Survei Terbaru LSI Denny JA: Mayoritas Pemilih Partai Menolak Usulan Pilkada Dipilih DPRD
Mayoritas konstituen partai menolak wacana pilkada DPRD.
Hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia Denny JAc menunjukkan mayoritas masyarakat pemilih atau konstituen partai politik tidak setuju usulan Pilkada dipilih oleh DPRD.
Survei terbaru dirilis pada Rabu (7/1) Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adrian Sopa, mengatakan, berbeda dengan elite Parpol, akar rumput tidak setuju usulan tersebut.
“Misalnya Gerindra, mayoritas bahkan angkanya lebih tinggi, 74,5 persen tidak setuju sama sekali. Kemudian PDIP, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, 57 persen tidak setuju sama sekali. Begitu juga dengan PKB, 67,5 persen menyatakan tidak setuju, kurang setuju terhadap pilkada DPRD. Kemudian Partai Gokar, sebagai partai yang dianggap atau yang mengusulkan ide ini, itu ternyata di pemilih-pemilihnya juga menyatakan penolakan atau kurang setuju,” kata Adrian dalam survei daring.
Adrian menyebut, mayoritas konstituen partai menolak wacana pilkada DPRD. Bahkan, Pemilih Prabowo Subianto juga mayoritas menolak Pilkada DPRD.
“Data ini memperlihatkan bahwa apa yang disuarakan oleh pemimpin elit-elit partai itu ternyata belum diamini oleh grassroots atau pemilih-pemilih partai yang bersangkutan,” tegas dia.
Hasil Lengkap Survei LSI Denny JA
Sebelumnya, sebanyak 66,1% respoden menyatakan menolak usulan tersebut. “Hasilnya, 66,1% menyatakan kurang setuju, tidak setuju atau tidak setuju sama sekali. Kemudian ada 28,6% menyatakan setuju atau sangat setuju. Kemudian 5,3% menyatakan tidak tahu, tidak jawab,” kata Adrian dalam rilis daring, Selasa (7/1).
Menurut Adrian, angka penolakan tersebut tinggi sebab di atas 65%. Jadi dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65% menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” kata dia.
Adrian menyebut, dalam opini publik, ketika melewati batas 60% dari pada persetujuan publik itu berarti efeknya itu sudah besar.
“Jadi 66,1% adalah angka yang besar ya, publik tidak setuju Pilkada dipilih DPRD,” pungkasnya.
Adapun survei dilakukan dengan metode Multi-stage Random Sampling melibatkan 1200 responden. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Sementara margin off error + 2.9 % dan waktu pengumpulan data pada 10-19 Oktober 2025.