Viral Letda AF Pukuli Ojol di Pontianak Berujung Damai, Danpuspom TNI Pastikan Proses Hukum Jalan Terus
Sudah ada perdamaian antara korban dalam hal ini driver ojol dengan Letda AF.
Seorang perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) berinisial Letda AF akan diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Pontianak. Insiden itu terjadi pada Sabtu (20/9) sekitar pukul 14.00 Wib.
Terkait hal itu, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan, sudah ada perdamaian antara korban dalam hal ini driver ojol dengan Letda AF.
"Jadi memang kemarin sempat terjadi insiden antara salah satu oknum prajurit berinisial AF, di Pontianak. Jadi perlu saya sampaikan bahwa kedua belah pihak sudah berdamai," kata Yusri kepada wartawan di Lapang Silang Monas, Jakarta, Senin (22/9).
Jenderal bintang dua ini menduga, pemukulan yang diduga dilakukan oleh Letda AF karena emosi. Namun, belum diketahui secara pasti penyebab emosi tersebut.
"Jadi pelaku dalam hal ini mungkin ya ini kan terjadinya di jalan, mungkin karena emosi atau apa, sehingga terjadi pemukulan. Ya sebetulnya itu tidak boleh. Tapi kedua belah pihak sudah berdamai," ujarnya.
Meski sudah adanya perdamaian antara kedua belah pihak, Yusri memastikan proses hukum atau penyidikan terkait permasalahan tersebut tetap berjalan.
Apalagi, pimpinan ditegaskannya sudah sering mengingatkan kepada komandan satuan (dansat) untuk berselisih dengan masyarakat paham dengan masyarakat.
"Tetapi proses penyidikan berjalan, berlanjut. Dan kita juga sudah mengingatkan, sering para Dansat mengingatkan kepada anggotanya untuk menghindari jangan sampai terjadi selisih paham kejadian dengan masyarakat. Itu yang sudah kita laksanakan selama ini," pungkasnya.
Kronologi Insiden dan Respons Cepat Aparat
Insiden pemukulan yang melibatkan prajurit TNI Letda AF dan pengemudi ojol terjadi pada Sabtu sore, sekitar pukul 14.00 Wib. Menurut keterangan awal dari pihak pelaku, Letda AF sedang dalam kondisi terburu-buru dan panik karena hendak membawa anaknya yang sakit ke rumah sakit.
Dalam situasi yang penuh tekanan tersebut, mobil yang dikendarai Letda AF sempat bersenggolan dengan kendaraan korban. Kejadian kecil di jalan ini kemudian memicu emosi yang memuncak, berujung pada tindakan pemukulan terhadap pengemudi ojol.
Setelah insiden kekerasan tersebut, puluhan rekan sesama pengemudi ojol segera mendatangi Markas Pomdam XII/Tanjungpura untuk menuntut pertanggungjawaban. Letkol Inf Agung W Palupi menyatakan, "Kami bergerak cepat, oknum pelaku langsung diamankan," menunjukkan keseriusan dan kecepatan penanganan kasus ini oleh aparat militer.
Penanganan kasus ini telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku di lingkungan militer. Pihak Pomdam XII/Tanjungpura berkomitmen untuk mengusut tuntas insiden ini demi menegakkan keadilan dan menjaga disiplin prajurit.
Dua Versi Kejadian dan Ketegasan Hukum
Meskipun pelaku mengaku panik dan terburu-buru karena anaknya sakit, terdapat versi berbeda dari keterangan korban yang perlu diselidiki lebih lanjut. Menurut korban, insiden bermula saat jalanan macet dan mobil pelaku mundur sedikit.
Korban yang berada di belakang kemudian membunyikan klakson untuk menghindari senggolan yang lebih parah. Namun, tindakan membunyikan klakson ini justru membuat si prajurit TNI tersebut turun dari mobil dan menyikut korban hingga menyebabkan hidungnya patah, sebuah luka serius yang memerlukan penanganan medis.
Letkol Inf Agung W Palupi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan kronologi secara menyeluruh dan komprehensif dari kedua belah pihak. "Proses hukum akan berlanjut sampai ke pengadilan militer," ujarnya, memastikan tidak ada impunitas bagi pelaku kekerasan.
Pihak TNI memastikan proses hukum akan tetap dijalankan sebagai bentuk ketegasan institusi dalam menegakkan aturan terhadap anggotanya, tanpa pandang bulu. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi TNI sebagai penjaga keamanan dan ketertiban.