Pilkada Langsung
-
Politik •Ketum PPP Mardiono Tanggapi Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Pilihan RakyatKetua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan Pilkada Langsung tetap dilaksanakan. Simak pandangan lengkapnya mengenai keputusan penting ini yang mengukuhkan kedaulatan rakyat.
-
News •Aktivis dan Akademisi Tasikmalaya Bahas Opsi Pilkada Lewat DPRDAktivis menilai bahwa perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD harus dipikirkan dengan matang, mengingat biaya politik yang tinggi.
-
Politik •SOKSI Dorong Pilkada lewat DPRD: Evaluasi Dua Dekade Pilkada LangsungOrganisasi sayap Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), mendorong wacana pemilihan kepala daerah atau Pilkada lewat DPRD sebagai bentuk evaluasi atas pelaksanaan Pilkada langsung yang telah berjalan sekitar dua dekade.
-
Politik •PDIP Tegaskan Pertahankan Pilkada Langsung dan Dorong E-voting untuk EfisiensiPDIP secara tegas menyatakan komitmennya untuk mempertahankan Pilkada Langsung demi kedaulatan rakyat, sekaligus mendorong penerapan E-voting sebagai solusi efisiensi biaya politik dan penguatan integritas penyelenggara.
-
News •Hardiyanto Kenneth: Refleksi HUT PDI Perjuangan Teguhkan Jati Diri Partai Wong CilikAnggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menegaskan HUT PDI Perjuangan ke-53 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi ideologis dan konsolidasi untuk meneguhkan jati diri sebagai 'partai wong cilik', serta komitmen terhadap Pilkada langsung.
-
Politik •PDIP Kritik Wacana Pilkada DPRD: Demokrasi Jangan Seperti Poco-PocoPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti wacana perubahan sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), menilai sistem tersebut sebagai kemunduran demokrasi yang 'maju-mundur' seperti.
-
Politik •PDI Perjuangan Bahas Sikap Pilkada di Rakernas, Mayoritas Publik Tolak Dipilih DPRDPDI Perjuangan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk membahas sikapnya terkait isu pemilihan kepala daerah (Pilkada), sementara hasil survei menunjukkan mayoritas pemilih menolak Pilkada dipilih oleh DPRD.
-
Politik •PDI Perjuangan Tegaskan Dukungan Kuat Terhadap Pilkada Langsung, Hindari Debat Lama yang Sudah Selesai KonstitusionalPDI Perjuangan secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap Pilkada Langsung. Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menyoroti pentingnya mekanisme ini untuk menentukan pemimpin daerah dan menghindari perdebatan yang sudah usai secara konstitusional.
-
Politik •Pilkada Konstitusional: Yusril Tegaskan Mekanisme Langsung atau Lewat DPRD Sama-sama SahMenteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyatakan Pilkada langsung maupun lewat DPRD sama-sama konstitusional, memicu perdebatan penting tentang masa depan demokrasi daerah.
-
Politik •Mayoritas Warga Inginkan Pilkada Langsung, Populi Center Ungkap Hasil Survei TerbaruSurvei Populi Center menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih kuat menginginkan Pilkada Langsung. Temuan ini menyoroti pentingnya reformasi partai politik jika mekanisme pemilihan diubah.
-
News •PUSaKO Unand Tolak Tegas Wacana Pilkada Lewat DPRD, Sebut Lahirkan Korupsi SistemikPusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Unand menolak keras wacana pengembalian mekanisme Pilkada lewat DPRD, menegaskan pilihan langsung adalah kedaulatan rakyat dan investasi demokrasi.
-
Politik •Mencegah Korupsi: Negara Harus Hadir Atasi Biaya Politik Pilkada yang TinggiWacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mengemuka seiring tingginya biaya politik Pilkada yang memicu korupsi, menuntut kehadiran negara untuk mencegahnya.
-
News •Pakar: Pilkada Tertutup Tak Jamin Kepala Daerah Berkualitas, Evaluasi Mendalam DiperlukanGuru Besar Unand Prof. Asrinaldi menilai sistem Pilkada Tertutup melalui DPRD tidak otomatis menjamin kepala daerah berkualitas, memicu perdebatan evaluasi mendalam.
-
Politik •VIDEO: Sistem Pilkada Langsung Apa Hebatnya? Profesor Politik Sebut Negara Malah Jadi Morat-marit"Kita memaksakan (Pilkada) langsung, mohon maaf, tunjukkan ke saya apa hebatnya? Kita morat-marit," ujar Siti Zuhro