Uniknya Sumenep, Kota Keris Pusat Identitas Budaya Madura yang Diperkuat Pemkab
Pemerintah Kabupaten Sumenep memperkuat identitas budaya Sumenep melalui promosi pariwisata dan warisan lokal, termasuk branding sebagai Kota Keris. Simak upaya mereka!
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, secara aktif memperkuat identitas daerahnya melalui promosi budaya, potensi pariwisata, dan berbagai produk unggulan lokal. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat citra daerah dan menumbuhkan rasa memiliki yang mendalam di kalangan masyarakat.
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menyatakan komitmen ini di sela-sela Upacara Hari Jadi Ke-756 Kabupaten Sumenep. Beliau menekankan pentingnya mengemas kekayaan sejarah, budaya, dan warisan lokal Sumenep secara profesional melalui branding yang kuat.
Penguatan identitas ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sumenep. Dengan demikian, kekayaan daerah dapat memberikan dampak positif secara luas.
Memperkuat Citra dan Warisan Lokal
Kabupaten Sumenep dikenal memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan warisan lokal yang luar biasa, menjadikannya daerah dengan potensi besar. Oleh karena itu, Pemkab Sumenep berupaya keras untuk mengemas potensi ini secara profesional melalui branding yang efektif.
Branding yang kuat diharapkan mampu mengubah kekayaan budaya menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan dan menumbuhkan rasa bangga di hati masyarakat. Upaya ini juga bertujuan untuk membedakan Sumenep dari daerah lain dengan menonjolkan keunikan dan nilai-nilai luhurnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki lambang resmi berbentuk perisai hijau dengan gambar kuda terbang bersayap berwarna kuning emas yang menoleh ke kiri. Di dalam perisai tersebut, terdapat pita bertuliskan “Sumekar” berwarna merah di atas dasar putih, yang merepresentasikan identitas daerah.
Sumenep: Jiwa Madura dan Kota Keris
Dalam upaya memperkuat identitas, sektor pariwisata Sumenep mengusung city branding “Sumenep The Soul of Madura”. Branding ini menegaskan bahwa Kabupaten Sumenep merupakan jiwa dari Madura, yang merepresentasikan potensi unggulan wisata bahari, budaya, dan religi di daerah tersebut.
Tidak hanya itu, Pemkab Sumenep juga mendeklarasikan city branding “Kota Keris”. Deklarasi ini menegaskan posisi Kabupaten Sumenep sebagai pusat kerajinan keris terbesar di Indonesia, sebuah fakta yang telah diakui oleh UNESCO.
Sumenep bangga memiliki jumlah empu atau pembuat keris terbanyak di dunia. Wakil Bupati berharap, “Penguatan branding sebagai langkah strategis tidak hanya mengenal Kabupaten Sumenep sebagai daerah dengan sejarah panjang dan budaya adiluhung, tetapi juga sebagai kota berdaya saing dan berkarakter kuat.”
Ngopene Songenep: Merawat Warisan Luhur
Peringatan Hari Jadi Ke-756 Kabupaten Sumenep pada tahun 2025 mengusung tema “Ngopene Songenep”. Frasa ini merupakan bahasa Madura yang berarti “Merawat Sumenep”, mencerminkan komitmen kuat untuk menjaga dan merawat warisan budaya luhur.
Tema ini berlandaskan pada nilai-nilai gotong royong, kejujuran, serta kearifan lokal yang relevan di tengah modernisasi. Pemkab Sumenep ingin memastikan bahwa perkembangan zaman tidak mengikis akar budaya dan sejarah yang telah ada.
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk Forkopimda, birokrasi, TNI, Polri, instansi vertikal, sivitas kampus, pelaku usaha, insan media, serta organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Beliau menyoroti jalinan kerja sama yang baik, yang menjaga Kabupaten Sumenep tetap aman, damai, dan terkendali.
Peringatan Hari Jadi Ke-756 ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti festival budaya, bazar UMKM, serta aneka lomba dan olahraga. Acara-acara ini menjadi wadah untuk mempromosikan potensi daerah dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Sumber: AntaraNews