Duduk Perkara Ferry Irwandi Vs Jenderal TNI
Ferry Irwandi diadukan jenderal TNI terkait dugaan pencemaran nama baik institusi.
Nama YouTuber Ferry Irwandi kini menjadi sorotan publik. Ferry menjadi perbincangan setelah dirinya diadukan Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring ke Polda Metro Jaya.
Pengaduan jenderal TNI kepada Ferry itu terkait dugaan pencemaran nama baik institusi. Menurut Juinta, hasil diskusi disimpulkan ada dugaan pidana dilakukan Ferry. Dugaan pidana itu terendus lewat patroli siber dilakukan tim Siber TNI yang belum berkenan untuk dibeberkan.
"Konsultasi kami ini terkait dengan kami menemukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Ferry Irwandi," kata Juinta Omboh (J.O) Sembiring kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (8/9).
Lalu, apa yang membuat Ferry diadukan jenderal TNI tersebut ke Polda Metro Jaya?
Kronologi
Aduan itu muncul setelah Ferry menghadiri acara diskusi di salah satu televisi nasional beberapa hari sebelum dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Dalam diskusi itu, ditampilkan adanya seorang anggota TNI ditangkap kepolisian dalam salah satu demonstrai digelar sejak 25 hingga 31 Agustus 2025.
"Kaveleri, Kaveleri ikut rusuh di Palembang," ucap salah satu anggota dalam tayang video yang ditampilkan pada acara tersebut.
Lalu, terkait dengan video yang ditayangkan pada acara televisi tersebut. Menurut Purnawirawan TNI Soleman Ponto kata "perusuh" dan ikut "rusuh" dua hal yang berbeda.
"Ikut rusuh, bukan perusuh. Ini dua hal yang berbeda," ujar Soleman.
"Oh, dua hal yang berbeda pak?," tanya Ferry.
"Ya jelas, ikut rusuh. Ya ikut dia di sana, ya wajar kalau dia ikut," ujar Soleman.
"Berarti kalau orang ikut rusuh enggak bisa diproses hukum dong, karena dia bukan perusuh?," tanya kembali Ferry.
"Iya, kan dia ikut. Ikut rusuh disana, tapi bukan perusuh, karena memang dia bertugas...disitu," jawab Soleman.
Meski begitu, belum diketahui pasti apa ihwal Ferry diadukan. Karena, jenderal TNI tersebut belum membeberkan alasan pelaporan itu dilakukan.
Hasil Konsultasi Jenderal TNI ke Polda Metro Jaya
Konsultasi antara Dansatsiber TNI Brigjen J.O. Sembiring dengan jajaran Polda Metro Jaya terungkap. Ternyata, CEO Malaka Project Ferry Irwandi bakal dipolisikan terkait pencemaran nama baik.
Wadir Siber Direktorat Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus mengamini rencana pelaporan itu.
"Beliau mau melaporkan iya (Ferry Irwandi) terkait pencemaran nama baik," kata Fian kepada wartawan, Selasa (9/9).
Fian mengatakan, pencemaran nama baik yang dimaksud adalah terhadap institusi.
"Korbannya institusi," ucap dia.
Namun, ia memberitahukan terkait adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yakni institusi sebenarnya tidak bisa melapor soal pencemaran nama baik.
"Harus pribadi kalau pencemaran nama baik," ucap dia.
Diskusi dengan Polda Metro Jaya
Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring tiba-tiba mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (8/9/2025). Dia bicara tentang CEO Malaka Project Ferry Irwandi.
Juinta Omboh mengaku kedatangannya untuk berkonsultasi dengan jajaran polisi di Polda Metro Jaya. Hasil diskusi, ada dugaan pidana yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.
“Konsultasi kami ini terkait dengan kami menemukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Ferry Irwandi," kata Juinta Omboh (J.O) Sembiring kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin.
Dia menjelaskan, dugaan itu diketahui setelah tim patroli siber melakukan penelusuran. Namun, Juinta Omboh (J.O) Sembiring belum berkenan membeberkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.
"Nanti kan ada penyidikan, nanti biar kita lanjutkan," ujar dia.
Dia berencana mengambil langkah hukum. "Sebagai warga negara yang taat dengan hukum, kami tentunya mengedepankan hukum, sehingga atas dugaan tindak pidana tersebut Kami akan melakukan langkah-langkah hukum," ucap dia.
Sebelum menempuh langkah hukum, Juinta Omboh (J.O) Sembiring mengaku sudah mencoba menghubungi Ferry. Namun, tak pernah berhasil.
“Saya coba konsultasi, karena dia berbicara masalah algoritma dan lain-lain, saya sebagai Dansatsiber juga memiliki hal seperti itu. Saya coba kontak, staf saya suruh, tidak bisa," ucapnya.