Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, telah melakukan peninjauan langsung terhadap dua calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda. Peninjauan ini berlokasi di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Jumat (27/2) lalu.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan dari berbagai aspek, termasuk teknis dan legalitas. Selain itu, peninjauan juga mengidentifikasi potensi pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang berbasis sains dan teknologi.
Wamendiktisaintek Stella Christie menekankan pentingnya lokasi yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki aktivitas riset yang relevan. Ia menyoroti potensi besar di Maros untuk mendukung visi pendidikan unggul yang terintegrasi.
Advertisement
Advertisement
Wamen Stella Christie mengungkapkan bahwa calon lokasi Sekolah Garuda di Maros memiliki pemandangan yang sangat menarik. Namun, fokus utama adalah pada potensi riset yang dapat diintegrasikan dengan kurikulum pendidikan. Lokasi ini diharapkan menjadi pusat pengembangan sains dan teknologi.
Sekolah Unggul Garuda direncanakan membutuhkan lahan sekitar dua hektare dengan kontur yang relatif rata. Meskipun tidak harus dalam satu hamparan utuh, area terbangun utama untuk bangunan akademik dan lapangan olahraga diperkirakan seluas 1 hingga 1,5 hektare. Area ini harus berada di lahan datar guna menjamin keamanan dan efisiensi konstruksi.
Ketersediaan lahan yang memadai dan sesuai standar teknis menjadi krusial untuk pembangunan fasilitas pendidikan modern. Perencanaan yang matang akan memastikan Sekolah Garuda dapat berfungsi optimal sebagai pusat keunggulan. Ini juga mendukung tujuan pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif.
Advertisement
Advertisement
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Stella juga meninjau fasilitas riset peternakan yang ada di kawasan tersebut. Fasilitas ini berpotensi menjadi mitra kolaborasi penting dalam pendidikan dan penelitian Sekolah Garuda. Aktivitas riset di sana, seperti inseminasi sapi, sangat menarik perhatian.
Laboratorium produksi semen beku (sperma sapi dan kerbau) yang telah memenuhi standar SNI tersedia di lokasi. Fasilitas ini telah menjalin nota kesepahaman dengan Universitas Hasanuddin untuk penguatan riset dan pengembangan teknologi reproduksi ternak. Distribusi semen beku ke berbagai kabupaten/kota melalui petugas lapangan telah mendukung program peningkatan populasi dan mutu ternak di Indonesia.
Teknologi Inseminasi Buatan (IB) menjadi salah satu fokus penguatan riset, di mana satu pejantan unggul dapat menghasilkan hingga 10.000 straw per tahun. Dari satu kali ejakulasi (sekitar 5 cc), dapat diproses untuk inseminasi 200 hingga 300 betina, dengan setiap straw berisi sekitar 25 juta sel spermatozoa (0,25 cc). Tingkat keberhasilan kebuntingan saat ini mencapai sekitar 75 persen, menunjukkan efektivitas metode IB dibandingkan kawin alam dalam pemanfaatan pejantan unggul.
Advertisement
Melalui sinergi pembangunan SMA Unggul Garuda dan penguatan fasilitas riset terapan di daerah, pemerintah menegaskan komitmennya. Komitmen ini adalah untuk menghadirkan pendidikan unggul yang terintegrasi dengan kebutuhan strategis nasional, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.
Sumber: AntaraNews