Tragis! Perahu Putus Tali, Dua Bocah Terbawa Arus Sungai Ciliman di Pandeglang, Basarnas Turun Tangan
Dua **bocah terbawa arus Sungai Ciliman** di Pandeglang setelah perahu yang mereka gunakan putus tali. Basarnas Banten dan tim gabungan segera melancarkan pencarian intensif untuk Haikal dan Habibi.
Dua bocah laki-laki berusia sembilan tahun, Haikal dan Habibi, dilaporkan terbawa arus deras Sungai Ciliman di Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Banten, pada Sabtu (25/10) sekitar pukul 15.20 WIB. Kejadian tragis ini bermula saat keduanya sedang asyik bermain di pinggir sungai menggunakan sebuah perahu kecil yang terikat.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi identitas kedua korban yang merupakan warga setempat. Peristiwa nahas ini memicu respons cepat dari tim gabungan untuk segera melakukan pencarian. Hingga malam hari setelah kejadian, kedua bocah tersebut belum berhasil ditemukan.
Basarnas Banten bersama sejumlah tim SAR lainnya, termasuk BPBD, relawan Tagana Pandeglang, dan masyarakat setempat, telah mengerahkan seluruh sumber daya. Mereka berupaya keras menyisir sepanjang aliran sungai guna menemukan kedua korban yang terbawa arus tersebut.
Kronologi Tragis di Sungai Ciliman
Peristiwa yang menimpa Haikal dan Habibi terjadi ketika mereka sedang bermain di tepi Sungai Ciliman. Keduanya menghabiskan waktu dengan melompat dari perahu ke air, lalu kembali naik ke perahu secara berulang. Aktivitas ini berlangsung hingga tali pengikat perahu yang mereka gunakan tiba-tiba putus.
Putusnya tali perahu tersebut seketika menimbulkan kepanikan pada kedua bocah. Dalam kondisi yang tidak terkontrol, mereka diduga melompat ke dalam sungai. Arus Sungai Ciliman yang cukup deras kemudian langsung menyeret tubuh Haikal dan Habibi, menjauh dari lokasi awal mereka bermain.
Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya bermain di area sungai tanpa pengawasan ketat. Masyarakat di sekitar Sungai Ciliman diimbau untuk selalu waspada, terutama saat anak-anak berada di dekat aliran air yang berpotensi membahayakan.
Upaya Pencarian Intensif oleh Tim SAR Gabungan
Menanggapi laporan hilangnya dua bocah ini, tim SAR gabungan segera bergerak cepat ke lokasi kejadian. Basarnas Banten menjadi koordinator utama dalam operasi pencarian ini, dibantu oleh personel dari BPBD Pandeglang, relawan Tagana, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar.
Berbagai peralatan dan sarana pendukung telah dikerahkan untuk mendukung proses pencarian. Ini meliputi rescue truck personel, motor trail untuk mobilitas di medan sulit, peralatan SAR air lengkap, serta perlengkapan medis. Semua sumber daya ini difokuskan untuk menyisir setiap sudut Sungai Ciliman.
Meskipun upaya pencarian telah berlangsung intensif sejak sore hari, kedua bocah tersebut belum juga ditemukan. Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan, "Kami bersama tim gabungan masih terus melakukan upaya penyisiran di sepanjang aliran Sungai Ciliman untuk menemukan kedua korban itu." Kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan cerah, yang diharapkan dapat mendukung kelancaran operasi pencarian hingga tuntas.
Tim gabungan berkomitmen untuk melanjutkan pencarian dengan maksimal. Mereka berharap dapat segera menemukan Haikal dan Habibi dalam kondisi selamat. Koordinasi antarpihak terus ditingkatkan demi efektivitas dan kecepatan respons dalam menghadapi situasi darurat ini.
Sumber: AntaraNews