Heboh Tentang Karmin, Ini 11 Pewarna yang Berbahaya dan yang Perlu Diketahui Tentang Pewarna Makanan

Pewarna makanan memang menarik dan menggugah selera. Namun perlu kehati-hatian dan ketelitian dalam melihat lebel makanan menghindari zat pewarna berbahaya.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Heboh Tentang Karmin, Ini 11 Pewarna yang Berbahaya dan yang Perlu Diketahui Tentang Pewarna Makanan
Heboh Tentang Karmin, Ini 11 Pewarna yang Berbahaya dan yang Perlu Diketahui Tentang Pewarna Makanan (Merdeka.com)
Pewarna makanan, seni rupa yang menjadikan hidangan lebih menarik dan menggoda.
Dok. Istimewa

Namun, di balik keindahannya, pewarna makanan dapat menyimpan risiko kesehatan yang serius. Inilah mengapa Moms perlu memahami perbedaan antara pewarna makanan yang aman dan yang berbahaya.

Pewarna Makanan: Menghias Hidangan dengan Aman
Dok. Istimewa

Pewarna makanan, baik alami maupun sintetis, digunakan untuk mempercantik tampilan makanan dan minuman. Pastikan bahwa semua jenis pewarna ini diatur ketat oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum digunakan.

Kategori Pewarna Makanan: Alami vs. Sintetis
Dok. Istimewa

Pewarna makanan dibagi menjadi dua kategori utama: alami dan sintetis. Pewarna alami berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, atau sumber alami lainnya, sementara pewarna sintetis dibuat secara laboratorium.

Menurut BPOM, pewarna alami adalah bahan tambahan pangan yang berasal dari sumber-sumber alami. Karoten, klorofil, dan antosianin adalah contoh pewarna alami yang sering digunakan. Penggunaannya dianggap lebih aman dan minim efek samping.

1. Karoten (merah tua, kuning, atau jingga)
Pewarna alami dari buah atau sayur seperti wortel, ubi merah, dan labu. Larut dalam lemak, cocok untuk produk susu.

2. Klorofil (hijau)
Ditemukan pada tumbuhan hijau seperti bayam dan daun mint. Penting dalam proses fotosintesis.

3. Antosianin (ungu dan biru)
Didapatkan dari buah seperti anggur dan blueberi. Larut dalam air, ideal untuk membuat agar-agar dan minuman.

Pewarna Makanan yang Berbahaya
Dok. Istimewa

Meskipun banyak pewarna makanan yang aman, ada 11 jenis yang perlu dihindari.

1. Auramin<br>Bubuk kuning cerah yang sering digunakan dalam tekstil, cat, dan kertas. Terkait dengan risiko kanker hati dan tumor kandung kemih.
Dok. Istimewa

2. Allura Red (Red 40)
Mengandung benzidin, yang dikaitkan dengan karsinogen. Berpotensi menyebabkan alergi, intoleransi makanan, dan kerusakan otak. Di restoran cepat saji, allura red banyak digunakan untuk campuran bahan pembuatan es krim, gelato, jus, kue, dan makanan manis lainnya.

4. Black 7984
Digunakan dalam kosmetik, namun dihentikan penggunaannya karena dapat menyebabkan reaksi alergi dan intoleransi aspirin.

6. Kuning Metanil (Metanil yellow)
Dapat menyebabkan iritasi saluran cerna dan dihubungkan dengan kanker kandung kemih. Pewarna ini banyak digunakan untuk cat, kertas, dan benda berbahan kulit hewan.

7. Rhodamine B<br>Digunakan dalam makanan seperti kerupuk dan kue. Dapat menyebabkan keracunan dan munculnya sel-sel kanker. Zat warna rhodamine B biasanya digunakan untuk&nbsp;zat warna tekstil, sabun, plastik, dan kayu.
Dok. Istimewa

8. Scarlet GN
Dulunya zat pewarna jenis ini bisa digunakan sebagai pewarna makanan. Namun, karena berpotensi karsinogenik kini zat pewarna ini dilarang. Tapi zat pewarna Scarlet GN beberapa masih digunakan sebagai bahan pembuatan obat dan produk kecantikan.

10. Violet B6
Bersifat karsinogenik dan dapat memicu kanker, karena zat warna ini diperuntukan memberikan warna ungu untuk pada bahan tekstil, cat, dan tinta.

Zat warna Yellow 5 atau yang lebih dikenal dengan Tartrazin memiliki banyak efek negatif terhadap tubuh, seperti menimbulkan alergi dan merusak sistem informasi sel. Sedangkan pada anak-anak tartrazine bisa menghambat penyerapan zinc, mengganggu tumbuh-kembang, dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu juga bisa melemahkan memori, daya ingat dan kemampuan konsentrasi anak.

Penting bagi orangtua untuk mengambil langkah-langkah pencegahan agar anak-anak terhindar dari pewarna makanan berbahaya.

2. Pewarna Homemade
Buat pewarna alami dari bahan dapur untuk menghindari pewarna makanan berbahaya.

4. Berikan Pilihan Sehat
Ajari anak-anak tentang pilihan makanan dan minuman sehat, hindari makanan berwarna cerah yang mungkin mengandung pewarna berbahaya.

Sekarang Anda memiliki panduan lengkap tentang pewarna makanan. Pilih yang aman dan sehat untuk keluarga tercinta!
Dok. Istimewa
Rekomendasi