Tahukah Anda, Natuna Punya 8 Geosite Prioritas? BPGN Perkuat Geopark Natuna Menuju UGGp
Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna bersama 11 pemangku kepentingan perkuat Geopark Natuna menuju pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp). Simak detail kerja sama ini!
Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, bersama 11 pemangku kepentingan lokal telah memperkuat komitmen mereka. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dan penguatan Geopark Natuna.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya kolektif untuk mencapai pengakuan prestisius sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Ketua Harian BPGN Natuna, Basri, menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan berbagai sektor penting di daerah tersebut.
Penandatanganan MoU ini dilakukan secara bertahap, dengan yang terbaru dilaksanakan pada pekan pertama Oktober 2025. Sinergi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi Geopark Natuna sebagai kawasan pelestarian alam dan penggerak ekonomi berkelanjutan.
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Geopark Natuna
Sebelas pihak yang terlibat dalam kerja sama ini mencakup lima hotel, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan. Selain itu, ada juga Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) atau UPT Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau Natuna, Cabang Dinas Perikanan Provinsi Kepulauan Riau Natuna, PLN Natuna, serta LPP RRI Ranai.
Keterlibatan beragam pemangku kepentingan ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam pengelolaan Geopark Natuna. Geopark sendiri merupakan kawasan geografis yang kaya akan geologi, keanekaragaman hayati, dan nilai budaya yang tinggi.
Fungsi utama geopark tidak hanya sebagai sarana pelestarian alam, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Ini dilakukan melalui pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan yang bertanggung jawab dan memberdayakan komunitas lokal.
Dengan adanya MoU ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi secara efektif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengembangan Geopark Natuna berjalan optimal dan sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh UNESCO.
Geopark Natuna: Kekayaan Alam dan Budaya yang Diakui
Kabupaten Natuna telah mendapatkan pengakuan sebagai Geopark Nasional sejak November 2018, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu warisan alam penting Indonesia. Wilayah ini memiliki delapan geosite prioritas yang menawan dan menarik.
Geosite-geosite tersebut meliputi Pulau Senua, Gunung Ranai, Tanjung Datuk, Pulau Akar, Batu Kasah, Pantai Gua dan Bamak, Pulau Setanau, serta Senumbing. Setiap geosite menawarkan keunikan geologi dan keindahan alam yang luar biasa, menjadikannya daya tarik utama bagi wisatawan dan peneliti.
Basri menjelaskan bahwa pengelolaan Geopark Natuna dilakukan dengan pendekatan pentahelix. Pendekatan ini melibatkan lima elemen utama: pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas lokal, dan media massa. “Jadi, tidak bisa hanya BPGN dan pemerintah daerah yang bekerja sendiri,” tegas Basri.
Model pentahelix ini memastikan bahwa semua aspek pengembangan Geopark Natuna terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata.
Peran Strategis Media dalam Promosi dan Edukasi Geopark Natuna
Dalam upaya memperkuat posisi Geopark Natuna, BPGN berencana untuk menggandeng organisasi pers di Natuna. Keterlibatan media ini sangat penting untuk mendukung promosi dan edukasi geopark kepada masyarakat luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Menurut Basri, peran media dapat secara signifikan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, media juga akan memperkuat posisi Geopark Natuna dalam perjalanan menuju pengakuan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.
“Media adalah mitra strategis dalam sosialisasi,” ujar Basri. Ia menambahkan bahwa melalui pemberitaan yang luas dan terstruktur, Geopark Natuna bisa lebih dikenal secara signifikan. Hal ini mencakup pengenalan di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.
Dengan dukungan media, informasi mengenai keunikan geologi, keanekaragaman hayati, dan nilai budaya Geopark Natuna dapat tersebar lebih efektif. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan investor, sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap warisan alam mereka.
Sumber: AntaraNews