Sri Sultan Ajak Warga Amalkan Ajaran HB I dalam Peringatan Hari Jadi DIY ke-271
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh warga mengamalkan ajaran Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk memperingati Hari Jadi DIY ke-271, mendorong refleksi diri dan penguatan nilai-nilai luhur.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh warga di wilayahnya untuk mengamalkan ajaran Sri Sultan Hamengku Buwono I. Ajakan ini disampaikan dalam peringatan Hari Jadi DIY ke-271 yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan menekankan pentingnya refleksi diri dengan semangat 'Jumangkah Jantraning Laku' atau melangkah dan bertindak. Hal ini diharapkan dapat memperkuat cipta, rasa, dan karsa masyarakat DIY.
Ajaran 'Piwulang' dari Sri Sultan Hamengku Buwono I disebut sebagai tuntunan hidup yang relevan untuk diwujudkan dalam keseharian. Tuntunan ini hendaknya menjadi tata nilai yang memberikan daya dan diimplementasikan melalui langkah serta tindakan nyata.
Mengukuhkan Nilai 'Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh'
Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa ajaran 'Piwulang' dari Sri Sultan Hamengku Buwono I bukan sekadar pemahaman kata. Namun, ajaran tersebut wajib diwujudkan menjadi 'tembang kehidupan yang nyata' melalui tindakan konkret.
Ajaran luhur ini juga selaras dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, yaitu 'Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh'. Nilai-nilai tersebut kini menjadi dasar karakter Satriya dalam pemerintahan DIY.
Setiap individu diharapkan memegang teguh tekad yang menyatu dan tidak mundur dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara. Semangat ini menjadi pondasi penting bagi kemajuan dan keistimewaan DIY.
Refleksi dan Semangat Kemajuan Daerah Istimewa Yogyakarta
Pada peringatan Hari Jadi DIY ke-271 ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak masyarakat untuk melakukan refleksi mendalam. Semangat 'Jumangkah Jantraning Laku' diartikan sebagai dorongan untuk terus melangkah dan bertindak dengan penguatan cipta, rasa, dan karsa.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, turut menyampaikan pandangannya mengenai usia DIY yang ke-271. Menurutnya, di usia ini, DIY telah mencapai kematangan dan memiliki banyak pengalaman dalam menjalani proses kehidupan bernegara dan pemerintahan.
Nuryadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Hari Jadi DIY sebagai momentum penting. Momentum ini harus digunakan untuk meningkatkan kerja keras dan menjaga keistimewaan yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta.
Momentum Peningkatan Pengabdian untuk DIY
Raja Keraton Yogyakarta tersebut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi DIY tahun ini. Beliau juga menyertai ucapan tersebut dengan doa dan harapan agar DIY senantiasa memperoleh berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Peringatan Hari Jadi DIY ini menjadi pengingat bagi setiap orang untuk memiliki tekad yang kuat dan tidak goyah. Tekad ini penting dalam menjalankan pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara.
Diharapkan, seiring bertambahnya usia, semangat aparat dan masyarakat DIY juga semakin bertambah. Hal ini bertujuan untuk terus berupaya memajukan DIY agar menjadi wilayah yang lebih sejahtera.
Sumber: AntaraNews