Fakta Unik: Tujuh Helikopter TNI AD Andalan Siap Tempur di Super Garuda Shield 2025
TNI AD mengerahkan tujuh helikopter andalannya, termasuk jenis Apache dan Mi-17V5, dalam ajang Super Garuda Shield 2025. Simak peran vital helikopter TNI AD dalam latihan militer multinasional terbesar ini!
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali menunjukkan kekuatan alutsista mereka dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025. Latihan berskala internasional ini diselenggarakan mulai 25 Agustus hingga 4 September 2025 di berbagai lokasi strategis, termasuk Baturaja, Sumatera Selatan.
Dalam ajang penting ini, TNI AD mengerahkan total tujuh unit helikopter andalan mereka, yang menjadi tulang punggung operasi infiltrasi dan pemantauan. Selain itu, kendaraan peluncur roket atau Multiple Launch Rocket System (MLRS) juga diturunkan untuk memperkuat daya gempur.
Partisipasi aktif TNI AD dalam Super Garuda Shield 2025 bertujuan untuk memperkuat kemampuan tempur prajurit. Latihan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara peserta lainnya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.
Armada Udara Andalan TNI AD di SGS 2025
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menjelaskan bahwa TNI AD mengerahkan tujuh unit helikopter dalam latihan ini. Empat jenis helikopter utama yang menjadi andalan adalah Boeing-AH Apache 64, Bell 412, Fennec AS 550, dan helikopter angkut Mi-17V5.
Secara spesifik, armada helikopter TNI AD yang terlibat terdiri dari dua unit Apache AH-64, tiga unit Bell 412, satu unit Fennec AS 550, dan satu unit Mi-17V5. Helikopter-helikopter ini memiliki peran beragam, mulai dari mengangkut prajurit untuk simulasi penyerangan hingga melakukan serangan langsung ke wilayah musuh yang disimulasikan.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan udara, TNI AD juga membawa kendaraan peluncur roket MLRS. Kendaraan ini dirancang untuk menembakkan rudal dari jarak aman ke sasaran yang telah ditentukan, menambah dimensi kekuatan tempur dalam skenario latihan.
Kolaborasi Multinasional dan Personel TNI AD
Selain alutsista canggih, TNI AD juga menerjunkan 655 prajurit terbaiknya untuk terlibat langsung dalam latihan tahunan ini. Mereka terdiri dari 145 personel unsur penyelenggara, 162 personel pendukung, dan 348 personel pelaku latihan.
Personel TNI AD yang berpartisipasi berasal dari beragam satuan elite seperti Kostrad, Kopassus, Puspenerbad, Pussenif, Pussenarmed, serta beberapa batalyon lainnya. Brigjen Wahyu Yudhayana memastikan seluruh personel dan alutsista yang diturunkan berada dalam kondisi prima dan siap menjalankan setiap fase latihan.
Super Garuda Shield 2025 merupakan latihan gabungan berskala besar yang diikuti oleh 6.501 prajurit dari 13 negara sahabat. Indonesia sebagai tuan rumah mengirimkan kontingen terbesar dengan 4.105 personel, diikuti Amerika Serikat dengan 1.347 personel. Negara lain yang turut serta meliputi Jepang (490), Australia (254), Korea Selatan (100), Belanda (84), Singapura (62), Kanada (35), Prancis (10), Jerman (4), Brasil (4), Selandia Baru (3), dan Inggris (3).
Tujuan dan Materi Latihan Super Garuda Shield 2025
Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield 2025 mengusung tema komando gabungan bersama melaksanakan operasi gabungan multinasional. Fokus utamanya adalah memelihara perdamaian dan menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Berbagai lokasi latihan telah disiapkan untuk mendukung skenario kompleks ini, meliputi Seskoal Jakarta, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Bogor, Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan, dan Puslatpur Marinir IX Dabo Singkep, Kepulauan Riau.
Materi latihan yang diberikan sangat beragam, mencakup staffex (prosedur pengambilan keputusan kepemimpinan), cyberex (identifikasi dan pertahanan ancaman siber), operasi lintas udara, jungle field training exercise (latihan lapangan), serta operasi khusus seperti military free fall dan air assault. Selain itu, ada juga operasi amfibi oleh prajurit marinir, proyek aksi sipil insinyur (pembangunan sarana desa), dan combine arm live fire exercise (Calfex) yang melibatkan tembakan amunisi tajam terintegrasi antar kecabangan.
Sumber: AntaraNews