Zulkifli Hasan Ingatkan Pentingnya Persatuan Umat di Silatnas Wahdah Islamiyah
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyerukan pentingnya persatuan umat Islam di Silatnas Wahdah Islamiyah Makassar. Ia menyoroti bahaya perpecahan dan tantangan bangsa yang harus dihadapi bersama.
Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, menegaskan urgensi persatuan sebagai kekuatan utama umat. Pesan ini disampaikannya saat Silaturahim Nasional (Silatnas) Wahdah Islamiyah. Acara penting tersebut berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Makassar pada hari Sabtu.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menyerukan umat Islam dan bangsa Indonesia untuk bersatu. Ia menekankan perlunya menyampingkan perbedaan demi mencapai kesepakatan bersama. Persatuan dianggap krusial untuk menghadapi berbagai tantangan nasional.
Tantangan tersebut meliputi kemiskinan, ketertinggalan pendidikan, serta maraknya korupsi akibat keserakahan. Zulkifli menyoroti bagaimana perpecahan dapat menghambat kemajuan bangsa. Ia juga mengingatkan tentang mudahnya umat terpecah belah.
Seruan Persatuan dalam Menghadapi Tantangan Bangsa
Zulkifli Hasan secara daring mengingatkan bahwa persatuan adalah kunci untuk menjawab berbagai permasalahan fundamental. Ia menekankan bahwa jika persatuan dapat digalang, maka perbedaan harus disimpan terlebih dahulu. Fokus utama harus pada persamaan yang ada di antara seluruh elemen bangsa.
"Kalau persatuan ini bisa kita galang, maka simpan dulu perbedaan-perbedaan itu, kita sampaikan persamaan-persamaan di antara kita," kata Zulkifli Hasan menyerukan. Pernyataan ini menegaskan prioritas pada konsensus daripada konflik. Hal ini penting untuk kemajuan bersama.
Menteri Koordinator Bidang Pangan tersebut juga mengakui bahwa umat Islam seringkali mudah terpecah belah. Ia mengambil contoh dari pertemuan-pertemuan penting seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) terkait isu Palestina. Menurutnya, pertemuan tersebut seringkali hanya menghasilkan teriakan dan kemarahan tanpa tindakan berarti.
"Hanya pertemuan demi pertemuan, teriakan demi teriakan, kemarahan demi kemarahan, tetapi kita tidak dapat berbuat sesuatu yang berarti,” ujar Zulkifli Hasan. Ia menambahkan bahwa rakyat Indonesia masih sering terpecah belah karena terlalu fokus pada perbedaan. Ini menjadi penghambat kemajuan.
Peran Wahdah Islamiyah dalam Memperkuat Ukhuwah
Sejalan dengan seruan Zulkifli Hasan, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustad Zaitun Rasmin, turut menegaskan pentingnya silaturahim dan persatuan. Ia menyampaikan pesan ini kepada seluruh pengurus, kader, dan simpatisan yang hadir. Acara Silatnas ini juga berbarengan dengan Musyawarah Kerja Nasional Wahdah Islamiyah.
Ustad Zaitun menekankan bahwa persatuan dan kasih sayang dalam ikatan keimanan merupakan amal yang sangat dicintai Allah Ta’ala. Ia merujuk pada ayat Al-Qur’an yang dibacakan di awal acara. Hal ini menegaskan kuatnya nilai kebersamaan dalam menjalankan dakwah dan perjuangan.
Ia kemudian mengenang perjalanan panjang Wahdah Islamiyah sejak berdiri pada tahun 1998. Menurutnya, keberkahan dakwah tidak hanya terletak pada rutinitas. Namun, keberkahan itu hadir pada keistiqamahan yang menghadirkan perkembangan nyata.
Perkembangan tersebut terlihat dari lahirnya berbagai lembaga pendidikan, cabang organisasi, dan kader dakwah. Mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan komitmen Wahdah Islamiyah dalam memperkuat struktur dan jangkauan dakwah.
Ustadz Zaitun juga memberikan pesan khusus kepada peserta yang hadir secara offline. Ia menyatakan bahwa kehadiran fisik dalam majelis ilmu dan silaturahim memiliki nilai yang lebih besar di sisi Allah. Meskipun teknologi menawarkan kemudahan bagi peserta daring, kehadiran langsung memiliki keutamaan tersendiri. Ia mengingatkan bahwa catatan amal para malaikat berbeda bagi mereka yang bersungguh-sungguh menghadiri majelis secara langsung.
Sumber: AntaraNews