Terungkap, Bocah SD Rakit Mercon hingga Jari Tangannya Hancur, Ternyata Bahannya Dibeli Online
Berdasarkan penyelidikan awal, terungkap bahwa korban membeli bahan baku petasan secara daring.
Polisi menemukan sejumlah petasan rakitan di kamar Andika Pratama (12), seorang siswa sekolah dasar di Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta.
Ia mengalami luka parah akibat ledakan petasan yang dirakitnya sendiri. Korban diketahui membeli bubuk mercon secara online dan merakit petasan tersebut.
Kapolsek Paliyan, AKP Slamet Riyanto, menjelaskan bahwa petugas menemukan mercon lain yang telah dirakit dan disimpan di dalam kamar Andika.
"Dari hasil pengecekan di rumah korban, petugas menemukan beberapa mercon lain yang sudah dirakit dan disimpan di dalam kamar," kata Slamet kepada wartawan pada Senin (2/3/2026).
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa bahan baku petasan yang digunakan Andika dibeli secara online.
Korban memesan bubuk petasan seberat sekitar 25 gram, yang kemudian dirakit menjadi beberapa mercon.
"Bubuk mercon tersebut dipesan korban melalui pasar online. Kemudian dirakit sendiri menjadi beberapa petasan," ujarnya.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran bahan petasan yang dijual secara bebas, termasuk di platform daring.
Mereka juga mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak bermain atau merakit petasan sendiri, mengingat bahaya yang ditimbulkan.
"Petasan rakitan sangat berisiko karena tidak memiliki standar keamanan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak bermain atau merakit petasan sendiri," pungkasnya.
Petasan Meledak di Tangan
Sebelumnya, Andika Pratama mengalami luka parah setelah petasan rakitan yang dinyalakan meledak di tangannya.
Awalnya, ia mengira petasan tersebut gagal meledak dan mencoba mengambil kembali petasan yang sudah dinyalakan.
Namun, tanpa diduga, petasan tersebut meledak saat berada di tangan korban, menyebabkan luka parah pada tangannya. Beberapa jari tangannya patah dan hancur, bahkan ibu jarinya putus.