Ulang Tahun, Sultan Hamengku Buwono X Sambut 12.000 Warga Selama 3 Jam
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengadakan acara peringatan ulang tahun ke-80, yang dihadiri oleh sekitar 12 ribu warga dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menjabat sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta dan Gubernur Yogyakarta, menerima sekitar 12 ribu warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada Kamis (2/4).
Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Jalan Malioboro hingga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk mengikuti kirab budaya dan menyerahkan hasil bumi sebagai bentuk penghormatan kepada rajanya.
Pawai ini melibatkan masyarakat umum, kepala desa, serta perangkat desa dari 438 kelurahan dan desa di DIY, yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB.
Para peserta kirab berjalan dari berbagai penjuru Malioboro menuju Kraton, dengan urutan perwakilan dari Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunungkidul. Dalam prosesi ini, warga menyerahkan berbagai hasil bumi dan potensi unggulan daerah, yang dikenal dengan istilah "gelondong pengarem-arem", sebagai simbol penghormatan kepada Sultan.
Rombongan kirab kemudian mengelilingi Pargelaran Kraton sebelum akhirnya diterima langsung oleh Sultan. Selama prosesi berlangsung, Sri Sultan berdiri hampir tiga jam, mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB, untuk menyambut setiap warganya satu per satu.
"Harapannya di usia 80 ini, pertama saya sudah berdiri tiga jam lebih, tidak kuat. Saya berterima kasih kepada teman, pejabat dan warga yang berkenan hadir hari ini. Semoga kita semua sama-sama sehat," ungkap Sultan setelah acara usai.
Ketika ditanya tentang harapan ke depan, Sultan menyampaikan filosofi hidup "lir gumanti", yang berarti segala sesuatu dalam kehidupan akan terus berganti secara berurutan sebagai bagian dari siklus kehidupan.
Ia juga mensyukuri hasil bumi yang dibawa oleh warga, dan menegaskan bahwa seluruh hasil tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat melalui wali kota dan bupati agar dapat dimanfaatkan secara merata.
Doa Penuh Harapan dari Rakyat
Acara ini merupakan sebuah agenda yang telah dipersiapkan selama dua bulan oleh Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan DIY "Nayantaka". Ketua Umum Nayantaka, Gandang Hardjanta, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan serta ungkapan terima kasih masyarakat kepada pemimpinnya.
"Di usia 80 tahun, Ngarsa Dalem masih mengayomi kami dan seluruh masyarakat DIY. Hari ini kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada beliau," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hasil bumi yang dihaturkan dan kemudian dikembalikan kepada masyarakat mencerminkan nilai gotong royong yang masih kuat di DIY. Partisipasi warga pun dilakukan secara sukarela tanpa unsur paksaan.
Antusiasme warga juga dirasakan oleh Kepala Desa Kenteng, Ponjong, Gunungkidul, Citra Wijaya. Bersama 20 pamong desa, mereka telah bersiap sejak pukul 01.00 WIB untuk mengikuti kirab.
"Kami membawa hasil bumi berupa alpukat, kecipir, dan keripik kimpul. Doa kami semoga Ngarso Dalem diberi kesehatan, keselamatan, dan panjang umur," katanya.
Selama kegiatan berlangsung, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses Malioboro dari seluruh jenis kendaraan sejak pukul 06.00 WIB hingga kembali dibuka pada pukul 12.00 WIB setelah seluruh rangkaian acara selesai.