Viral Peternak Kambing Gunakan TikTok untuk Raup Omzet Fantastis
Teknologi terbukti bisa mengangkat peternakan tradisional ke level yang lebih tinggi.
Inovasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari balik kandang kambing. Asrul Huda, pemilik Duta Etawa Farm di Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, membuktikan teknologi bisa mengangkat peternakan tradisional ke level yang lebih tinggi.
Alih-alih mengandalkan pasar hewan konvensional, Asrul memasarkan kambing etawa miliknya melalui media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Facebook. Ia bahkan rutin melakukan live streaming di TikTok untuk memperlihatkan langsung kondisi kambing, sekaligus menjawab pertanyaan calon pembeli secara real-time.
“Cuma pakai HP dan tripod. Nggak perlu alat mahal. Yang penting jujur, transparan, dan konsisten,” ungkap Asrul saat diwawancarai, Selasa (27/5).
Dengan alat sederhana itu, Asrul merekam satu per satu kambing yang dijual. Dalam video, ia menjelaskan detail mulai dari usia, bobot, postur tubuh, hingga kondisi kesehatan. Konten tersebut kemudian diunggah secara rutin ke berbagai platform digital miliknya.
Untung Ratusan Juta
Langkah ini terbukti sangat efektif. Sejak mulai membuat konten pada 2018, penjualan Duta Etawa Farm melonjak signifikan. Menjelang Iduladha, omzetnya bahkan meningkat hingga 100 persen, mencapai Rp300 juta dalam satu musim kurban.
Tak hanya menjual, Asrul juga menawarkan layanan tambahan berupa penitipan dan perawatan kambing. Pembeli bisa memesan lebih awal, lalu kambing dirawat hingga hari pengiriman menjelang Iduladha.
“Inovasi sederhana ini bikin orang lebih percaya. Bisa lihat langsung, tanya-tanya, terus tinggal transfer. Dan kami amanah untuk jualannya,” jelas Asrul.
Dari desa di lereng Gunung Semeru, Asrul membuktikan, media sosial bukan hanya tempat hiburan, tapi juga ladang rezeki bagi mereka yang mau belajar dan beradaptasi. Kisahnya menjadi inspirasi dengan niat, kejujuran, dan teknologi sederhana, pelaku usaha kecil pun bisa tumbuh besar—even dari kandang kambing.