Dipecat Cak Imin dari PKB dan DPR Usai Menang Pemilu, Ini Reaksi Orang Dekat Ketum PBNU
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya resmi melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap tiga anggotanya di DPR RI.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya resmi melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap tiga anggotanya di DPR RI.
Tiga kader PKB yang akhirnya melenggang ke Senayan itu adalah Muhammad Khozin menggantikan Achmad Ghufron Siradj, Anisah Syakur yang menggantikan Faisol Riza serta Muhammad Hilman Mufidi yang menggantikan Muhammad Irsyad Yusuf.
Faisol Riza mundur dari DPR RI karena ditunjuk menjadi Wakil Menteri Perindustrian. Sedangkan dua nama lain sempat menjadi masalah.
Achmad Ghufron Siradj dan Muhammad Irsyad Yusuf dipecat dari PKB karena dituding hendak menggulingkan Muhaimin Iskandar dalam muktamar PKB di Bali pada Agustus 2024 lalu.
2 Orang Dekat Petinggi PBNU
Dua nama yang dipecat oleh Muhaimin itu dikenal sebagai orang dekat Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf saat ini. Achmad Ghufron Siradj merupakan mantan asisten pribadi Ketum PBNU.
Saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PP GP Ansor. Sedangkan Irsyad Yusuf adalah adik kandung Sekjen PB NU yang kini menjadi Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Keduanya sempat melawan pemecatan tersebut dengan menggugat ke PTUN. Namun, gugatan tersebut ditolak pengadilan.
Selain itu, Ra Gopong -sapaan akrab Achmad Ghufron Siradj- juga sempat mengerahkan pendukungnya di Jember untuk menggelar demo. Ra Gopong terpilih menjadi anggota DPR RI dari dapil Jember-Lumajang.
Janji Muhammad Khozin
Jurnalis merdeka.com sudah berupaya mengkonfirmasi PAW tersebut kepada Ra Gopong sejak beberapa hari yang lalu. Namun hingga berita ini dimuat, ia enggan menjawab permintaan wawancara tersebut.
Sementara itu, Muhammad Khozin yang dilantik menggantikan Ra Gopong, enggan berkomentar terkait pemecatan terhadap rekannya itu.
Khozin menyebut, akan berupaya membawa aspirasi masyarakat Jember dan Lumajang sejak ia dilantik sebagai anggota DPR RI.
"Selama proses kampanye dalam Pemilu 2024 kemarin, kami telah banyak belanja masalah di lapangan. Kebijakan afirmatif di lingkungan pesantren, madrasah dan pendidikan keagamaan juga menjadi skala prioritas ke depan. Kami akan berkolaborasi dengan instansi terkait serta pemerintah daerah," ujar alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo ini.
Petani dan UMKM
Khozin mengaku belum tahu akan ditempatkan di komisi mana nantinya. "Insyaallah minggu ini sudah ada penempatannya," ujarnya.
Khozin juga menyoroti masalah di sektor pertanian seperti masalah pupuk, nilai tukar petani yang rendah, UMKM serta, peternakan.
"Tentu akan kami perjuangkan melalui saluran yang tersedia, baik melalui fraksi maupun komisi dan alat kelengkapan terkait. Prinsip kolaborasi di parlemen akan memudahkan untuk mengeksekusi pelbagai persoalan di lapangan," pungkasnya.