Wulan Guritno Ungkap Harapan Menikah dan Tambah Momongan Sebelum 45 Tahun
Wulan Guritno menyatakan secara terbuka harapannya untuk menikah lagi dan memiliki anak sebelum mencapai usia 45 tahun. Ia sudah melakukan pembekuan sel telur.
Wulan Guritno kembali menjadi perhatian publik setelah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menikah lagi dan memiliki anak sebelum mencapai usia 45 tahun.
Meskipun bintang film Norma: Antara Mertua dan Menantu ini sudah memiliki tiga anak, keinginannya untuk menambah momongan tetap kuat. Wulan telah melalui dua kali pernikahan dan dikaruniai tiga anak, yaitu Shalom Razade, London Abigail Dimitri, dan Jeremiah Alric Dimitri.
Untuk mempersiapkan kemungkinan memiliki anak lagi, ia telah melakukan pembekuan sel telur atau egg freezing. Saat ini, Wulan Guritno berusia 44 tahun dan mengungkapkan, "Aku kepengin punya pendamping lagi, suami, bukan hanya pacar," dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo yang ditayangkan pada Kamis (27/3).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa keinginannya untuk menikah lagi semakin menguat. Keinginan tersebut muncul ketika Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu Anastasia mempromosikan serial Mama-Mama Pengejar Cinta, yang tayang di platform streaming Vidio. Mereka menjadi bintang tamu dalam podcast Maia Estianty pada 4 September 2025.
Mengimajinasikan kehidupan
Pada saat itu, Maia Estanty mengajak Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu Anastasia untuk melakukan afirmasi mengenai masa depan mereka lima tahun ke depan.
Wulan Guritno pun mengungkapkan bahwa ia sudah bisa membayangkan siapa yang akan menjadi suaminya dan di mana mereka akan tinggal.
"Kalau tutup mata, bangun tidur, aku selalu membayangkan kehidupan tersebut sudah aku jalani sekarang. Rumah yang kayak begitu, pasangan ini, terus bisnis yang sekarang aku pupuk ini kan sama teman, it's gonna be big business," kata Wulan Guritno.
Dalam diskusi tersebut, Wulan menegaskan bahwa ia memiliki visi yang jelas tentang masa depannya. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa impian yang ia miliki saat ini akan terwujud. Dengan menggambarkan rumah idamannya dan pasangan yang akan mendampinginya, Wulan menunjukkan betapa pentingnya perencanaan dalam hidup.
"Kalau tutup mata, bangun tidur, aku selalu membayangkan kehidupan tersebut sudah aku jalani sekarang. Rumah yang kayak begitu, pasangan ini, terus bisnis yang sekarang aku pupuk ini kan sama teman, it's gonna be big business," kata Wulan Guritno, menekankan optimisme dan harapannya terhadap masa depan yang gemilang.
Jika sesuatu terjadi, biarkanlah terjadi
Dalam konteks pembekuan sel telur, Wulan Guritno menyatakan, "Ya, itu kan jaga-jaga. Kalau terjadi, terjadilah. Kalau tidak, ya tidak. Tapi, kalau kita punya kan (itu artinya) kita enggak cuma berdoa. Kita harus usaha. Dari cari pasangan, mislanya kepengin punya anak lagi." Pernyataan ini menunjukkan pentingnya persiapan untuk menghadapi masa depan. Mengingat bahwa usia terus bertambah dan tidak dapat dihindari, Wulan berulang kali menekankan perlunya antisipasi terhadap kemungkinan yang akan datang.
Wulan ingin memastikan bahwa dirinya memiliki pilihan untuk menambah keturunan di masa mendatang. Dengan melakukan pembekuan sel telur, ia tidak hanya berharap, tetapi juga berusaha untuk mewujudkan impiannya. Hal ini menjadi langkah strategis yang diambilnya untuk menjaga peluang memiliki anak, meskipun waktu terus berjalan. Dalam pandangannya, persiapan adalah kunci untuk menghadapi berbagai kemungkinan di kehidupan.
Persiapkan dengan membekukan sel telur
Pernyataan Wulan Guritno mengenai pentingnya menyiapkan masa depan mendapatkan sambutan positif dari Maia Estianty, Asri Welas, dan Masayu Anastasia. Memang, persiapan sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pernikahan, memiliki anak, hingga mengembangkan karier di berbagai bidang. Wulan Guritno menegaskan, "Misalnya dari pekerjaan, karier kita, bisnis kita, atau apa kan plan-nya apa terus ya sudah kita cari cara supaya itu tercapai. Dan jaga-jaganya begitu lo," ujarnya.
Mengenai sosok pasangan yang ia impikan, Wulan memilih untuk tidak mengungkapkan lebih lanjut.