Tim SAR Evakuasi Besar-besaran Puluhan Warga Terdampak Banjir di Denpasar
Hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (9/9) malam menyebabkan sebagian besar wilayah kota terendam air.
Tim SAR Bali terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di sejumlah titik di Kota Denpasar, Rabu (10/9).
Hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (9/9) malam menyebabkan sebagian besar wilayah kota terendam air.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan evakuasi besar-besaran dilakukan di Jalan Pura Demak, Kecamatan Denpasar Barat. Hingga pukul 11.59 WITA, tercatat puluhan warga berhasil dievakuasi.
“Korban dewasa ada 53 orang, anak-anak 17 orang, dan bayi 11 orang,” ujar Sidakarya.
Untuk mendukung operasi, tim gabungan menurunkan puluhan personel dari TNI, Polri, Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD Bali, hingga relawan. Sebanyak tujuh perahu karet (rubber boat) dan empat kano juga dikerahkan ke lokasi banjir.
Sidakarya mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir agar tetap waspada.
“Jika sudah ada tanda-tanda bahaya, segera lakukan evakuasi mandiri sebelum kondisi semakin parah,” katanya.
Kendala Akses Jalan Tergenang
Sidakarya menambahkan, awal pergerakan tim sempat terkendala karena banyak akses jalan tidak bisa dilintasi akibat genangan banjir. Namun, seluruh personel kini sudah berada di lokasi terdampak.
Wilayah yang terpantau parah antara lain Pulau Misol, Pulau Biak 1, Pura Demak, dan Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat.
Di Pulau Misol, tim berhasil mengevakuasi dua balita, dua lansia, dan tiga orang dewasa. Sementara di Pulau Biak 1, warga dilaporkan telah berada di tempat aman di balai banjar setempat.
Data Korban Terus Diperbarui
Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan SAR Denpasar, Juni Antara, menegaskan proses evakuasi masih berlangsung.
Pihaknya terus memperbarui data bersama BPBD untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat.
“Sampai saat ini kami masih mengupdate data bersama BPBD, baik permintaan evakuasi maupun jumlah korban yang sudah terevakuasi, agar informasinya tidak simpang siur,” ujarnya.