SBY Ungkap Momen Tersulit jadi Presiden, Harga BBM dan Operasi Rahasia yang Bisa Bikin Lengser bila Gagal
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bercerita tentang momen-momen tersulitnya selama menjadi Presiden RI.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bercerita tentang momen-momen tersulitnya selama menjadi Presiden RI. SBY mengingat, satu kebijakan yang begitu berat diambil adalah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Pertama, saya harus menaikkan harga BBM tertinggi sepanjang sejarah Indonesia 140% di tahun 2005, mengapa bagi saya itu sangat sulit? karena saya tau efeknya pasti akan memukul kehidupan rakyat terutama golongan miskin,” kata SBY seperti ditayangkan di kanal Youtube Liputan6 SCTV, Senin (10/2).
SBY menegaskan, keputusan itu harus dilakukan karena kalau tidak ekonomi Indonesia bisa kolaps. Hal itu sesuai dengan analisis dalam dan luar negeri. Maka dari itu, SBY mengambil kebijakan yang tidak populis dan penuh dengan risiko tersebut.
“I know saya harus memberikan bantuan bagi yang sangat terdampak kaum miskin itulah lahirnya Bantuan Langsung Tunai (BLT),” jelas dia.
SBY melanjutkan, keputusan sulit kedua adalah saat bencana alam tsunami Aceh. Kala itu, ada suara-suara politik yang melarangnya menerima kontingen asing yang ingin membantu dalam misi kemanusiaan.
"Jangan terima mereka yang mau datang ke Aceh, mereka akan mengganggu kita dengsn membantu gerakan Aceh Merdeka (GAM), saya katakan no! kita harus menyelamatkan saudara-saudara kita yang masih bisa diselamatkan ini kemanusiaan not politics! not military! tetapi akhirnya itu jadi solusi yang awalnya tidak mudah," tutur SBY.
Konflik Aceh
SBY menambahkan, hal tersulit berikutnya adalah proses damai di Aceh. Pada momentum tersebut, muncul suara yang mendorong agar Aceh melepaskan diri dari NKRI. Tetapi, keyakinan SBY berkata sebaliknya.
"Peace proses Aceh, banyak yang menentang ngapain pemberontak itu harus diatasi? tumpas saja secara militer, tapi saya katakan itu sudah dilakukan Indonesia 30 tahun lalu dan itu gagal, lalu mengapa tidak kita pilih cara yang lebih bermartabat? lebih damai dan lebih adil? saya carry on jalan terus untuk menjadi bagian dari sejarah, sekarang Aceh damai selesai konfliknya, masih menjadi bagian dari Indonesia," tutur SBY.
Operasi Rahasia
Terakhir, SBY menyatakan pernah menjalankan operasi militer rahasia yang tidak boleh bocor saat hendak membebaskan sandera warga negara Indonesia yang ditawan perompak Somalia.
SBY teringat, kapal Indonesia yaitu Sinar Kudus awaknya dalam posisi kritis sekalipun ditebus oleh pemiliknya dan dikembalikan ke Indonesia, namun perompak akan mencari mangsa lain.
"Oleh karena itu diam-diam meski politik gaduh dan panas dianggap kurang cepat kita bertindak, kapal perang kita sudah bergerak satuan khusus angkatan laut Kopassus, Paskas berangkat. Saya bisa jatuh (lengser) kalau itu gagal, DPR Komisi I kita approach tapi harus dengan sangat rahasia kalau itu bocor pasukan kita dijadikan sate!," seru SBY.
"Oleh karena itu, sejarah menakdirkan bisa kita bebaskan sandera, bisa kita tumpas perompak-perompaknya, tidak dijadikan lagi mothership untuk kapal yang lain," SBY menandasi.