Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Endipat Wijaya, tengah menjadi sorotan setelah pernyataannya dalam rapat Komisi I DPR RI viral dan menuai respons publik.
Dalam rapat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Senin (8/12), Endipat menyinggung aksi donasi Rp10 miliar yang disalurkan relawan untuk korban bencana di Sumatera.
Ia menyebut bantuan tersebut seolah-olah paling berjasa, sementara negara menurutnya telah mengalokasikan dana jauh lebih besar untuk penanganan bencana.
Pernyataan tersebut memicu pro dan kontra. Sejumlah pihak menilai Endipat sekadar menegaskan peran negara, sementara banyak warga dan relawan menilai ucapannya tidak sensitif terhadap kontribusi publik dalam situasi darurat. Polemik itu membuat publik bertanya tentang sosok politisi muda tersebut.
Profil singkat
Endipat Wijaya lahir di Bengkulu pada 31 Mei 1984. Ia merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Teknik Metalurgi dan lulus pada 2006.
Endipat kemudian meraih gelar magister Manajemen dari Swiss German University pada 2019.
Sebelum terjun ke dunia politik, Endipat meniti karier sebagai profesional di sektor industri dan energi.
Ia bekerja sebagai teknisi di Double A Group selama dua tahun, lalu bergabung dengan PT Kaltim Prima Coal di Kalimantan Timur. Setelah itu, ia menjalani karier manajerial di PT Nusantara Energy.
Endipat mulai aktif berpolitik pada 2011 dengan bergabung bersama Partai Gerindra. Kedekatannya dengan elite partai, termasuk Prabowo Subianto, membuat perjalanan politiknya berkembang pesat. Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai calon legislatif dari Dapil Kepulauan Riau (Kepri).
Advertisement
Perolehan Suara Endipat
Hasil pemilu menunjukkan capaian signifikan. Endipat meraih 105.413 suara, menjadikannya peraih suara terbanyak di dapil tersebut.
Suara terbesar berasal dari Kota Batam, yaitu 72.186 suara. Perolehan itu berkontribusi terhadap meningkatnya suara Gerindra di wilayah Kepri.
Advertisement
Endipat Melenggang ke Senayan
Dengan kemenangan tersebut, Endipat resmi melenggang ke Senayan dan ditetapkan sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029. Ia ditugaskan di Komisi I, yang membidangi urusan pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi.
Bidang ini menjadi salah satu area strategis mengingat tantangan digital dan geopolitik yang semakin kompleks.
Reporter magang: Ahmad Subayu