Jelang Musda, Politikus Golkar Tekankan Pentingnya Solidaritas Kosgoro Sumut
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Kosgoro 1957 Sumut, Lamhot Sinaga, menyerukan pentingnya menjaga Solidaritas Kosgoro Sumut demi keberlangsungan organisasi yang kondusif menjelang Musda IV.
Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Kosgoro 1957 Sumatera Utara akan segera diselenggarakan, menjadi forum penting bagi regenerasi kepemimpinan organisasi. Menjelang agenda tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sumatera Utara, Lamhot Sinaga, memberikan imbauan krusial. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga Solidaritas Kosgoro Sumut agar pelaksanaan Musda berjalan kondusif tanpa kegaduhan.
Lamhot, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR, menekankan pentingnya menjaga marwah demokrasi yang sehat. Hal ini dilakukan dengan tetap menempatkan persatuan dan solidaritas di atas rivalitas antar kandidat. Ia berharap dinamika yang muncul tidak mengoyak Solidaritas Kosgoro Sumut yang selama ini telah terbangun di wilayah tersebut.
Musda yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 Februari 2026 di salah satu hotel di Kota Medan ini diharapkan menjadi momentum strategis. Lamhot meminta agar seluruh peserta Musda mengedepankan etika berkompetisi dan menghindari politik praktis, demi tercapainya tujuan organisasi yang lebih besar.
Pentingnya Menjaga Marwah Demokrasi Organisasi
Lamhot Sinaga menegaskan bahwa kontestasi merupakan hal lumrah dalam sebuah organisasi besar seperti Kosgoro 1957. Namun, ia mengingatkan agar dinamika yang muncul tidak sampai merusak Solidaritas Kosgoro Sumut yang telah terjalin. Ia percaya bahwa banyaknya kandidat yang muncul justru menjadi bukti konkret bahwa regenerasi kepemimpinan di Kosgoro Sumut berjalan sangat dinamis.
Fenomena ini, menurut Lamhot, menunjukkan melimpahnya stok kader potensial yang siap mengabdi dan berkontribusi bagi organisasi. Hal ini merupakan indikator positif bagi masa depan Kosgoro di Sumatera Utara. Oleh karena itu, menjaga marwah demokrasi dalam proses pemilihan adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan dan kekuatan organisasi.
Solidaritas Kosgoro Sumut harus menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan Musda. Lamhot berharap semua pihak dapat berpartisipasi secara konstruktif, menghargai setiap perbedaan, dan tetap fokus pada tujuan bersama. Dengan demikian, hasil Musda akan benar-benar mencerminkan pilihan kolektif yang terbaik.
Hindari Politik Praktis dan Utamakan Kepentingan Organisasi
Politikus Golkar yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara II ini secara tegas meminta seluruh peserta Musda untuk tidak terjebak dalam politik praktis dan politik identitas atau faksionalisme yang tajam. Meskipun persaingan diprediksi bakal ketat, Lamhot menghendaki proses transisi kepemimpinan yang elegan dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia menekankan bahwa hal yang paling krusial bukanlah siapa yang akan memenangkan kontestasi, melainkan bagaimana Musda ini dapat berjalan lancar dan kondusif. Kepentingan organisasi harus selalu berada di atas ambisi pribadi atau kelompok. Solidaritas Kosgoro Sumut akan teruji dalam kemampuan para kadernya untuk menempatkan visi dan misi organisasi sebagai prioritas utama.
Lamhot juga menjelaskan bahwa Musda bukan sekadar ajang perebutan kursi ketua semata. Forum tertinggi di tingkat daerah itu merupakan momentum strategis untuk merumuskan arah perjuangan Kosgoro 1957. Ini termasuk menghadapi tantangan sosial-politik serta merencanakan pengabdian untuk berkarya di Sumut, yang semuanya memerlukan Solidaritas Kosgoro Sumut yang kuat.
Kompetisi Beretika dan Sinergi untuk Pembangunan Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Lamhot mengajak para kandidat untuk berkompetisi secara beretika. Ia mendorong lahirnya adu gagasan dan program kerja yang konstruktif, ketimbang sekadar mobilisasi massa yang berisiko menciptakan polarisasi di akar rumput. Solidaritas Kosgoro Sumut akan semakin kokoh jika setiap kader mampu menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi.
Siapa pun yang terpilih nanti, menurut Lamhot, adalah mandat kolektif yang harus dihormati. Semua pihak harus memiliki kebesaran hati untuk menerima hasil keputusan dan kembali merapatkan barisan demi kemajuan Kosgoro. Musda ke-IV ini dijadwalkan berlangsung di Kota Medan pada 12-13 Februari 2026, dan akan menampung ratusan delegasi dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Sumut.
Output utama yang diharapkan dari pertemuan itu adalah lahirnya kepemimpinan baru yang mampu bersinergi dengan kepengurusan Partai Golkar Sumut yang juga baru. Kepemimpinan baru Partai Golkar Sumut dengan Andar Harahap sebagai Ketua periode 2026-2031 menjadi mitra strategis. Lamhot menegaskan bahwa Kosgoro akan tetap menjadi mitra dalam menjaga stabilitas politik bersama Partai Golkar, dengan tujuan mengakselerasi pembangunan daerah dan memperkuat Solidaritas Kosgoro Sumut.
Sumber: AntaraNews