Nahas, Bocah SD di Gunungkidul Jarinya Hancur Usai Petasan Racikannya Meledak
Ledakan petasan yang terjadi di halaman belakang rumahnya menyebabkan korban mengalami luka serius pada tangan.
Andika Pratama (12), seorang siswa di sekolah dasar yang berada di Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, mengalami luka serius setelah petasan rakitan yang ia nyalakan meledak di tangannya.
Insiden tersebut terjadi di Padukuhan Kedungdowo Wetan, Kalurahan Pampang, pada Senin sore, 2 Maret 2026.
Korban adalah penduduk Kedungdowo Wetan RT 17/RW 04, Pampang, Paliyan. Ledakan petasan yang terjadi di halaman belakang rumahnya mengakibatkan luka parah pada tangan Andika.
Kapolsek Paliyan, AKP Slamet Riyanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika Andika mencoba menyalakan petasan rakitan yang dibuatnya sendiri sekitar pukul 15.00 WIB.
"Korban menyalakan petasan rakitan di pekarangan belakang rumah. Setelah disulut, ternyata petasan tersebut tidak langsung meledak," ungkap Slamet.
Karena mengira petasan tersebut gagal meledak, Andika kemudian mengambil petasan yang sudah dinyalakan itu.
Petasan Meledak di Tangan
Namun, tanpa diduga, petasan tersebut meledak saat berada di tangan Andika. Ledakan yang keras itu menyebabkan luka serius pada tangannya.
“Akibat ledakan tersebut, tangan korban mengalami luka cukup parah. Beberapa jari tangannya patah dan hancur, bahkan ibu jarinya putus,” jelasnya.
Meskipun mengalami luka berat, Andika sempat pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
Setelah mengetahui kondisi korban, warga setempat memberikan pertolongan dan membawanya ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.