Palu, Sulawesi Tengah – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah secara resmi telah membuka pendaftaran bagi calon ketua. Proses pendaftaran ini akan berlangsung hingga dimulainya pembukaan Musda yang dijadwalkan pada 24 Agustus 2024. Keputusan ini menandai dimulainya tahapan penting dalam menentukan kepemimpinan partai berlambang beringin di tingkat provinsi.
Wakil Ketua Panitia Pengarah, Farid Djafar Nazzar, menjelaskan bahwa tidak ada batasan waktu penutupan pendaftaran yang spesifik. Menurutnya, kesepakatan yang diambil adalah pendaftaran akan ditutup saat pembukaan Pleno 2 dalam rangkaian Musda. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi para kader yang berminat untuk mempersiapkan diri dan mendaftar hingga detik-detik terakhir.
Dinamika jelang Musda semakin memanas dengan beredarnya wacana kuat mengenai dukungan terhadap Ketua Golkar Sulteng petahana, Arus Abdul Karim. Ia diisukan akan kembali maju untuk periode ketiga kepemimpinannya. Kondisi ini menarik perhatian publik dan kader, mengingat adanya aturan internal partai yang mengatur mengenai pencalonan untuk periode ketiga.
Advertisement
Advertisement
Panitia Musda DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah telah menetapkan mekanisme pendaftaran calon ketua yang cukup terbuka. Menurut Farid Djafar Nazzar, pendaftaran akan terus dibuka hingga momen pembukaan Pleno 2 Musda. Kebijakan ini memungkinkan setiap kader yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri, memberikan kesempatan yang luas dalam proses demokrasi internal partai.
Meski demikian, ada satu poin krusial yang menjadi sorotan, terutama terkait pencalonan untuk periode ketiga. Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar, seorang calon ketua yang ingin maju untuk periode ketiga harus mendapatkan persetujuan khusus atau diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar. Diskresi ini merupakan hak prerogatif Ketua Umum dan akan disampaikan pada saat pembukaan Musda.
Aturan mengenai diskresi ini menjadi penentu utama bagi Arus Abdul Karim jika ia benar-benar ingin melanjutkan kepemimpinannya. Tanpa diskresi tersebut, pencalonannya untuk periode ketiga tidak dapat diproses. Situasi ini menambah ketegangan dan spekulasi di kalangan internal partai, menunggu keputusan resmi dari pimpinan pusat.
Advertisement
Advertisement
Sebelum Musda, DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah telah menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada Jumat (22/8) malam. Acara ini menjadi ajang konsolidasi dan penyampaian aspirasi dari berbagai tingkatan kepengurusan. Dalam Rapimda tersebut, muncul pernyataan sikap tertulis yang dibacakan oleh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar dari 13 kabupaten dan kota.
Pernyataan sikap tersebut secara eksplisit meminta Ketua DPD Golkar Sulteng, M. Arus Abdul Karim, untuk kembali memimpin partai tersebut untuk periode ketiga. Dukungan solid ini menunjukkan adanya konsensus di tingkat DPD kabupaten/kota terhadap kepemimpinan Arus. Beniyanto Tamoreka, Ketua DPD Golkar Banggai, bersama sejumlah ketua DPD dari kabupaten dan kota lainnya, menjadi juru bicara dalam penyampaian dukungan ini.
Adanya dukungan masif dari DPD tingkat dua ini tentu menjadi modal politik yang sangat berharga bagi Arus Abdul Karim. Ini mencerminkan kepercayaan dan harapan dari basis partai di daerah terhadap visi dan kepemimpinannya. Namun, dukungan ini tetap harus selaras dengan aturan main partai, terutama terkait diskresi dari Ketua Umum DPP.
Advertisement
Advertisement
Musda ke-11 Golkar Sulteng akan menjadi arena perebutan 18 suara yang sangat menentukan. Suara-suara ini berasal dari berbagai elemen partai, meliputi DPD Golkar kabupaten dan kota, organisasi Hasta Karya yang didirikan dan mendirikan, suara DPD Golkar Sulteng sendiri, serta suara dari DPP Partai Golkar. Setiap suara memiliki bobot yang sama dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.
Dinamika pemilihan ketua ini juga memicu kesiapan dari kader-kader lain untuk maju. Bendahara Imelda Liliana Muhidin, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Musda Golkar, menegaskan bahwa setiap kader Golkar harus siap untuk maju sebagai calon ketua. Pernyataan ini menunjukkan semangat kompetisi yang sehat di internal partai, di mana setiap kader memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam kepemimpinan.
Kesiapan kader untuk berkompetisi ini penting untuk menjaga regenerasi dan vitalitas partai. Meskipun ada dukungan kuat untuk petahana, adanya potensi calon lain akan membuat Musda semakin menarik dan demokratis. Proses ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang terbaik untuk membawa Partai Golkar Sulawesi Tengah menuju capaian yang lebih baik di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews