Warga Jakarta Tak Dilarang Nyalakan Kembang Api Tahun Baru, Pemprov Siapkan Atraksi Drone Spektakuler
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan masyarakat tidak dilarang menyalakan kembang api tahun baru, sementara Pemprov DKI menyiapkan atraksi drone spektakuler sebagai hiburan utama.
Warga Jakarta Bebas Rayakan Tahun Baru dengan Kembang Api
Perayaan pergantian tahun di Jakarta selalu dinanti dengan berbagai kemeriahan. Tahun ini, masyarakat Jakarta mendapat kabar baik terkait perayaan kembang api. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan bahwa warga tidak dilarang menyalakan kembang api saat menyambut Tahun Baru 2026.
Kebijakan ini berbeda dengan larangan yang ditujukan kepada instansi pemerintah provinsi dan swasta, termasuk pengelola hotel. Penegasan ini disampaikan Rano Karno di Jakarta pada Minggu, 28 Desember, menanggapi pertanyaan seputar regulasi perayaan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menyiapkan alternatif hiburan menarik sebagai pengganti kembang api resmi. Atraksi drone yang spektakuler akan menjadi daya tarik utama untuk memeriahkan malam pergantian tahun.
Kebijakan Kembang Api dan Batasan untuk Instansi
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa larangan menyalakan kembang api secara resmi hanya berlaku untuk instansi. Instansi pemerintah provinsi dan pihak swasta, seperti hotel, tidak diperbolehkan mengadakan pertunjukan kembang api. Kebijakan ini bertujuan untuk mengatur perayaan agar lebih terkoordinasi dan aman.
Namun, Rano Karno secara tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa melarang masyarakat umum untuk menyalakan kembang api. Ia mengakui sulitnya mengawasi setiap individu di keramaian seperti Monas atau lokasi lain. Oleh karena itu, warga tetap memiliki kebebasan untuk merayakan dengan kembang api pribadi.
Pernyataan ini memberikan kejelasan bagi warga yang ingin merayakan pergantian tahun dengan kembang api. Masyarakat diharapkan tetap menjaga ketertiban dan keamanan saat menyalakan kembang api. Kebebasan ini diharapkan tidak mengurangi kebahagiaan warga Jakarta dalam menyambut tahun yang baru.
Atraksi Drone dan Pusat Perayaan Tahun Baru 2026
Sebagai inovasi dalam perayaan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan atraksi drone yang megah. Atraksi ini diharapkan dapat menjadi pengganti yang menarik bagi pertunjukan kembang api tradisional. Rano Karno berharap pertunjukan drone ini tidak akan mengurangi kemeriahan dan kebahagiaan masyarakat pada malam pergantian tahun.
Atraksi drone akan disajikan dengan transisi yang memukau, menjanjikan pengalaman visual yang berbeda dan modern. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk tetap menyajikan hiburan berkualitas bagi warganya. Pertunjukan ini menjadi salah satu highlight utama dalam rangkaian acara perayaan.
Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan delapan lokasi penyambutan Tahun Baru 2026 yang tersebar di lima wilayah Jakarta, dengan panggung utama di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno beserta jajaran direncanakan hadir di titik utama tersebut. Sementara itu, titik di wilayah-wilayah lainnya akan dihadiri oleh wali kota masing-masing.
Persiapan untuk perayaan ini juga mencakup gladi resik (GR) pada tanggal 30 dan 31 Desember. Gladi resik tanggal 30 Desember akan berlangsung dari pagi hingga pukul 10 malam, mempertimbangkan harapan pihak hotel sekitar Bundaran HI agar tidak ada kegiatan setelah jam tersebut. Sejumlah musisi, termasuk band D'Masiv, juga dijadwalkan tampil di Bundaran HI untuk memeriahkan acara.
Sumber: AntaraNews