Trivia: Wulan Guritno Akui 'Mama-Mama Pengejar Cinta' Jadi Ajang Refleksi Diri di Usia 40-an
Serial 'Mama-Mama Pengejar Cinta' bukan sekadar tontonan, Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu Anastasia mengungkap refleksi personal tentang hidup di usia 40-an. Ada apa sebenarnya?
Serial televisi Indonesia, “Mama-Mama Pengejar Cinta”, telah menjadi lebih dari sekadar proyek akting bagi para pemeran utamanya. Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu Anastasia menemukan bahwa serial ini adalah ruang refleksi mendalam tentang kehidupan, mimpi, dan keberanian perempuan di usia 40-an.
Bagi ketiga aktris tersebut, serial yang tayang di platform Vidio ini tidak hanya menyampaikan cerita fiksi, tetapi juga menggambarkan pandangan personal mereka tentang fase hidup yang sering kali dianggap “selesai”. Proses produksi serial ini justru menghadirkan pelajaran personal yang berharga, melebihi sekadar peran yang dimainkan.
Wulan Guritno, yang memerankan karakter Adia, mengungkapkan perasaannya yang sangat relevan dengan cerita tersebut. Ia merasakan bagaimana kehilangan yang tiba-tiba dialami karakternya dapat terjadi dalam kehidupan nyata, memberikan perspektif baru tentang harapan di usia matang.
Refleksi Wulan Guritno: Harapan Baru di Usia 40
Wulan Guritno, pemeran Adia dalam serial “Mama-Mama Pengejar Cinta”, merasakan koneksi kuat dengan karakternya. Adia digambarkan mengalami kehilangan yang tak terduga, sebuah situasi yang membuat Wulan merasa sangat terhubung dengan realitas kehidupan.
“Karakter Adia itu mengalami kehilangan yang tiba-tiba. Aku merasa relate banget, karena di usia kita sekarang, kita pikir di usia 40 itu semua berakhir, ternyata hidup itu bisa berubah kapan saja,” ujar Wulan Guritno di Jakarta, Selasa.
Pengalaman ini mengajarkan Wulan bahwa usia 40 bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi awal yang baru. Ia menekankan pentingnya harapan dan keberanian untuk memulai kembali, tanpa memandang usia.
“Tapi yang aku pelajari dari sini, selalu ada harapan, enggak ada kata terlambat kalau kita mau,” tambahnya, memberikan semangat kepada para perempuan yang mungkin merasa terjebak di usia tertentu.
Asri Welas dan Masayu Anastasia: Keluar dari Zona Nyaman dan Penerimaan Diri
Asri Welas, yang memerankan Tara, juga merasakan dampak personal dari perannya dalam “Mama-Mama Pengejar Cinta”. Karakternya memicu Asri untuk merenungkan kembali konsep zona nyaman yang seringkali menjebak perempuan di usia 40-an.
“Di umur 40, perempuan itu sering kali masuk zona nyaman. Sudah sibuk sama keluarga, suami, anak, sampai lupa sama mimpi sendiri,” kata Asri. Ia menyadari bahwa mimpi tidak harus berhenti hanya karena usia bertambah, melainkan bisa dimulai kembali dengan keberanian.
“Aku pribadi jadi mikir, apa iya kita harus berhenti mimpi? Ternyata enggak. Kita masih bisa mulai lagi. Tapi ya itu, harus berani mengambil langkah keluar zona nyaman,” Asri menambahkan, menginspirasi untuk berani melangkah.
Masayu Anastasia juga memiliki pandangan serupa melalui karakternya, Ibel, yang hidup dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Masayu, peran ini menjadi bahan refleksi tentang penerimaan dan jalan hidup yang harus dilalui.
“Kadang yang kita kira baik, belum tentu baik buat hidup kita. Tapi mungkin itu memang jalan yang harus dilalui. Di umur segini, kita belajar untuk terima, tapi juga tetap cari cara untuk bahagia,” imbuhnya, menekankan pentingnya mencari kebahagiaan di tengah tantangan.
Persahabatan di Balik Layar dan Makna 'Life Begins at 40'
Menariknya, chemistry yang terbangun antara Wulan, Asri, dan Masayu di layar kaca juga berlanjut di luar set syuting “Mama-Mama Pengejar Cinta”. Wulan Guritno mengungkapkan bahwa persahabatan mereka kini telah berkembang menjadi hubungan emosional yang dalam, melampaui batas profesionalitas.
“Aku bersyukur banget ketemu dua sahabat baru. Kita banyak curhat, banyak ngobrol tentang hidup, tentang jadi perempuan. Dan ternyata apa yang dialami karakter kita tuh nggak jauh dari realitas kita,” tambah Wulan, menyoroti kedekatan mereka.
Ketiganya sepakat bahwa usia 40 bukan merupakan akhir dari segalanya, melainkan justru dapat menjadi awal yang baru. Pandangan ini sejalan dengan pesan utama yang ingin disampaikan melalui serial ini, yaitu tentang keberanian untuk memulai kembali.
“Usia 40 itu bukan akhir dari segalanya. Life begins at 40, dan aku hadapi dunia dengan cantik,” ucap Asri Welas mantap, menegaskan optimisme mereka. Serial ini sendiri, yang disutradarai oleh Lasja Fauzia Susatyo, dijadwalkan tayang perdana pada 15 Agustus 2025 di Vidio.
Sumber: AntaraNews