dalam makanan dan minuman untuk menciptakan warna yang menarik, terutama pada produk anak-anak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pewarna ini dapat meningkatkan risiko tumor tiroid pada hewan. Di beberapa negara, pewarna ini telah dilarang dalam produk kosmetik.
Sebaiknya, hindari produk dengan pewarna makanan buatan dan pilih makanan yang menggunakan pewarna alami.
4. Titanium Dioksida
Bahan ini sering digunakan dalam makanan berwarna putih seperti krimer kopi, permen karet, dan puding. Walaupun sudah dilarang di Eropa, titanium dioksida masih banyak digunakan di beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat.
Penelitian menunjukkan bahwa titanium dioksida dapat terakumulasi dalam tubuh dan berpotensi merusak DNA serta kromosom. Hingga ada regulasi yang lebih tegas, lebih baik menghindari bahan ini.
5. Tert-Butylhydroquinone (TBHQ)
TBHQ adalah bahan pengawet yang sering ditemukan dalam makanan ringan, sereal, dan kerupuk. Penelitian menunjukkan bahwa bahan ini dapat meningkatkan risiko tumor pada hewan. The Center for Science in the Public Interest (CSPI) merekomendasikan untuk menghindari TBHQ demi kesehatan jangka panjang.
6. BHA dan BHT
BHA (Butylated Hydroxyanisole) dan BHT (Butylated Hydroxytoluene) adalah pengawet yang sering digunakan untuk mencegah lemak pada makanan menjadi tengik. Meskipun FDA menyatakan kedua bahan ini aman dalam batas tertentu, penelitian menunjukkan bahwa BHA dapat meningkatkan risiko kanker pada manusia. Beberapa produsen kini beralih menggunakan vitamin E sebagai alternatif pengawet yang lebih aman.
7. Aspartam
Aspartam adalah pemanis buatan yang sering ditemukan dalam soda, minuman energi, dan produk rendah gula. Penelitian menunjukkan bahwa aspartam dapat menyebabkan efek samping ringan seperti sakit kepala hingga risiko yang lebih serius seperti intoleransi insulin dan gangguan mikrobiota usus. Dengan adanya banyak kontroversi tentang keamanan aspartam, membatasi konsumsinya adalah langkah bijak.
8. Kalium Bromat
Bahan ini sering digunakan dalam tepung dan produk roti untuk meningkatkan volume dan tekstur. Meskipun sebagian besar kalium bromat berubah menjadi senyawa yang lebih aman selama proses pemanggangan, sisa yang tidak terurai dapat meningkatkan risiko kanker.
Di banyak negara, kalium bromat telah dilarang. Periksa label dengan cermat dan hindari produk yang mengandung bahan ini.
9. Acesulfame Potasium (Ace-K)
Ace-K adalah pemanis nol kalori yang sering digunakan dalam permen karet, minuman diet, dan permen rendah gula. Penelitian awal menunjukkan bahwa bahan ini mungkin bersifat karsinogenik. Hingga ada penelitian lebih lanjut, lebih baik mengurangi konsumsi produk yang mengandung Ace-K.
10. Pewarna Karamel (Caramel Coloring)
Pewarna karamel sering ditemukan dalam soda, makanan panggang, dan daging olahan. Pewarna ini, terutama yang diproduksi menggunakan amonia, dapat menghasilkan senyawa yang meningkatkan risiko kanker paru-paru dan leukemia pada hewan. Jika Anda mengonsumsi soda atau produk dengan pewarna karamel setiap hari, risiko paparan senyawa berbahaya ini akan meningkat.
Memilih makanan kemasan memang tidak bisa dihindari sepenuhnya dalam kehidupan modern. Namun, mengetahui kandungan berbahaya pada label nutrisi dapat membantu Anda membuat pilihan yang lebih sehat. Mulailah dengan membaca daftar bahan dengan teliti sebelum membeli produk apa pun. Hindari bahan-bahan yang telah terbukti memiliki dampak negatif bagi kesehatan Anda.