Tenang dan Tersenyum, CEO Malaka Project Ferry Irwandi Hadapi Tudingan Jenderal TNI: Saya Tidak akan Lari
Ferry terancam hukum setelah Dansatsiber TNI, Brigjen Juinta Omboh berkonsultasi ke Polda Metro mengenai dugaan pidana dilakukan konten kreator tersebut.
CEO Malaka Project, Ferry Irwandi buka suara terkait dirinya yang terancam terseret hukum setelah Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring, mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (8/9) kemarin. Kehadiran Juinta Omboh untuk berkonsultasi dengan jajaran polisi di Polda Metro Jaya terkait dugaan pidana dilakukan Ferry Irwandi.
Ferry memastikan jika dirinya tidak akan pernah melarikan diri dan masih berada di Jakarta. Bahkan, ia tidak akan pergi ke luar negeri seprti Cina dan lainnya.
"Dan tenang aja Pak Jenderal, saya tidak pernah lari, saya masih di Jakarta, saya tidak akan pergi ke Singapura, Cina dan lain sebagainya Pak," kata Ferry dalam video yang diunggah akun @Malaka seperti dilihat merdeka.com, Selasa (9/9).
Selain itu, Ferry menegaskan, jika nomor teleponnya mudah untuk dihubungi atau tidak susah untuk dihubungi. Bahkan, nomor handphonenya pun ditegaskannya sudah tersebar luas.
"Dan soal tidak bisa dihubungin, saya juga tidak mengerti. Semua wartawan bisa sangat mudah menghubungi saya walaupun tidak pernah minta nomor saya," tegas Ferry.
Kemudian Ferry mengaku tidak khawatir atau cemas atas permasalahan yang menjeratnya. Apalagi, dirinya tidak akan playing victim.
"Dan kalau misalnya tindakan ini dianggap bikin saya takut, khawatir, cemas, tidak Pak. Saya akan jalani, saya tidak akan play victim dan lain-lain, tidak. Kalau memang mau diproses hukum, ini kan negara hukum, kita jalani bersama," ucap Ferry.
"Itu saja Pak Jenderal, semoga sehat, bahagia selalu, senang selalu. Saya juga tidak tahu tindak pidana apa yang saya lakukan. Ya memang republik ini pantas untuk pemerintah, pemerintahan, dan sistem yang lebih baik," tambah Ferry.
Terakhir, Ferry memastikan jika dirinya baik-baik saja dan suatu ide tidak akan bisa dibunuh ataupun dipenjarakan. Selanjutnya, dirinya berharap apa yang disampaikannya iu dapat bermanfaat.
"Itu saja dari gua, semoga bermanfaat teman-teman. Buat yang nanya kabar saya, tenang saja, saya baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja. Satu hal yang selalu saya ingat adalah, ide itu tidak bisa dibunuh ataupun dipenjarakan," paparnya.
"Apapun yang terjadi dengan saya, ya what then is done bro. Masa ya, setiap hal pasti ada kosalifas dan esikon. Dari awal tidak tahu, ya enggak mungkin. Bisa jadi ya itu saja. Semoga bermanfaat sampai jumpa di konten saya. Ya, saya tidak lari ke mana-mana Pak, aman," pungkasnya.
Terancam Pidana
Sebelumnya, CEO Malaka Project, Ferry Irwandi terancam terseret hukum setelah Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring, mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (8/9).
Kehadiran Juinta Omboh untuk berkonsultasi dengan jajaran polisi di Polda Metro Jaya. Hasil diskusi, disimpulkan ada dugaan pidana yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.
"Konsultasi kami ini terkait dengan kami menemukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Ferry Irwandi," kata Juinta Omboh (J.O) Sembiring kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (8/9).
Menurutnya, dugaan itu terendus lewat patroli siber yang dilakukan timnya. Namun, Juinta Omboh (J.O) Sembiring belum berkenan membeberkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.
"Nanti kan ada penyidikan, nanti biar kita lanjutkan," ujar dia.