Tim SAR Temukan Dua Korban Longsor Banjarnegara di Hari Ketujuh, Operasi Diperpanjang
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua Korban Longsor Banjarnegara di hari ketujuh operasi, memperpanjang harapan bagi keluarga yang menanti.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jenazah korban tanah longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Penemuan ini terjadi pada hari Sabtu, menandai hari ketujuh operasi penyelamatan yang intensif. Kedua korban ditemukan di sektor B pada kedalaman sekitar tiga meter, membawa total penemuan menjadi 12 orang.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi bahwa kedua korban berjenis kelamin perempuan. Salah satu korban telah teridentifikasi sebagai Aminah, berusia 90 tahun, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim medis. Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara berbagai pihak.
Penemuan ini tidak lepas dari peran penting anjing pelacak yang membantu mendeteksi lokasi korban, serta dukungan alat berat yang mempercepat pembukaan akses. Meskipun operasi telah berlangsung selama seminggu, tim masih terus berupaya menemukan 16 korban lainnya yang masih dinyatakan hilang. Fokus utama tetap pada pencarian dan evakuasi secara menyeluruh.
Detail Penemuan dan Identifikasi Korban Longsor Banjarnegara
Proses pencarian korban longsor Banjarnegara terus menunjukkan hasil signifikan. Penemuan dua jenazah perempuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Lokasi penemuan di sektor B menunjukkan area prioritas yang telah diidentifikasi sebelumnya, dengan kedalaman sekitar 3 meter.
Budiono menjelaskan bahwa identifikasi satu korban, Aminah (90), memberikan kejelasan bagi keluarga yang menanti. "Kedua korban ditemukan di sektor B di kedalaman 3 meter," katanya. Sementara itu, tim identifikasi forensik masih bekerja keras untuk mengidentifikasi korban kedua. Upaya ini penting untuk memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak dan keluarga memperoleh kepastian.
Peran teknologi dan metode pencarian modern sangat vital dalam operasi ini. Anjing pelacak terbukti efektif dalam mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan material longsor. Selain itu, penggunaan alat berat mempercepat proses pembersihan material, membuka jalur evakuasi, dan membantu tim mencapai titik-titik sulit dalam pencarian korban longsor.
Perpanjangan Operasi SAR dan Harapan Keluarga Korban
Meskipun telah memasuki hari ketujuh, operasi pencarian dan penyelamatan korban longsor Banjarnegara diputuskan untuk diperpanjang. Keputusan ini diambil mengingat masih adanya 16 korban yang belum ditemukan dan potensi besar untuk menemukan mereka. Perpanjangan tiga hari memberikan waktu tambahan bagi tim SAR untuk melanjutkan upaya pencarian secara maksimal.
Kepala Kantor SAR Semarang menyatakan optimisme terhadap kelanjutan operasi. "Karena masih ada beberapa yang belum ditemukan dan potensi untuk menemukan korban sangat besar, maka operasi SAR ini diperpanjang 3 hari," ujar Budiono. Harapan besar tertumpu pada kondisi cuaca yang cerah agar tidak menghambat proses pencarian di hari-hari mendatang, terutama untuk menemukan sisa korban longsor.
Keluarga korban yang masih menunggu kabar kerabatnya terus memantau perkembangan operasi. Perpanjangan waktu ini menjadi secercah harapan di tengah duka mendalam. Tim SAR berkomitmen penuh untuk melakukan pencarian semaksimal mungkin, memastikan setiap jengkal area terdampak diperiksa dengan teliti demi menemukan seluruh korban longsor Banjarnegara yang masih hilang.
Sumber: AntaraNews