Tim SAR Gabungan Terus Berjibaku Evakuasi Wisatawan Asing dah Puluhan Warga Terjebak Banjir di Bali
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, untuk saat ini korban yang dievakuasi oleh tim Basarnas.
Tim SAR gabungan di Bali terus mengintensifkan upaya evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di sejumlah titik di Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Banjir yang melanda sejak beberapa hari terakhir ini menyebabkan puluhan rumah terendam dan aktivitas warga terganggu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, untuk saat ini korban yang dievakuasi oleh tim Basarnas dan unsur SAR di lapangan dari pagi hingga saat ini sudah mencapai puluhan orang. Untuk di Jalan Pura Demak Denpasar, ada 53 orang dewasa, 17 orang anak-anak, dan 11 orang balita dan untuk di Jalan Pulau Misol, ada 5 orang dewasa dan 2 balita.
"Dan di Kampung Jawa, Jalan Ahmad Yani Denpasar Utara, yang (dievakuasi) 2 orang dewasa dan 1 orang anak-anak," kata Sidakarya, Rabu (10/8).
Kemudian, selain itu tim SAR gabungan juga melakukan evakuasi kepada sejumlah wisatawan asing yang terjebak banjir di Jalan Dewi Sri, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Selain itu, Polsek Denpasar Timur juga mendirikan Posko Bencana di Banjar Tohpati, di Denpasar, Pendirian posko ini bertujuan sebagai pusat koordinasi, pemantauan, sekaligus penanganan cepat apabila terjadi bencana di wilayah sekitar.
Selain sebagai pusat informasi dan koordinasi, Posko Bencana juga difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya terdampak banjir. Dengan adanya posko ini, masyarakat yang mengalami kesulitan atau kehilangan tempat tinggal akibat genangan air dapat memperoleh tempat yang aman, sekaligus menerima bantuan darurat.
Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa mengatakan, posko ini akan dijaga secara bergantian oleh personel Kepolisian, serta menjadi titik koordinasi dengan BPBD, TNI, maupun unsur relawan lainnya.
“Kami tidak hanya memantau situasi bencana, tetapi juga menyiapkan tempat yang aman bagi masyarakat terdampak, sehingga mereka bisa lebih tenang saat menghadapi musibah banjir,” ujarnya.
Dengan adanya Posko Bencana di Banjar Tohpati, masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, serta segera memanfaatkan fasilitas posko apabila membutuhkan tempat pengungsian maupun bantuan darurat.
Selain itu, banjir juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Salah satunya terjadi di Jalan Griya Anyar, Desa Pemogan, Banjar Kajeng, di mana seorang nenek bersama tiga orang anak dilaporkan terjebak banjir.
Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, memerintahkan personel untuk segera melakukan pemantauan wilayah sekaligus mengevakuasi warga terdampak. Petugas kemudian mengevakuasi seorang nenek bernama Nyoman Gumleng (75) bersama tiga cucunya, yakni Ni Wayan Manik Sri Dewi (9), Gede Ngurah Kusuma (7), dan Made Arya Kusuma (4).
Keempat korban berhasil diselamatkan dan dievakuasi menuju rumah keluarga mereka di Jalan Griya Anyar, Pemogan, untuk ditempatkan sementara di lokasi yang lebih aman.
“Langkah cepat evakuasi dilakukan agar warga yang terjebak tidak mengalami risiko lebih besar akibat tingginya genangan air,” kata AKP Agus Adi Apriyoga.
Pihak kepolisian juga terus melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir untuk memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi gangguan lalu lintas.