Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjukkan penghormatan mendalam kepada tiga prajurit TNI yang gugur. Mereka adalah pahlawan bangsa dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. SBY hadir dalam upacara persemayaman jenazah di Bandara Soekarno Hatta.
Momen haru ini terjadi pada Sabtu malam, 4 April, di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Jenazah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon disemayamkan. Ini sebelum diserahkan secara resmi kepada keluarga.
Dalam prosesi tersebut, SBY tiba setelah Presiden Prabowo selesai memberikan penghormatannya kepada tiga prajurit TNI yang gugur. Ia mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan baret biru muda khas pasukan perdamaian PBB. Kehadiran SBY menjadi sorotan publik.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran SBY dengan baret pasukan perdamaian PBB bukan tanpa alasan. Baret biru muda tersebut merupakan simbol kehormatan bagi para penjaga perdamaian dunia. Warna biru pada baret dan helm pasukan perdamaian PBB diambil dari warna dasar bendera PBB, yang bermakna perdamaian. SBY sendiri memiliki rekam jejak sebagai pasukan perdamaian.
Pada tahun 1995–1996, SBY pernah tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UN peacekeeping force). Ia menjalankan misi penting sebagai Chief Military Observer di Bosnia Herzegovina. Saat itu, ia memimpin pasukan yang terdiri atas 650 perwira dari 29 negara. Pengalaman ini membentuk karakternya sebagai seorang pemimpin.
Penggunaan baret pasukan perdamaian oleh SBY menegaskan ikatan emosionalnya dengan para prajurit yang mengemban misi serupa. Hal ini juga menjadi pengingat akan dedikasi dan pengorbanan para personel TNI dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
Advertisement
Advertisement
Upacara persemayaman di Bandara Soekarno Hatta menjadi saksi bisu penghormatan negara. Presiden Prabowo berdiri sejajar dalam barisan yang sama dengan SBY, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Ini menunjukkan solidaritas pimpinan negara dalam menghormati jasa para pahlawan.
Prosesi pengusungan peti jenazah dilakukan dengan khidmat. Peti jenazah diusung satu per satu menuju pesawat yang telah disiapkan di apron Bandara Soekarno Hatta. Suasana duka menyelimuti lokasi, diiringi rasa bangga atas pengorbanan mereka.
Dua peti jenazah diterbangkan ke Yogyakarta menggunakan pesawat angkut TNI AU Hercules C-130J. Sementara itu, satu peti jenazah lainnya menuju Bandung dengan pesawat angkut TNI AU CN-295. Ini adalah bagian dari proses pemulangan jenazah untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.
Advertisement
Advertisement
Setelah tiba di Yogyakarta, jenazah Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan akan melanjutkan perjalanan ke rumah duka. Ia akan dimakamkan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Keluarga dan kerabat menanti kepulangannya untuk memberikan penghormatan terakhir.
Begitu pula dengan Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon, jenazahnya akan dibawa ke Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua prajurit ini akan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka kepada negara.
Sementara itu, jenazah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar akan dikebumikan di Kota Cimahi, Jawa Barat. Kepergian ketiga prajurit ini meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia, namun semangat pengabdian mereka akan selalu dikenang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews