Wabup Lamsel Dukung Penuh Program IMM Masuk Desa, Tingkatkan Kapasitas Masyarakat
Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menyambut baik Program IMM Masuk Desa, berharap dapat menjadi katalisator penguatan kapasitas masyarakat di berbagai sektor.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menyatakan dukungan penuh terhadap Program Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) masuk desa. Program ini diharapkan dapat menjadi katalisator penguatan kapasitas masyarakat di berbagai sektor. Mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pembangunan daerah berbasis gotong royong.
Syaiful Anwar menekankan pentingnya sentuhan energi muda untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kelompok tani, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta pondok pesantren. Kehadiran mahasiswa IMM di desa bukan sekadar kegiatan lapangan biasa. Ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Program IMM masuk desa dinilai sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat di pedesaan Lampung Selatan. IMM Lampung Selatan diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Mereka dapat menyuarakan gagasan kritis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Peran Strategis Mahasiswa dalam Pembangunan Desa
Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menegaskan bahwa pembangunan daerah yang baik memerlukan partisipasi semua unsur. Semangat muda dan intelektual mahasiswa memiliki peran krusial dalam proses ini. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sangat terbuka terhadap partisipasi aktif dari IMM.
Menurut Syaiful, transformasi IMM tidak hanya memperkuat internal organisasi. Lebih dari itu, IMM mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan. Hal ini penting untuk mewujudkan Lampung Selatan yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Kehadiran mereka diharapkan membawa dampak positif yang signifikan.
Program ini diharapkan dapat menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat desa. Mulai dari peningkatan ekonomi melalui BUMDes dan UMKM, hingga peningkatan kualitas pendidikan di PAUD dan pondok pesantren. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan pendampingan dan pelatihan yang relevan.
Detail Pelaksanaan Program IMM Masuk Desa
Pimpinan Cabang IMM Lampung Selatan, Mesyur Cindy Ahmad Syarif, menjelaskan detail pelaksanaan program. IMM masuk desa akan menerjunkan 10 kelompok mahasiswa. Kelompok-kelompok ini akan tersebar di beberapa kecamatan di Lampung Selatan.
Kecamatan yang menjadi sasaran antara lain Bakauheni, Way Sulan, Sragi, Rajabasa, dan Candipuro. Setiap kelompok akan beranggotakan 10 kader IMM. Mereka akan didampingi oleh tiga hingga lima instruktur berpengalaman.
Setiap kelompok telah menyusun program kerja yang terencana dengan baik. Program ini mencakup pelatihan organisasi dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas warga di tingkat kecamatan secara komprehensif.
Kolaborasi dan Potensi Program sebagai Percontohan
Mesyur Cindy Ahmad Syarif menegaskan bahwa program unggulan ini bukan sekadar agenda organisasi semata. Ini adalah gerakan pengabdian yang secara langsung menyentuh masyarakat hingga ke pelosok desa. Fokus utamanya adalah memberikan manfaat nyata bagi warga.
Program IMM masuk desa direncanakan berlangsung selama satu minggu penuh. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Ini termasuk pemerintah daerah, pemangku kepentingan (stakeholder), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Dinas Sosial.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat dampak program. Program ini berpotensi besar menjadi percontohan yang sukses. Tidak hanya bagi cabang-cabang IMM lainnya, tetapi juga bagi organisasi serupa di luar wilayah Lampung.
Sumber: AntaraNews