Wagub Gorontalo Minta Satpol PP Tegas dan Bijaksana, Soroti Pendekatan Humanis
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah menekankan pentingnya Satpol PP Gorontalo bersikap tegas namun humanis dalam menjalankan tugas, terutama saat penertiban pedagang kecil.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di wilayahnya untuk senantiasa bersikap tegas sekaligus bijaksana. Pernyataan ini disampaikan usai membuka Pelatihan Dasar Satuan Polisi Pamong Praja Angkatan I di Gorontalo pada Senin (01/12) lalu.
Idah Syahidah menyoroti peran Satpol PP yang semakin strategis dalam menjaga ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, serta penegakan peraturan daerah (perda). Oleh karena itu, tugas mereka tidak hanya menuntut ketegasan dalam menegakkan aturan, tetapi juga kemampuan menjaga harmoni sosial.
Pelatihan dasar ini diharapkan mampu membekali para anggota Satpol PP dengan kompetensi teknis dan karakter yang kuat. Hal ini penting agar mereka dapat menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi, serta mampu menghadapi berbagai dinamika di lapangan secara efektif.
Tugas Strategis Satpol PP: Ketegasan dan Kebijaksanaan
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Idah Syahidah menggarisbawahi bahwa Satpol PP memiliki peran vital sebagai garda terdepan pemerintah daerah. Mereka bertanggung jawab langsung terhadap penegakan perda dan menjaga ketertiban, yang memerlukan keseimbangan antara ketegasan dan kebijaksanaan dalam setiap tindakan.
Idah menjelaskan bahwa situasi di lapangan seringkali menuntut keputusan yang tidak mudah, di mana ketegasan harus diimbangi dengan pendekatan yang humanis. “Mampu tegas tanpa harus keras, dan mampu manis tanpa harus kehilangan wibawa,” tegasnya, memberikan arahan jelas kepada para peserta pelatihan.
Peran Satpol PP tidak hanya sebatas penegak hukum, melainkan juga sebagai fasilitator yang memastikan pelayanan publik berjalan sesuai nilai-nilai kemasyarakatan. Ini menunjukkan bahwa tugas mereka melibatkan dimensi sosial yang mendalam, menuntut kepekaan dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat.
Pendekatan Humanis dalam Penertiban Pedagang
Salah satu poin penting yang ditekankan Idah Syahidah adalah penerapan pendekatan humanis, khususnya saat berinteraksi dengan para pedagang kecil. Ia mengingatkan bahwa tugas penertiban harus tetap dilakukan sesuai aturan, namun tetap mengedepankan empati dan rasa kemanusiaan.
Wakil Gubernur memberikan contoh konkret mengenai penertiban pedagang. “Kalau ada pedagang yang memohon saat dagangannya ditertibkan, lakukan dengan manusiawi. Mereka juga mencari nafkah dan modal itu tidak mudah. Kita harus tegas, tapi tetap humanis,” ujarnya, menekankan pentingnya memahami kondisi ekonomi masyarakat.
Arahan ini bertujuan agar setiap tindakan penertiban tidak menimbulkan gejolak sosial atau merugikan masyarakat kecil secara berlebihan. Satpol PP diharapkan dapat menemukan solusi yang adil dan berimbang, menunjukkan wajah pemerintah yang peduli dan responsif terhadap warganya.
Membangun Karakter dan Kompetensi Aparatur
Pelatihan Dasar Satpol PP Angkatan I ini bukan sekadar ajang peningkatan kompetensi teknis, melainkan juga berfokus pada pembangunan karakter kepemimpinan, kedisiplinan, moralitas, dan integritas. Idah Syahidah mengingatkan bahwa Satpol PP adalah wajah pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari.
Pelatihan ini diikuti oleh 40 PPPK Paruh Waktu dan diinisiasi oleh BPSDM Provinsi Gorontalo. Berlangsung selama enam hari, mulai 1 hingga 6 Desember 2025, pelatihan ini menggunakan berbagai metode pembelajaran. Metode tersebut meliputi tatap muka, ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, role play, latihan lapangan, serta sesi pembelajaran daring.
Narasumber dan fasilitator yang terlibat berasal dari berbagai instansi kredibel, termasuk BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Perlindungan Masyarakat, Dinas Satpol PP Provinsi Gorontalo, serta instruktur dari Kepolisian Daerah Gorontalo. Kehadiran mereka menjamin materi yang disampaikan relevan dan berkualitas.
Idah Syahidah berharap para peserta dapat menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperluas wawasan, dan memperkuat karakter aparatur. Tujuannya adalah menciptakan Satpol PP yang tangguh dan siap menghadapi berbagai situasi di lapangan dengan profesionalisme tinggi.
Sumber: AntaraNews