Ferry Irwandi Heran Dituduh Cemarkan Nama TNI, 'Apakah saya dianggap ancaman bagi ketahanan nasional? Apakah Saya Pegang Rudal?

Ferry menyatakan kebingungan mengenai kegiatan yang dianggapnya sebagai tindakan mencemarkan nama baik TNI.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Ferry Irwandi Heran Dituduh Cemarkan Nama TNI, 'Apakah saya dianggap ancaman bagi ketahanan nasional? Apakah Saya Pegang Rudal?
CEO Malaka Project Ferry Irwandi. (Yotube Ferry Irwandi) (© 2025 Liputan6.com)

CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, menanggapi dengan tenang rencana pelaporan terhadap dirinya terkait dugaan pencemaran nama baik institusi. Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat setelah Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring tiba-tiba datang ke Polda Metro Jaya pada hari Senin (8/9/2025). Menurut Ferry, setiap individu memiliki hak untuk mengambil langkah hukum, namun ia merasa heran karena aturan dari Mahkamah Konstitusi sudah jelas menyatakan bahwa pencemaran nama baik hanya bisa dilaporkan oleh individu, bukan oleh institusi. "Kalau diproses, proses saja. Kalau mau diproses silahkan. Itu kan hak setiap orang. Saya cuman heran saja bukannya sudah ada aturan MK," ungkap Ferry saat dihubungi pada hari Selasa (9/9/2025).

Ferry mengaku bingung mengenai aktivitas yang dianggapnya mencemarkan nama baik TNI. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat untuk menyerang institusi tersebut, bahkan podcast yang rutin ia lakukan dianggapnya tidak bermasalah. Dalam seminggu terakhir, Ferry dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada hal yang bisa dianggap menyinggung TNI.

"Nama baik apa yang saya cemarkan? Tanya mereka dong kalau podcast saya aman-aman saja. Menyinggung apa? Saya gak tahu. Tanya yang nuduh," ujarnya. Ia pun tidak merasa takut menghadapi pelaporan polisi, berpendapat bahwa seharusnya TNI melindungi masyarakat, bukan justru melaporkannya. "Emang saya ancaman ketahanan nasional? Emang saya ancaman nasional? Emang saya pegang rudal? pegang senjata? pegang balistik? Saya sampai sekarang kenapa takut? Saya percaya dilindungi oleh aparat saya kok," tambahnya.

Aktivitas Ferry pun berjalan seperti biasa. Ia mengaku masih bermain gim FIFA dan berencana untuk tampil di sebuah kafe di Jakarta malam ini. "Orang gak salah kenapa mesti risih," tuturnya. Dengan sikap yang santai, Ferry menunjukkan bahwa ia tetap menjalani kehidupannya meskipun ada isu yang beredar.

Sasaran dalam serangan siber

Walaupun demikian, ia tidak menolak bahwa dirinya menjadi target serangan siber. Data pribadinya pernah bocor, nomor teleponnya dan istrinya disebarluaskan, bahkan ia juga menerima fitnah serta ancaman.

Namun, Ferry mengungkapkan bahwa dukungan dari masyarakat lebih banyak dibandingkan dengan serangan yang dia hadapi. "Iya, dan ada buktinya," katanya. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak mengganggu dirinya. Menurutnya, proses hukum dapat berjalan dengan baik asalkan mengikuti aturan yang berlaku. Sebagai seorang warga biasa yang tidak memiliki kekuasaan, ia siap menerima apapun hasilnya.

"Gak ada perasaan khusus. Cuman kalau secara hukum salah ya silahkan diproses. Tapi kalau secara hukum gak salah ya syukur. Wong saya bingung ditanya perasaan apa, kalau dibilang gak takut, gak takut kalau dibilang khawatir apa yang saya khawatirkan," ungkapnya.

Ferry menyampaikan pesan agar semua orang menjaga kesehatan dan menyadari bahwa saat ini masyarakat memiliki akses informasi yang sangat luas. Ia juga menekankan bahwa ia tidak akan berhenti berbicara, karena merasa tidak pernah melakukan kesalahan.

"Kapok kalau buat salah ya. Kan saya tidak membuat kesalahan apapun. Kalau dibilang kapok saya bingung kapoknya karena saya tidak membuat kesalahan," tandas dia.

Rekomendasi