Respons PDIP soal Hendrar Prihadi Dicopot Prabowo dari Kepala LKPP
Prabowo sebelumnya melantik Sarah Sadiqa sebagai Kepala LKPP menggantikan Hendi bersamaan dengan sejumlah menteri dan wakil menteri.
PDI Perjuangan menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi atau Hendi dari jabatannya. Prabowo sebelumnya melantik Sarah Sadiqa sebagai Kepala LKPP menggantikan Hendi yang juga politisi PDI Perjuangan, bersamaan dengan sejumlah menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9).
"PDI Perjuangan sangat menghormati prinsip bernegara bahwa kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. Karena sekarang presidennya Pak Prabowo maka beliaulah yang berwenang menata kabinet dan lembaga negara," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (18/9).
Basarah mengatakan keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden dan PDIP mendukung langkah itu sepenuhnya. Menurut Basarah, Hendi yang sebelumnya menjabat Kepala LKPP juga sudah cukup lama mengemban tugas sehingga pergantian pejabat dianggap wajar untuk penyegaran lembaga.
"Kami menghormati sekaligus mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto. Itu bagian dari kewenangan konstitusional beliau," ujar Basarah, demikian dikutip dari Antara.
Basarah menegaskan PDI Perjuangan akan selalu menghormati aturan main bernegara, termasuk dalam hal kewenangan Presiden melakukan perombakan di lembaga pemerintahan maupun nonkementerian.
Sosok Sarah Sadiqa
Presiden Prabowo Subianto mengangkat pimpinan di sejumlah lembaga negara selain menteri dan wakil menteri pada Rabu (17/9). Salah satunya Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Presiden Prabowo Subianto mengangkat Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan LKPP Sarah Sadiqa menjadi Kepala LKPP. Sebelumnya Kepala LKPP dijabat oleh Hendrar Prihadi.
Mengutip laman lkpp.go.id, Sarah Sadiqa menyelesaikan pendidikan S1 Hukum, Universitas Trisakti pada 1992. Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 Master of Science Northeastern University pada 1999.
Sarah Sadiqa juga pernah mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya. Satyalancana Karya Satya ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki loyalitas, kinerja dan prestasi yang baik. Ia mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya pada 2005 dan 2015.
Berikut profil Sarah Sadiqa
Deputi Bidang Pengembangan Strategi Dan Kebijakan
Pendidikan Formal :
1. S2 Master of Science Northeastern University, Lulus Tahun 1999;
2. S1 Hukum Universitas Trisakti, Lulus Tahun 1992.
Riwayat Jabatan :
1. Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan, Februari 2020 s.d. sekarang;
2. Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi, Juli 2015-Februari 2020;
3. Direktur Direktorat Pelatihan Kompetensi, Februari 2014 s.d. Juli 2015;
4. Direktur Pengembangan Sistem Katalog, Oktober 2013 s.d. Februari 2014;
5. Direktur Direktorat Perencanaan Pengadaan RAPBN, Januari 2013 s.d. Oktober 2013;
6. Direktur Direktorat Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional, April 2011 s.d. Januari 2013.
Penghargaan :
1. 2015, Satyalancana Karya Satya XX Tahun;
2. 2005, Satyalancana Karya Satya X Tahun.