PDIP Sepakat Kritik Anies soal Pemerintah Banyak Absen di Forum PBB, Bandingkan era Jokowi dan Prabowo
PDIP tidak menyalahkan kritik mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan ke Presiden Prabowo Subianto yang kerap absen di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PDIP tidak menyalahkan kritik mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan ke Presiden Prabowo Subianto yang kerap absen di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan digantikan oleh Menteri Luar Negeri.
Politisi PDIP Aria Bima menilai kritik tersebut tidak salah karena tujuan pernyataan Anies baik. Menurut dia, Indonesia membutuhkan pemimpin yang andal membaca peta geopolitik dunia.
"Saya kira suatu kritik yang tidak salah dan bagaimana kritik-kritik itu akan menjadi cara untuk lebih mencerdaskan bangsa ini, rakyat ini soal kriteria pemimpin ke depan itu seperti apa dan bagaimana menempatkan Indonesia lewat pemimpinnya mampu bernavigasi di dalam peta geopolitik global saat ini," kata Aria kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/7).
Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini menilai, Anies mulai mengkritik cara yang fair dan terbuka. Namun, dia mengingatkan Anies agar jangan sampai ada kritik yang bersifat antipati.
"Saya kira Mas Anies sudah memulai cara-cara yang lebih fair, lebih terbuka di dalam proses pembelajaran. Tapi yang penting jangan kritik yang antipati, kritik yang apriori, kritik yang membangun saya kira diperlukan," ujarnya.
Kendati demikian, Aria menilai perlu dicermati kehadiran Presiden periode lalu seperti Joko Widodo (Jokowi) yang hadir dalam forum Internasional.
"Kalau toh kemarin kita banyak absen di dalam pembicaraan-pembicaraan di dalam forum-forum dunia, yang saat Pak Jokowi menjadi presiden, saya kira perlu kita cermati lagi, karena juga forum yang diikuti oleh Pak Jokowi cukup banyak," tutur Aria.
"Saya tidak langsung membenarkan, tetapi juga tidak menyalahkan apa yang disampaikan oleh Mas Anies," pungkasnya.
Kritik Anies
Sebelumnya, Anies Baswedan menyoroti soal absen kepala negara dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan selalu diwakili oleh menteri Luar Negari (Menlu)
Hal itu dikatakan Anies saat pembukaan rapat pimpinan nasional (rapimnas) ormas Gerakan Rakyat di kawasan Jakarta Pusat pada Minggu (13/7/2025).
“Kita harus selalu muncul dalam pertemuan-pertemuan global. Bapak ibu sekalian bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul. Selalu Menteri Luar Negeri," ujar Anies Baswedan.