Dinas ESDM Kalsel Perkuat Pengelolaan Geopark Meratus Jelang Revalidasi UNESCO
Dinas ESDM Kalimantan Selatan terus memperkuat Pengelolaan Geopark Meratus secara terintegrasi dan berkelanjutan, menyiapkan berbagai dokumen serta kajian penting jelang revalidasi UNESCO.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara konsisten memperkuat pengelolaan UNESCO Global Geopark Meratus. Penguatan ini mencakup aspek kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta koordinasi yang erat antar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan Geopark Meratus memenuhi standar internasional dan siap menghadapi evaluasi berkala dari UNESCO.
Plt Kepala ESDM Kalsel, Nasrullah, menegaskan bahwa pengelolaan Geopark Meratus dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan, sesuai dengan mandat yang diberikan oleh UNESCO. Pihaknya secara aktif menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan melakukan kajian-kajian penting setiap tahunnya. Upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen daerah untuk menjaga dan mengembangkan potensi Geopark Meratus.
Nasrullah menambahkan bahwa penyusunan kajian tahunan sangat krusial untuk menunjukkan progres pengelolaan geopark dari waktu ke waktu. Hal ini menjadi vital, terutama menjelang proses revalidasi oleh UNESCO yang akan datang. Fungsi kesekretariatan Badan Pengelola Geopark Meratus saat ini masih didukung oleh Dinas ESDM, khususnya dalam penyediaan SDM teknis yang kompeten.
Penguatan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Geopark Meratus
Penguatan kelembagaan dan SDM menjadi fokus utama dalam upaya pengelolaan Geopark Meratus yang berkelanjutan. Dinas ESDM Kalsel berperan aktif dalam mendukung fungsi kesekretariatan Badan Pengelola Geopark Meratus, terutama dalam aspek SDM teknis yang memiliki keahlian di bidang geologi dan konservasi.
Ke depan, setelah regulasi dan keputusan resmi diterbitkan, seluruh personel teknis yang terlibat dalam pengelolaan akan dipusatkan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan. Bappeda akan bertindak sebagai leading sector atau sektor utama yang memimpin pengelolaan Geopark Meratus secara menyeluruh.
Pemusatan SDM di Bappeda ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas koordinasi antar berbagai pihak. Proses transisi ini akan dilakukan secara bertahap, memastikan kelancaran operasional dan keberlanjutan program-program yang telah berjalan. Tujuannya adalah menciptakan struktur pengelolaan yang lebih solid dan terpusat untuk Geopark Meratus.
Menepis Isu Pertambangan di Kawasan Geopark Meratus
Terkait isu aktivitas pertambangan, Nasrullah dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada kegiatan penambangan di dalam kawasan inti UNESCO Global Geopark Meratus. Kawasan geopark telah memiliki delineasi dan batas-batas yang jelas, membedakannya dari wilayah Pegunungan Meratus yang lebih luas.
Meskipun Pegunungan Meratus memiliki cakupan yang sangat luas, kawasan geopark telah ditetapkan secara spesifik di enam kabupaten/kota dengan batas yang pasti. Oleh karena itu, tidak semua wilayah Pegunungan Meratus secara otomatis termasuk dalam kawasan geopark. Penegasan ini penting untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di area konservasi.
Pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di luar kawasan geopark tetap dilakukan sesuai kewenangan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk memastikan perlindungan terhadap situs-situs geologi dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar, meskipun berada di luar batas inti geopark. Pemerintah berkomitmen untuk menyeimbangkan antara pembangunan dan konservasi lingkungan.
Potensi Geologi dan Manfaat Ekonomi Lokal
Plt Kepala Bidang Geologi, Mirza Fatmahasnani, mengungkapkan bahwa Geopark Meratus saat ini memiliki 17 situs geologi utama yang telah teridentifikasi. Selain itu, terdapat sekitar 50 titik geologi potensial lainnya yang terus didata dan dikaji untuk pengembangan lebih lanjut. Banyak dari situs-situs ini masih belum banyak dikenal masyarakat luas.
Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi dan promosi untuk meningkatkan kesadaran publik tentang kekayaan geologi Geopark Meratus. Penetapan Geopark Meratus sebagai bagian dari jaringan UNESCO diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi masyarakat lokal. Manfaat tersebut meliputi peningkatan kesadaran lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, dan promosi pariwisata berkelanjutan.
Mirza menekankan bahwa UNESCO mengamanatkan adanya peningkatan dan manfaat nyata bagi masyarakat dari keberadaan geopark. Meskipun dampak tersebut mungkin tidak selalu signifikan dalam waktu singkat, harus ada perubahan dan kemajuan yang dapat dilaporkan setiap tahunnya. Ini menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Persiapan Menuju Revalidasi UNESCO Global Geopark Meratus
Proses revalidasi UNESCO Global Geopark Meratus merupakan tahapan penting untuk mempertahankan statusnya di jaringan global. Revalidasi ini dijadwalkan akan berlangsung pada tahun 2027, diikuti dengan validasi lanjutan pada tahun 2028.
Mengingat jadwal yang semakin dekat, seluruh pihak terkait terus didorong untuk menjaga komitmen dalam pengelolaan geopark secara berkelanjutan. Persiapan yang matang dan terkoordinasi akan menjadi kunci keberhasilan dalam proses revalidasi ini. Hal ini memastikan bahwa Geopark Meratus dapat terus memberikan kontribusi positif bagi Kalimantan Selatan dan dunia.
Sumber: AntaraNews