Wamendiktisaintek Stella Christie Ajak Kampus Sumbawa Perkuat Riset Berbasis Kebutuhan Warga
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong perguruan tinggi di Sumbawa untuk fokus pada riset berbasis kebutuhan warga demi dampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong perguruan tinggi di Sumbawa untuk lebih aktif dalam menghasilkan riset yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Penekanan ini disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (9/1).
Dalam kunjungan tersebut, Stella menemui sivitas akademika Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Universitas Samawa (Unsa). Tujuannya adalah untuk memperkuat peran kampus sebagai pusat solusi atas berbagai persoalan pembangunan daerah, sekaligus memastikan relevansi hasil penelitian.
Wamendiktisaintek Stella menegaskan bahwa hasil riset tidak boleh hanya berhenti di lingkungan kampus saja. Sebaliknya, riset harus bisa dirasakan manfaat konkretnya oleh seluruh lapisan masyarakat luas, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Pentingnya Riset Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Wamendiktisaintek Stella Christie secara tegas menyatakan bahwa riset yang dilakukan di perguruan tinggi harus mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Ia melihat kampus sebagai institusi strategis yang memiliki potensi besar untuk menyelesaikan berbagai isu pembangunan di daerah. Peran ini sangat krusial dalam mendukung kemajuan suatu wilayah.
Stella juga mendorong para dosen dan mahasiswa, khususnya di Unsa, agar terlibat aktif dalam kegiatan riset sejak dini. Menurutnya, pengalaman dalam riset akan sangat melatih kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. Keterampilan ini penting untuk menghadapi kompleksitas dunia modern dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Melalui keterlibatan aktif dalam riset, mahasiswa akan terbiasa menghadapi tantangan serta dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Kemampuan adaptasi dan inovasi menjadi kunci kesuksesan yang sangat dibutuhkan di masa depan. Hal ini juga sejalan dengan upaya Kemdiktisaintek untuk mengembangkan strategi pembelajaran inovatif.
Riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat akan memastikan relevansi pendidikan tinggi. Hal ini juga akan memperkuat konektivitas antara dunia akademik dengan realitas sosial, sehingga kontribusi kampus akan semakin signifikan dan berkelanjutan.
Komitmen Kampus Sumbawa dalam Mengembangkan Riset Lokal
Menanggapi arahan Wamendiktisaintek, Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Niken Saptarini, menyampaikan komitmen lembaganya. UTS bertekad mengembangkan riset yang berlandaskan potensi lokal serta kebutuhan spesifik daerah. Fokus penelitian diarahkan pada sektor pangan, lingkungan, serta pemanfaatan teknologi yang relevan.
Inovasi yang dilakukan UTS juga mencakup pemanfaatan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat Sumbawa. Tujuannya adalah untuk memberikan solusi yang relevan dan berkelanjutan bagi tantangan yang ada, seperti peningkatan kualitas hidup dan ekonomi lokal. UTS sendiri memiliki berbagai program studi yang mendukung riset inovatif.
Sementara itu, Rektor Universitas Samawa (Unsa), Syaifuddin Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya memperkuat budaya riset. Penguatan ini dilakukan secara berkelanjutan di seluruh lingkungan kampus. Unsa berkomitmen untuk mendorong penelitian yang berkualitas dan aplikatif, dengan dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Syaifuddin Iskandar berharap kunjungan Wamendiktisaintek Stella Christie ini menjadi motivasi penting bagi dosen dan mahasiswa. Motivasi ini diharapkan dapat mendorong mereka untuk semakin giat mengembangkan penelitian yang bermanfaat nyata bagi kemajuan masyarakat Sumbawa.
Sumber: AntaraNews